Skip to main content

Full text of "Tabloid Reformata Edisi 137 Maret 2011"

See other formats


menyuaraka 


dan keadilan 


polylSdlcS^irDays 


mm 


dapatan beragam 

M^SSM 


■l9^28Apnl2011 
Wrth Pdt. Robert Louis, MPM 


} JJU/U 2 JjrJ^£ 
Dapatkan Gratis 
youcher . Belanja 


Jordan - Holyland - Dubai 1 1 Days 
F21 1^31 Maret201 1 B 


Cairo^ Holyland ill 


( Perjalanan Rasul Paulus ^Gereja Mula-Mula) 


25Api£05.Me82011 


Bersama Pdt: Bigman Simit 


®un(er Parajfef *■»<« 
Jakarta U3so 2B,ol <fc29 

R 021 


Cairo - Holyland - Petra - Dubai 12 Days 
115^26 M«g20Tl^ A 

CwHh' Pchij^ ppi Suryand jaya ^qQV V T®®?»* 


027 64049 \ 

vunmtnniilvii Ol fViiic \1, 

WK ^TntZ^ d 






daftar isi 


DARI REDAKSI 2 

SURAT PEMBACA 2 

LAPORAN UTAMA 3-5 

Rusuh Temanggung 

EDITORIAL 6 

Bukan Negara Agama 

MANAJEMEN KITA 7 

Janji Lagi... 

GALERI CD 7 

Nada Indah dalam Kesatuan 

BINCANG BINCANG 8 

Edi RSitanggang: Sanksi 
bagi Ormas Anarkis 

BANG REPOT 8 

GEREJA DAN MASYARAKAT 10 

Yayasan ABAS: Aktualisasi 
untuk Melayani 

KREDO 11 

Dahsyatnya Kasih 

MUDA BERPRESTASI 13 

Vanessa: Berkarya 
Lewat Talenta 

KONSULTASI HUKUM 14 

Praktek Monopoli 
Dapat Dilaporkan 

HIKAYAT 14 

Beringas 

KONSULTASI TEOLOGI 15 

Manusia Lebih Taat 
pada Iblis 

GARAM BISNIS 15 

Saatnya Menjadi Kepala 

KAWULA MUDA 16 

Balap Liar 

SENGGANG 17 

Adon "Base Jam": Kesulitan, 

Jalan untuk Sukses 

LAPORAN KHUSUS 18 

UFO 

PELUANG 19 

Fery Sitio: Layani Pelanggan 
Sampai Subuh 

MANCANEGARA 19 

Benny Hinn Digugat 

PROFIL 20 

Paskalis Pieter: Menjawab 
Tantangan Sejarah 


KONSULTASI KESEHATAN 21 


Infeksi Saluran Kencing 

KEPEMIMPINAN 21 

Bos Terlalu Mudah Curiga 

LIPUTAN 22 

SULUH 23 

Janto Simkoputra: Doa Pagi 
Kunci Sukses Gereja 

RESENSI BUKU 25 

Paradoks Hukum dan 
Penguasaan Allah 

UNGKAPAN HATI 26 

Zainal Abidin: Ubah 
Dukacita Menjadi Sukacita 

KHOTBAH POPULER 27 

Kristen Tetapi Bukan 
Pengikut Kristus 

BACA GALI ALKITAB 27 

MATA HATI 28 

Bicara Tanpa Tindakan Nyata 

KONSULTASI KELUARGA 29 

Suami Sibuk Istri Merana 
JEJAK 29 

Joachim dari Fiore: 

Memetakan Tiga Jaman 



S YALOM. Selamat bertemu dalam 
edisi Maret 2011 ini, yang juga 
merupakan tahun kesembilan bagi 
tabloid kesayangan kita ini, Refor- 
mata, yang terbit perdana pada 
Maret 2003 lalu. Selama ini, nyata 
sekali kasih dan penyertaan Tuhan, 
terutama bagi tim redaksi dan se- 
luruh staf sehingga media kebang- 
gaan umat se-Indonesia ini bisa 
terus hadir secara konstan, tanpa 
pernah terputus. Secara khusus 
kami tiada henti menghaturkan 
rasa terimakasih kepada para pem- 
baca setia, agen dan tenaga pema- 
saran di mana pun, yang membuat 
Reformata dikenal secara luas di 
seantero negeri, bahkan mungkin 
sampai mancanegara. Tak pula 
kami abaikan jasa para pemasang 
iklan yang menjadi "nafas" dari tab- 
loid ini. Juga para kontributor yang 
selalu setia dan sukacita memberi- 
kan sumbangsih berupa tulisan, 
opini yang pasti mencerahkan dan 
menjadi berkat bagi banyak orang. 
Kami tentu berharap kerja sama 
yang baik dan akrab ini terus terja- 
lin di antara kita, demi menyatakan 
kemuliaan nama Tuhan kita Yesus 
Kristus di segala tempat. Kiranya 
Tuhan senantiasa melimpahkan 
rahmat dan karunianya bagi Bapak/ 
Ibu semua, di mana pun Anda be- 
rada. 

Saudara pembaca yang kami 
kasihi, dalam edisi Maret 2011 ini, 


Surat Pembaca 


Pelajaran dari Sudan 

SUDAN, sebuah negara di Afrika, 
akhirnya terpecah menjadi dua ba- 
gian: Sudan Utara dan Sudan Se- 
latan. Negeri ini memang sudah lama 
bergolak akibat banyaknya perbe- 
daan di masyarakat, terutama dalam 
masalah keyakinan dan budaya. Jika 
Sudan bagian utara lebih dekat ke 
Arab dan agama Islam, bagian se- 
latan lebih condong ke budaya Af- 
rika, dan agama mayoritas di sana 
adalah Kristen, di samping masih 
adanya kepercayaan animisme. Dan 
mungkin saja rasa perbedaan ini su- 
dah mengakar dalam sanubari warga 
selatan khususnya, sehingga mer- 
eka pun menyatakan hasrat untuk 
memisahkan diri dari pemerintahan 
utara. Referendum pun dilakukan. 

Sangat mengagumkan, sebab ref- 
erendum bisa berlangsung dengan 
lancar, aman dan damai. Dan sung- 
guh menakjubkan, sebab 99% lebih 
masyarakat di selatan memilih untuk 
melepaskan diri dari Sudan utara. 
Dan seluruh dunia menyambut ref- 
erendum ini dengan sukacita, karena 
terutama tidak ada darah yang ter- 
tumpah untuk ini. 

Ingat Sudan, ingat juga negeri 
kita, yang akhir-akhir ini seolah su- 
dah tidak jelas ke arah mana sedang 
menuju. Aksi-aksi kekerasan ber- 
bau agama sudah makin kerap ter- 
jadi. Paling baru adalah peristiwa di 
Temanggung, Jawa Tengah, di mana 
beberapa buah gereja dan sekolah 
Kristen dirusak massa yang tidak 
puas atas hasil pengadilan, yang 
memvonis seorang terdakwa peni- 
sta agama dengan hukuman pen- 
jara "hanya" lima tahun. Massa ingin 
agar orang yang dianggap menghina 
agama mereka itu dijatuhi hukuman 
mati. 


Tindak, Ormas Anarkis dan Penista Agama 


kita masih disuguhi laporan tentang 
runyamnya masa depan keruku- 
nan antarsesama rakyat di negeri 
tercinta ini. Padahal kita semua 
tentu berharap agar berita-berita 
semacam ini segera sirna dari Bumi 
Pertiwi. Namun masih adanya pi- 
hak-pihak yang tidak mau meneri- 
ma kodrat negeri ini sebagai negeri 
bagi semua agama, aksi-aksi main 
hakim sendiri pun terus terjadi. Dan 
korbannya siapa lagi, kalau bukan 
warga minoritas, terutama umat 
kristiani. Tragedi ini mestinya tidak 
pernah terjadi apabila negara hadir 
dalam melindungi rakyat. 

Tentu sangat menyesakkan 
peristiwa di Temanggung, Jawa 
Tengah pada 8 Februari 2011 
lalu, di mana massa beringas 
melampiaskan amarah terhadap 
beberapa gereja dan sekolah. Se- 
belumnya mereka melakukan pe- 
rusakan terhadap properti Peng- 
adilan Negeri (PN) Temanggung. 
Pemicunya, gara-gara majelis 
hakim memvonis seorang penista 
agama dengan hukuman hanya 5 
tahun, yang menurut massa ter- 
lalu ringan. Mereka mengingink- 
an si terdakwa itu dihukum mati! 

Keterlaluan! Padahal dua hari 
sebelumnya, peristiwa yang san- 
gat sulit diterima nurani manu- 
sia beradab baru saja menimpa 
warga Ahmadiyah di Tangerang, 
Banten. Di Desa Cikeusik, 


Mengherankan dan sulit dipercaya, 
jika kekerasan semacam ini bisa ter- 
jadi di Temanggung, daerah yang 
selama ini dikenal sangat aman, da- 
mai, tenteram, dan sesama warga 
yang berbeda keyakinan sudah ter- 
jalin toleransi dan sangat menghor- 
mati. Orang-orang pun beranggapan 
bahwa perusuh itu adalah orang luar. 
Artinya, ada orang atau pihak terten- 
tu yang mendesain atau mengatur 
agar peristiwa ini terjadi. 

Mengerikan jika keadaan ini benar- 
benar bisa melanda daerah yang se- 
lama ini aman. Artinya bukan tidak 
mungkin hal yang sama, bahkan 
mungkin lebih mengerikan lagi bisa 
terjadi di lokasi lain. Jika ini makin 
sering terjadi, saya khawatir ber- 
dampak pada gerahnya sebagian 
masyarakat di belahan Nusantara 
yang lain, sehingga memilih me- 
misahkan diri dari NKRI. Bila ini yang 
terjadi, rasanya masuk akal dan bisa 
dimaklumi. Bayangkan, jika pemerin- 
tah dan aparat tidak mau dan tidak 
mampu memberikan perlindungan 
kepada rakyatnya, untuk apa harus 
mempertahankan pemerintah sep- 
erti ini? 

Kiranya peristiwa yang menimpa 
Sudan menjadi pelajaran berharga 
bagi kita semua, terutama pemerin- 
tah dan aparatnya, agar tegas men- 
jalankan amanat rakyat seperti ter- 
tuang dalam UUD 45 dan Pancasila. 
Kiranya dengan demikian, negeri ini 
tetap utuh, aman dan sentosa. 

AgusSuheri 

Jakarta Pusat 

Tegakkan hukum, sekarang! 

AKSI-aksi kekerasan yang terjadi 
akhir-akhir ini, sungguh mengkha- 
watirkan. Miris dan mengerikan 
rasanya menyaksikan tayangan di in- 
ternet bagaimana aksi pembantaian 
dilakukan oleh massa terhadap ang- 


massa tidak saja terlibat ben- 
trokan berdarah dengan seke- 
lompok warga yang dikenal seb- 
agai pengikut Ahmadiyah. Yang 
mengerikan adalah dibantainya 
dua warga yang mereka nilai se- 
bagai "sesat". 

Dunia tersentak, terlebih se- 
telah menyaksikan adegan pem- 
bantaian yang dilakukan oleh 
"manusia-manusia beragama" itu 
lewat jaringan internet. Pemer- 
intah Indonesia bak kebakaran 
jenggot, dan sibuk mengutuk dan 
mengecam peristiwa yang tidak 
berperikemanusiaan itu. Presiden 
S B Y, pada puncak perayaan Hari 
Pers Nasional di Kupang, Nusa 
Tenggara Timur (NTT) pada 9 
Februari 2011, mengatakan per- 
lunya ormas anarkis dibubarkan. 

Ormas tertentu memang men- 
jadi sorotan dan sasaran tudin- 
gan atas peristiwa Cikeusik, se- 
bab ormas yang mengusung misi 
keagamaan ini dicurigai menjadi 
dalang dan penghasut pada peris- 
tiwa sadis itu. Ditutupnya banyak 
gereja, terjadinya beberapa aksi 
kekerasan dalam beberapa tahun 
terakhir, memang kerap dicurigai 
sebagai "kerjaan" ormas ini. Ban- 
yak memang suara agar ormas- 
ormas semacam ini dibekukan 
atau dibubarkan, tetapi belum 
pernah ada realisasi. Dan yang 
terakhir dan yang terbaru adalah 


gota Ahmadiyah. Tidak lama kemudi- 
an di Temanggung pecah kerusuhan 
sebagai protes terhadap keputusan 
PN setempat yang menghukum ter- 
dakwa penghina agama dengan hu- 
kuman lima tahun. 

Dari aksi-aksi yang terjadi sepan- 
jang tahun lalu dan tahun-tahun se- 
belumnya, dan mulai marak tahun 
ini (2011), dapat ditarik kesimpulan 
bahwa pemerintah dan aparturnya ti- 
dak bertindak dengan benar. Pemer- 
intah seolah tidak berani melakukan 
tindakan tegas terhadap para pelaku 
yang menginjak-injak hukum dan 
konstitusi. 

Jika ini dibiarkan berlarut-larut, 
saya khawatir aksi-aksi kekerasan 
akan semakin melebar sampai ke 
mana-mana, sebab toh tidak ada 
yang berani menghalangi mereka. 
Karena dibiarkan terus-menerus 
bisa jadi para pelaku dan kelom- 
poknya mereka berada di atas 
hukum. Ini harus segera dihenti- 
kan. Tetapi yang jauh lebih mena- 
kutkan adalah jika ini menyulut 
peristiwa seperti pernah terjadi di 
Ambon, beberapa waktu lalu. 

Kiranya peristiwa-peristiwa 
berdarah yang pernah menimpa 
negeri ini, menjadi bahan pela- 
jaran bagi segenap rakyat, dan 
pemerintah pun segera sadar 
untuk memberikan perlindungan 
kepada rakyat yang teraniaya. 
Tindak tegas perusuh. Hukum 
mereka sesuai ketentuan dan 
peraturan yang berlaku. Ini akan 
membuat semua pihak jera dan 
berpikir jika ingin berbuat tindak 
anarkis. 

L. Sitorus 

Medan 

Sadarlah, wahai pemimpin 

PERISTIWA-peristiwa tragis 
yang menimpa gereja selama be- 


pidato Presiden SBY di Kupang. 

Tetapi ada yang berpendapat 
bahwa pernyataan Presiden ten- 
tang urgennya membubarkan 
ormas yang sering dikaitkan 
dengan berbagai kerusuhan itu 
belum jelas. Bahkan Permadi, 
seorang politikus senior, me- 
nyatakan bahwa pernyataannya 
itu harus diterjemahkan sendiri 
oleh Kepala Negara, supaya ti- 
dak membuat rakyat bingung. 

Dan seperti diperkirakan sebe- 
lumnya, hari berganti minggu, 
bulan Maret sudah kita masuki, 
gaung dari pernyataan itu su- 
dah mulai menghilang. Kecaman 
dan kutukan agar ormas anarkis 
dibubarkan, nyaris sudah tidak 
terdengar lagi akhir-akhir ini. Di- 
perkirakan suara-suara keras itu 
baru akan kembali menggema jika 
aksi-aksi serupa terulang lagi, un- 
tuk kemudian hilang lagi. Tetapi 
kita wajib mendoakan agar peris- 
tiwa Cikeusik dan Temanggung 
adalah yang terakhir di negeri 
ini, bahkan di seluruh dunia jan- 
gan ada lagi kekerasan atas nama 
agama, sebab ajaran agama yang 
benar adalah membawa damai 
bagi semua umat manusia. Agama 
adalah rahmat bagi alam semesta. 
Semoga semua pihak sadar bah- 
wa Tuhan menciptakan manusia 
untuk saling mengasihi, bukan 
untuk saling menghabisi. ❖ 


berapa tahun belakangan, sep- 
ertinya sudah tidak bisa ditolerir 
lagi. Apalagi pemerintah kelihat- 
annya "tenang-tenang" saja. Ti- 
dak melakukan langkah konkrit 
agar peristiwa serupa terulang 
lagi. Ada kesan terjadi pembiaran. 

Benarkah pemerintah sengaja 
membiarkan aksi-aksi brutal dan 
sadis itu terjadi? Bisa saja, se- 
bab pemerintah ingin kasus-kasus 
yang selama ini bergulir terlupa 
oleh aksi-aksi biadab yang terus- 
terus terjadi itu. 

Coba bayangkan, saat ini kasus 
Bank Century belum jelas ke mana 
arahnya. Lalu penyelesaian kasus 
rekening gendut beberapa perwi- 
ra polri yang juga belum memuas- 
kan masyarakat luas. Saat ini 
kasus Gayus masih saja bergulir 
tanpa ada kejelasan tentang sia- 
pa pelaku kelas kakap yang akan 
ditangkap. Lalu rekening yang ti- 
dak masuk akal jumlahnya, yang 
dimiliki oleh mantan pejabat pun 
belum pasti bagaimana hukuman- 
nya. 

Lalu, apakah kasus-kasus itu 
hendak dibenamkan dengan men- 
gorbankan jiwa sekelompok raky- 
at? Apakah para koruptor, pencuri 
uang negara itu hendak dilindungi 
dengan menumbalkan warga mi- 
noritas? Kejam dan sadis sekali! 
Apakah stabilitas negara dan per- 
lindungan terhadap warga negara 
harus terabaikan demi menjaga 
kelanggengan takhta penguasa? 

Semoga Tuhan membukakan 
pintu hati para pemimpin agar 
rela mengorbankan jabatan dan 
kedudukan demi membela ke- 
benaran yang sejak lama tereng- 
gut dari pihak yang lemah. 

Lu si e Tan 

Batam 



1 - 31 Maret 201 1 


Penerbit: YAPAM A Pemimpin Umum: Bigman Sirait Wakil Pemimpin Umum: Greta Mulyati Dewan Redaksi: Victor Silaen, Harry Puspito, Paul Maku- 
goru Pemimpin Redaksi: Paul Makugoru Staf Redaksi: Jenda Munthe Editor: Hans PTan Sekretaris Redaksi: Lidya Wattimena Litbang: SlametWi- 
yono Desain dan Ilustrasi: Dimas Ariandri K. Kontributor: Harry Puspito, AnAn Sylviana, dr. Stephanie Pangau, Pdt. Robert Siahaan, Ardo Iklan: Greta 
Mulyati Sirkulasi: Sugihono Keuangan: Distribusi: Iwan Agen & Langganan: Inda Alamat: Jl. Salemba Raya No.24 A- B Jakarta Pusat 1 0430 Telp. Re- 
daksi: (021) 3924229 (hunting) Faks: (021) 3924231 E-mail: redaksi@reformata.com, usaha@reformata.com Website: www.reformata.com, Rekening 
Bank:CIMBNiaga Cab. Jatinegara a. n. Reformata, Acc:296-01 .00179.00.2, BCACab. Sunter a. n. YAPAMAAcc: 4193025016 (Kirimkan saran, komentar, 
kritik anda melalui EMAIL REFORMATA) ( Isi di Luar Tanggung Jawab Percetakan) ( Untuk Kalangan Sendiri) (Klik Website kami: www.reformata.com) 


REFORMATA 



|ire/orma5I 


EDISI 137 Tahun IX 1 -31 Maret 2011 


Laporan Utama 



Rusuh Temanggung 

Tiga Gereja Dirusak Massa 


TIGA gereja, satu sekolah Kris- 
ten dan kantor polisi dirusak mas- 
sa. Mereka kecewa karena penista 


oleh pengadilan. 

S EPERTI dalam sidang-sidang 
sebelumnya, suasana persi- 
dangan kasus pelecehan agama 
yang dilakukan Antonius Richmond 
Bawengan berlangsung tegang. 
Ketegangan mulai terlihat di seki- 
tar gedung Pengadilan Negeri 
Temanggung sejak pukul 07.00 
WIB, Selasa (8/2) silam. Puluhan 
polisi bersenjata lengkap dan di- 
perkuat dua kendaraan taktis serta 
baracuda sudah bersiaga. 

Pukul 09.30, sidang segera dige- 
lar. Sejumlah besar massa masuk 
ke ruangan sidang untuk mengi- 
kuti jalannya sidang. Sementara 
massa yang mengenakan atribut 
ormas tertentu juga terkonsen- 
trasi di depan gedung pengadilan 
yang terletak di Jalan Sudirman, 
Temanggung, Jawa Tengah itu. 
Ketegangan mewarnai wajah mer- 
eka. 

Sesaat setelah Jaksa Siti Mah- 
anim menuntut Antonius dengan 
hukuman lima tahun penjara, mas- 
sa dalam ruangan sidang tampak 
mulai gelisah. Meskipun menurut 
pasal 156 KUHP tentang penistaan 
agama, hukuman yang dikenakan 
pada Antonius adalah hukuman 
yang maksimal, massa tak puas. 
Sebagai penoda agama, massa 
menuntut agar dia dihukum mati. 


Kegelisahan dan kemarahan 
massa itu, seperti dikatakan FUIB 
(Forum Umat Islam Bersatu) dalam 


kan oleh beberapa ulama, antara 
lain KH. Syihabuddin (pengasuh 
pondok pesantren di Wonoboyo) 
dan KH. RofTI (pengasuh pondok 


pesantren di Kemuning). 

Tiga puluh menit kemudian, si- 
dang dilanjutkan dengan agenda 
pembacaan vonis, tanpa pleidoi 
terlebih dahulu. Hakim Dwi Dayan- 
to memutuskan lima tahun penjara 
sesuai tuntutan jaksa. Saat hakim 
hendak mengetok palu, pengun- 
jung sidang mengamuk. Massa 
yang berada di dalam ruangan si- 
dang langsung menyerbu terda- 
kwa. Dengan cepat, polisi men- 
gamankan terdakwa dan majelis 
hakim. Polisi membawa Antonius 
dalam kendaraan baracuda. 

Emosi para pengunjuk rasa di 


luar pengadilan tersulut. Mer- 
eka melempari pengadilan dengan 
batu. Kondisi itu semakin tidak terk- 
endali ketika semakin banyak mas- 
sa merapat ke gedung pengadilan. 
Mereka bahkan melakukan pem- 
bakaran. Kaca-kaca jendela pecah, 
sebagian tembok PN Temanggung 


rusak. Bahkan, satu truk pengen- 
dali massa (dalmas) milik polisi di- 
bakar. 

Sekitar pukul 10.20 WIB, ratu- 
san personel Brigade Mobil berha- 
sil memaksa massa mundur hingga 
tercerai-berai. Ternyata, massa 
yang masih tersulut emosi, melam- 
piaskan ketidakpuasan dengan 
merusak tiga gereja, yakni Bethel 
Indonesia yang terletak di jalan 
Soepeno, Gereja Pantekosta dan 
Gereja Katolik Santo Petrus dan 
Paulus. Sekolah Sekhinah yang 
ada di kompleks gereja Bethel juga 
dibakar. 


Diprovokasi 

Cerita agak berbeda datang dari 
FUIB (Forum Umat Islam Bersatu). 
Menurut salah satu pengurus FUIB 
Edy Tumiarso, awalnya massa ter- 
provokasi karena ada beberapa 
orang yang melarang wartawan 
maupun warga menggunakan ka- 


mera. "Juga karena terjadi insiden 
pemukulan yang dilakukan polisi/' 
kata Edy. 

Suasana pun makin ricuh. Aksi 
pecah kaca pun kemudian terjadi. 
"Kali ini dilakukan oleh orang tidak 
dikenal. Lalu disusul pembakaran 
ban bekas di lingkungan Pengadilan 
Negeri," tulis FUIB. Suasana semakin 
panas ketika gas air mata diarahkan 
di hadapan tokoh-tokoh agama dan 
kiai yang sedang melihat jalannya si- 
dang. Apalagi ketika kemudian disu- 
sul dengan suara tembakan yang, 
menurut FUIB, tidak didahului oleh 
tembakan peringatan. 


Akibatnya, sembilan orang dilari- 
kan ke rumah sakit. Menurut FUIB, 
kejadian menjadi semakin men- 
jadi-jadi ketika putera Pondok Al- 
Munawwar Kertosari jatuh terkena 
tembakan dan diisukan meninggal. 
Di luar PN, polisi mengejar-ngejar 
pengunjung, bahkan juga merusak 
sepeda motor pengunjung. 

Menurut FUIB, ada kelompok 
orang tak dikenal yang terus mem- 
provokasi massa untuk melakukan 
perusakan dalam skala yang lebih 
besar. Di depan BPR Surya Yudha, 
sekelompok orang itu mengajak 
massa untuk melanjutkan aksi ke 
Parakan, dan membakar gereja. 
Provokator serupa juga ada di sebe- 
lah barat. Sambil mengatakan, "mu- 
nafik!" kepada orang-orang yang ti- 
dak mau mengikuti mereka. Mereka 
terus mengajak massa membakar 
gereja. "Massa diam, tidak berger- 
ak mengikuti mereka. Namun be- 
berapa saat kemudian pembakaran 
benar-benar terjadi. Tidak diketahui 
siapa kelompok yang membakar ge- 
reja tersebut," tulis FUIB. 

Bupati Temanggung, Jawa Ten- 
gah Hasyim Affandi yakin kerusuhan 
dilakukan oleh orang luar Temang- 
gung. "Selama ini di Temanggung 
tidak ada masalah seperti ini. Ke- 
hidupan antarumat beragama juga 
tidak apa-apa. Semuanya adem-ay- 
em. Seperti halnya dulu teroris yang 
tertangkap dan mati di Temang- 
gung itu juga orang luar/' ujarnya. Ia 
menegaskan, kasus ini terjadi pada 
pribadi terpidana Antonius R. Bawen- 
gan, bukan antara orang Islam dan 
Kristen. Ia meminta masyarakat un- 
tuk tidak terprovokasi. "Temanggung 
hanya jadi ajang saja. Tapi pelaku- 
nya bukan dari orang daerah sini," 
tandas Hasyim. 

j£rPaui Makugoru/dbs. 


agama tidak divonis hukuman mati siaran persnya, sempat ditenang- 





TELKOMSEL 


Kini pelanggan Telkomsel bisa mengakses 
layanan Pdt. Gilbert Lumoindong dengan mudah. 

Ketik £122& lalu tekan OK/SEI^D^^^ 

Setelah mendapat balasan/ 

ketik 2 lalu tekan OK/SEND . 


Layanan yang tersedia: 

Renungan Adam, Renungan Hawa, 
Moving Bible, Family, 

Tips Pacaran, Iman, 

Wallpaper, 

Truetone & NSP 


4F122# 

•• 'V * . -f 


iTAT T y ¥ 


www.TitTatTut.com 


Bersaksi itu tidak sulit... Ganti nada tunggu/sambung Anda dengan sebuah lagu rohani 
favorit Anda, maka Anda bisa 'bersaksi' saat teman/saudara Anda mendengarkan lagu 
rohani favorit Anda sambil menunggu Anda menjawab panggilan teleponnya. 



jjk jm 



Khusus Pelanggan Telkom Flexi : 

Kini Anda dapat mengakses layanan Kristiani kami 
dengan lebih mudah. Cukup ketik NASRANI kirim ke 2525 

Untuk memilih kategori atau mengaktifkan layanan, balas SMS 
yang Anda terima dengan mengetik nomor yang dipilih. 


Layanan kami yang tersedia: 

(1) Mobile Alkitab: 

(4) Jesus Sayings 

(5) Moving Bible 

(3) Doa: 

(3) Pokok Doa Jaringan Doa Nasional 
(5) Tiang Iman: 

(4) Pdt. Simarmata - HKBP 

(5) Otto & Geizler - Papua 

Contoh: 

Untuk mengaktifkan Moving Bible, balas SMS dengan 
mengetik 1. Setelah menerima SMS, balas lagi dengan 
mengetik 5 


GE3SS”, «23|§ ©larijempol 


m.JariJempol.oom 


Mencari dan mendownload RBT 
kini bisa lebih mudah. 

Lihat "Top Hits" atau cari judul lagu 
atau nama artis, lalu klik pilihanmu.. 
Beres.. 


) Untuk download aplikasi ini secara gratis, 
kunjungi rn.jarijempol.com dari HPmu. 


■ 3 I ■ DAGUARIUS V 


PT. INDO SEMAR SAKTI 


M\ 


Telkomsel Kode 
Flexi,Esia,3 

Artist Axis,Smart Indosat 


NEW RELEASE 


Ajaib Tuk Dimengerti IwanAng 

Ajarkan KasihMu Reynaldi HGSC 

Aku Punya Idola Fera Daniel 

Anugrah Andreas Christianto 

Bagai Rajawali Terbang Tinggi Susi Christianti 

Bahagia Karenamu Ecclesia VG 

Bangkit Jadilah Terang Symphony Music Team 
Bapa Yang Mengasihiku Susi Christianti 


9 Berkahing Gusti 

10 Bersoraklah Bagi Dia 

11 Bersukacitalah 

12 Bersyukur Memujimu 

13 Bukan Basa-Basi 

14 DekatMu Tuhan 

15 Doa Bapa Kami 

16 Eli - Eli lama Sabathani 

17 Engkau Peduli 

18 Gusti Allah Katresnanku 

19 Gusti Dadi Duwekku 

20 Haleluya Puji Hu 

21 Hanya Yesus Yang Mampu 

22 Hatiku Percaya 

23 Hidupku DitanganMu 

24 JejakMu Tuhan 

25 Jiwaku Bersuka 

26 Juru S'lamatku 

27 KasihMu Setiap Hari 

28 Kau Menangkan Hatiku 

29 Kaulah Hidupku 

30 Kaulah Pengharapanku 

31 Kekasih Hatiku 

32 Ku Angkat Tanganku 

33 Ku Cinta Kau 

34 Ku Kuat 

35 Kuditebus 

36 Kuingin Setia Padamu 

37 Kupercaya 

38 Kurindu UrapanMU 


Prastawa Akli Sugara 
Pdm. Altjin Wijaya 
Johanes Rusli 
Pdm. Eunike Merry 
Authentic 
Authentic 
Symphony Music Team 
Pdt. Silfani, So 
Maxi Makailipessy 
Prastawa Akli Sugara 
Prastawa Akli Sugara 
Evy Kusumawati 
Pdt. Hengky, So 
IwanAng 
Alex Kembar 
Vanessa S.Go 
Olga Victoria 
IwanAng 
Alex Kembar 
Sophie , Lea, Tma 
Fransiska HGSC 
IwanAng 
Ellya Tjandra Oemar 
IwanAng 
Symphony Music Team 
Symphony Music Team 
Johanes Rusli 
Bobby 

Petrus Budi Prasetyo 
Fera Daniel 


39 Lebih Dari Yang Dapat Kupercaya Lusy 

40 Lord I Love You Symphony Music Team 

41 Love God Love One Another Edo 

42 Mengalirlah Kuasa Roh Kudus Susi Christianti 


43 MengandalkanMu 

44 Nyanyian Pengharapan 

45 Nyata Di Hidupku 

46 OnlyYou 

47 Panglipuring Ati 

48 PermataMu 


Ruth Nelly HGSC 
BPCC 
IwanAng 
BPCC 

Prastawa Akli Sugara 
Evy Kusumawati 


2360743 

2362661 

2360452 

2363784 

2360550 

2362668 

2360436 

2360549 

2362673 

2362671 

2360249 

2362666 

2361043 

2361045 

2360441 

2362665 

2365140 

2362672 

2362677 

2368393 

2362664 

2360698 

2362670 

2361056 

2361048 

2360697 

2362669 

2360427 

2362655 

2360744 

2369696 

2360741 

2360437 

2360435 

2360248 

2360428 

2360443 

2360453 

2362643 

2360440 

2362660 

2360559 

2362652 

2360561 

2360696 

2360562 

2362675 

2368395 


1812116 

1812063 

1812124 

1812110 

1811432 

1812056 

1811843 

1811431 

1812053 

1812054 

1811652 

1812059 

1811316 

1811314 

1811839 

1812058 

1811636 

1812052 

1812047 

1812045 

1812062 

1812117 

1812055 

1812068 

1811517 

1812120 

1812057 

1811615 

1811787 

1812112 

1811834 

1812114 

1811844 

1811845 

1811653 

1811616 

1811317 

1812121 

1811648 

1811838 

1812065 

1811420 

1811622 

1811660 

1812119 

1811658 

1812050 

1812043 


10906061 

10906028 

10906072 

10906075 

10905703 

10906035 

10905961 

10905702 

10906040 

10906038 

10905919 

10906033 

10905806 

10905808 

10905966 

10906032 

10905911 

10906039 

10906044 

10906045 

10906031 

10906057 

10906037 

10906021 

10905834 

10906056 

10906036 

10905715 

10905934 

10906062 

10905984 

10906059 

10905962 

10905960 

10905918 

10905716 

10905798 

10906073 

10905922 

10905965 

10906027 

10905712 

10905931 

10905900 

10906055 

10905901 

10906042 

10906047 


426074341 
426266141 
426045241 
426378441 
426055041 
426266841 
426043641 
426054941 
426267341 
426267141 
426024941 
426266641 
426104341 
426104541 
426044141 
426266541 
426514041 
426267241 
426267741 
426839341 
426266441 
426069841 
426267041 
426105641 
426104841 
426069741 
426266941 
426042741 
426265541 
426074441 
426969641 
426074141 
426043741 
426043541 
426024841 
426042841 
426044341 
426045341 
426264341 
426044041 
426266041 
426055941 
426265241 
426056141 
426069641 
426056241 
426267541 
426839541 , 


r 

No. Judul 

Telkomsel 
Flexi,Esia,3 
Artist Axis,Smart 

Kode 

Indosat 

i Nada 
XL 

\ 

Mobile-8 

49 Pilihan Terbaikku 

Olga Victoria 

2361050 

1811516 

10905836 

426105041 

50 Pribadi Yang Mengenal Hatiku 

BPCC 

2360565 

1811656 

10905904 

426056541 

51 Rasa Syukurku 

Andreas Christianto 

2363783 

1812111 

10906074 

426378341 

1 52 Ratapan 3 Pongki, Lea, Angel, Jeffry 

2360426 

1811618 

10905714 

426042641 

53 Rumah Bapa 

Pongki Barata 

2360425 

1811617 

10905713 

426042541 

54 Senangkan Tuhan 

Haleluya Kids 

2362663 

1812061 

10906030 

426266341 

55 Setia 

Symphony Music Team 

2360439 

1811842 

10905964 

426043941 

56 S'gala Puji S'gala Hormat 

S.A. Rustanto 

2365327 

1811127 

10905720 

426532741 

57 Slalu MemujiMu 

Lusy 

2362645 

1811643 

10905924 

426264541 

58 Syukuri 

Olga Victoria 

2361052 

1811513 

10905839 

426105241 

59 Terima Kasih 

Authentic 

2361044 

1811313 

10905807 

426104441 

60 Terima Kasih Bapa 

Evy Kusumawati 

2368397 

1812042 

10906049 

426839741 

1 61 This Is Our Church Imelda Margaret K., S.A. Rustanto 

2365332 

1811120 

10905725 

426533241 

62 Tuhan Lawatlah UmatMu 

Symphony Music Team 

2360434 

1811846 

10905959 

426043441 

63 Tuhan Perlindunganku 

Olga Victoria 

2361049 

1811515 

10905835 

426104941 

64 Yesus Aku Percaya 

Imam Prakoso 

2362656 

1811783 

10905935 

426265641 

65 Yesus Idolaku 

Fera Daniel 

2360451 

1812123 

10906071 

426045141 

66 Yesus Kau Harapan 

Olga Victoria 

2361051 

1811514 

10905837 

426105141 

67 Yesus Memiliki Aku 

Ellya Tjandra Oemar 

2369695 

1811836 

10905983 

426969541 

68 Yesus Penolongku 

Ellya Tjandra Oemar 

2369697 

1811835 

10905985 

426969741 

69 Yesus Perlindunganku 

IwanAng 

2360742 

1812115 

10906060 

426074241 

HITS 

70 12 Murid Yesus 

Kevin & Karyn 

2363310 

1803841 

10901131 

426331041 

71 Allah Peduli 

Nikita 

2360331 

1800734 

10900203 

426033141 

72 Bapa Engkau Sungguh Baik 

Ev Bambang Irwanto 

2360539 

1809235 

10904766 

426053941 

73 Bapa Yang Kekal 

Franky Sihombing 

2360326 

1800716 

10900185 

426032641 

74 Besar SetiaMu 

SamuelAFI 

2361515 

1800960 

10900368 

426151541 

75 Bila Kau Yang Membuka Pintu 

Frans Sisir Rumbino 

2364770 

1807575 

10903770 

426477041 

76 Di Doa Ibuku 

SamuelAFI 

2361513 

1800958 

10900366 

426151341 

77 Dia Mengerti 

Franky Sihombing 

2369599 

1805408 

10902234 

426959941 

78 Dia Mengerti (keroncong) Anastasia Astutie, Mus Mujiono 

2361584 

1807317 

10903662 

426158441 

79 Engkau Alasan Ku Hidup 

Jacqlien Celosse 

2364792 

1807566 

10903802 

426479241 

80 Hari Ini Harinya Tuhan 

Chella Lumoindong 

2362537 

1805870 

10902556 

426253741 

81 Hati Hamba 

Sari Simorangkir 

2363601 

1801708 

10900623 

426360141 

82 Jalan Tuhan 

VG YERIKHO 

2364508 

1808087 

10903887 

426450841 

83 Jam Kehidupan 

VG YERIKHO 

2364509 

1808084 

10903888 

426450941 

84 JanjiMu Seperti Fajar 

Franky Sihombing 

2360307 

1800682 

10900101 

426030741 

85 KasihMu Tiada Duanya 

SamuelAFI 

2361514 

1800959 

10900367 

426151441 

86 Kaulah Harapan 

Sari Simorangkir 

2363628 

1806474 

10902935 

426362841 

87 Ku Hidup BagiMu Sari Simorangkir, Sidney Mohede 

2363726 

1802888 

10900880 

426372641 

88 Ku Kagum PadaMu 

Boanerges 

2364708 

1804828 

10901805 

426470841 

89 Mengalirlah Kuasa Roh Kudus 

Ev. Bambang Irwanto 

2360542 

1809233 

10904769 

426054241 

90 Mujizat Pasti Terjadi 

Wawan Yap 

2362533 

1805845 

10902552 

426253341 

91 Pelangi Sehabis Hujan 

Nikita 

2364015 

1803623 

10901004 

426401541 

92 Sentuh Hatiku 

Albert Fakdawer 

2360964 

1804972 

10901926 

426096441 

93 Sentuh Hatiku 

LisaA.Riyanto 

2369005 

1805709 

10902281 

426900541 

94 Seperti Yang Kau Ingini (Org.SoundTrack) Nikita 

2360329 

1800732 

10900201 

426032941 

95 Tetap Cinta Yesus 

Kevin & Karyn 

2363308 

1803091 

10900922 

426330841 

J (96 WonderfulDay 

Damai AFI Junior 

2361521 

1803017 

10900910 

42615214/ 


f 

PETUNJUK AKTIVASI & TARIF 

T 

Nada Tunggu/Sambung dapat diaktifkan pada SEMUA JENIS HANDPHONE tanpa setting khusus. 

■'m TELKOMSEL F L<CX\ 

\ indosat 


%esia 

r>)niob7/e8 


Ketik : RING <spasi>SUB<spasi>Kode Nada 

Ketik : SET<spasi>Kode Nada 

Ketik : Kode Nada 

Ketik : RING<spasi>Kode 

; Ketik : RINGGO<spasi>SET<spasi>Kode Nada 

Kirim ke : 1212 

Kirim ke : 808 

Kirim ke: 1818 

Kirim ke : 888 

: Kirim ke: 2525 


Contoh : RING SUB 2360743 

Contoh : SET 1812116 

Contoh : 10906061 

Contoh : RING 2360743 

; Contoh : RINGGO SET 426074341 

Untuk memberikan nada sambung ke teman, 

Untuk memberikan ke teman, 

Untuk memberikan ke teman, 




Ketik : RING<spasi>GIFT<spasi>Kode Nada 

Ketik : GIFT<spasi>Kode lagu 

Ketik : GIFT<spasi>No teman 


AXIS# 


<spasi>No HP teman 

<spasi>No HP teman 

<spasi>Kode lagu 


Kirim ke : 1212 

Kirim ke : 808 

Kirim ke: 1818 

Ketik : RBT<spasi>Kode 

Ketik : ON<spasi>Kode 

Ketik : Kode Nada 

Tarif: KartuHALO Rp. 9000/bulan, SimPATI/KartuAS Rp. 9900/bulan, Flexi Rp. 8000/bulan, XL & Indosat download Rp. 7000/lagu, 

Kirim ke : 1212 

Kirim ke : 333 

Kirim ke : 2525 

1 langganan Rp. 5500/bulan, Axis, 3, Smart Rp. 7000/lagu/bulan, Esia & Mobile-8 Rp.9000/lagu/bulan (Belum termasuk Ppn10%) 

Contoh : RBT 2360743 

Contoh :ON 2360743 

Contoh : 2360743 

y 


REFORMATA 






Laporan Utama 


EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


iRE/QRMAT^ 


Sekte Evangelis 
Penabur Bara Kemarahan? 

Sekte evangelis dianggap sebagai pemicu kerusuhan Temanggung. Melalui brosur dan traktat, mereka memicu kemara- 
han agama iain. Mengapa kemarahan itu berbuah kekerasan? 



Romo Benny Susetyo dan Dr. Azyumardi Asra 


B ANYAK pihak melihat peristiwa 
Temanggung sebagai upaya 
untuk mengalihkan perhatian ma- 
syarakat dari kasus-kasus besar 
yang menjadi sorotan media - se- 
but misalnya kasus rekening gen- 
dut perwira polisi, kebohongan 
Presiden dan kasus Bank Century. 
Pihak-pihak yang merasa tersudut- 
kan dan tersangkut kasus-kasus 
itu lalu memantik kerusuhan agar 
masyarakat melupakan kasus mer- 
eka. Dan yang paling gampang 
dan efektif menjadi alat provokasi 
adalah masalah agama. "Modalnya 
cukup dua botol minyak tanah saja. 
Yang satu Anda gunakan untuk 
bakar gereja, yang lain untuk ba- 
kar masjid. Sesaat saja, Anda akan 
melihat terjadinya konflik horizontal 
dalam skala besar" kata KH. Hasy- 
im Muzadi, mantan ketua PB Nahd- 
latul Ulama. 

Terlepas dari adanya rekayasa be- 
sar di balik peristiwa Temanggung 
itu, kerusuhan itu sendiri berawal 
dari ketidakpuasan warga atas hu- 
kuman yang dijatuhkan atas An- 
tonius R. Bawengan yang dituduh 
telah melakukan pelecehan terhadap 
agama Islam, juga Katolik. Melalui 
dua buah buku kecilnya yang beijudul 
"Ya Tuhanku, Tertipu Aku!" (60 hala- 
man) dan "Saudara Perlukan Spon- 
sor" (35 halaman), warga perumahan 
Pondok Kopi Rt 001 RW 009 Kelurah- 
an Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta 
ini dinilai melakukan penghinaan ter- 
hadap kedua agama tersebut. "Dia 
tidak hanya menodai umat Islam. Tapi 
dia juga menodai umat Katolik karena 
menyerang keyakinan Katolik tentang 
Maria, tentang Ekaristi dan Sakramen- 
sakramen ," kata Romo Benny Susetyo 
Pr, Sekretaris Komisi HAAK (Hubun- 
gan Antara Agama dan Kepercayaan) 
KWI. 

Kedua buku itu mengutip ayat-ayat 
Al-Qur'an dan Injil dengan penafsiran 


semaunya dan 
manipulatif. Pada 
halaman 22 buku 
"Saudara Perlukan 
Sponsor" tertulis: 

"Allah pasti bukan 
Yang Maha Tinggi, 
sebab ajaran mor- 
al Allah kalah luhur 
dari hukum insani 
(manusiawi) yang 
menghukum para 
pembunuh siapa 
pun dia. Qur'an 
sendiri menunjuk- 
kan bahwa Allah 
adalah pakar tipu (QS. 3:54; 8: 30'; 
dll). Jadi, Allah serombongan dengan 
setan yang suka menipu, sewatak 
dengan orang kafir yang suka me- 
nipu." Pada buku "Ya Tuhanku, Ter- 
tipu Aku," selain berisi penghinaan 
terhadap Islam, juga ditemukan peni- 
staan terhadap Kristen. Misalnya hala- 
man 15 judul ke-7 "Umat Kristen Ter- 
tipu Juga" tertulis: "Janganlah Anda 
menyeru Tuhan yang benar dengan 
Allah yang jelas-jelas penipu." 

Sejarah panjang 

Meski sama-sama diserang, tapi 
reaksi antara umat Islam dan kris- 
tiani berbeda. "Sebenarnya umat 
Katolik juga merupakan korban 
penodaan itu, tapi umat Kato- 
lik menanggapi, ya sudahlah, itu 
orang gila," kata Romo Benny. 

Menurut dia, umat Katolik sudah 
sering mengalami penghinaan sep- 
erti itu. Umat sudah biasa dihina, 
baik melalui buku, bahkan buku 
berisi penghinaan dijual bebas. "Itu 
sudah biasalah bagi kami. Kita sa- 
dar, bahwa semakin kita bereaksi 
terhadap orang-orang seperti itu, 
akan semakin besar dia," katanya. 

Lalu mengapa reaksi atas peng- 
hinaan agama itu harus berbun- 
tut kekerasan, seperti terjadi di 


Temanggung? Menurut Prof. Dr. 
Azyumardi Azra, perbedaan tang- 
gapan itu diakibatkan oleh pen- 
galaman sosiologis, psikologis dan 
historis umat Katolik yang berbeda 
dengan umat Islam. "Mereka jauh 
lebih panjang menghadapi pe- 
nodaan dan penistaan seperti itu. 
Meskipun Nabi sendiri sudah me- 
miliki sejarah yang panjang juga 
dalam soal penodaan itu. Ma- 
salahnya kemudian ada hubungan 
dengan akumulasi ekonomi dan 
politik yang membuat umat Islam 
itu cepat marah. Meskipun kita tahu 
bahwa Nabi Muhammad itu tidak 
akan berkurang sedikit pun kemu- 
liaannya bila dihina," jelas mantan 
rektor Universitas Negeri Syarif Hi- 
dayatullah, Jakarta ini. 

Menurut Azyumardi, umat Islam 
cepat tersulut kemarahannya terkait 
juga dengan kemarahannya terha- 
dap Barat. "Kalau ada penistaan ter- 
hadap Islam atau Nabi Muhammad 
dianggap sebagai konspirasi Barat 
untuk menghancurkan Islam. Saya 
kira itu tidak sepenuhnya benar" 
katanya sembari menambahkan 
bahwa umat Islam tidak perlu over- 
reaktif terhadap penghinaan atau 
selebaran-selebaran yang menghi- 
na umat Islam atau menistai Islam. 


"Nabi Muhammad 
sendiri telah meng- 
hadapi penghinaan 
yang lebih dahsyat 
lagi," katanya. 

Sekte Evange- 
lis? 

Mencermati pola 
"penginjilan" yang 
dilakukan Atonius 
Bawengan, baik 
Romo Benny Su- 
setyo Pr., maupun 
Prof. Dr. Azumardi 
Azra menegaskan 
bahwa dia berasal dari kelompok 
sekte Evangelis yang sudah biasa 
melakukan "penginjilan" dengan 
melalui jalan pintas. "Dia itu bukan 
Katolik, dia Evangelis," kata romo 
Benny. Kelompok ini, katanya, se- 
lalu merongrong iman Katolik ten- 
tang Maria, terhadap Yesus dan 
Sakramen. "Di Amerika Latin, ban- 
yak sekali umat kami mengalami 
persoalan dengan kaum Evange- 
lis ini. Di Asia, itu tentu fenomena 
yang biasa," katanya. 

Yang salah dari kelompok ini, 
lanjut Romo Benny, adalah met- 
odologi "penginjilannya". Mereka 
selalu menggunakan apologetika 
yang berlebihan. "Ini fenomena 
macdonalisasi. Mereka mau cepat 
saji. Pendidikan mereka memang 
cepat, tiga bulan dididik lalu dicari 
ayat-ayat yang keras. Mereka tidak 
menggunakan kekerasan, karena 
mereka tidak memiliki kemampuan 
untuk itu. Mereka hanya menggu- 
nakan metode-metode membujuk 
orang. Ini tidak hanya terjadi di 
Indonesia , tapi juga di Asia dan 
Amerika Latin," terangnya. 

"Kelompok ini ditopang kekuatan 
kapital yang besar dari Amerika. Itu 
yang disebut American Based Evan- 
gelis. Mereka ini juga tidak berada 


di bawah Persekutuan Gereja- 
gereja di Indonesia (PGI). Mereka 
bergerak bebas. Mereka bergerak 
ke mana-mana, menyebarkan bro- 
sur-brosur yang menodai agama 
yang mapan, karena mereka anti- 
kemapanan ," kata Prof. Azyumardi 
Azra. 

Kelompok-kelompok radikal Is- 
lam maupun radikal Kristen (sekte 
evangelis), kata Azyumardi, perlu 
diajak untuk berdialog bersama 
dengan kelompok-kelompok main- 
stream. "Jangan kita hanya berdia- 
log dengan kelompok yang selama 
ini memang melakukan dialog," ka- 
tanya. 

Bukan Evangelis Indonesia 

Pernyataan bahwa kaum evan- 
gelis atau evangelical church yang 
menjadi penoda agama yang 
agresif di Indonesia ditepis Pdt. 
Nus Reimas M. Th. Menurut Ketua 
Umum PGLII (Persekutuan Gereja- 
gereja dan Lembaga-lembagan 
Injili Indonesia) ini, ungkapan itu 
keluar dari 

pemahaman yang keliru tentang 
gereja evangelis itu sendiri. Istilah 
itu, kata Pendeta Nus, muncul 
dalam masa pemerintahan Pres- 
iden Bush di AS. Kebetulan saat itu 
kaum evangelical menjadi pendu- 
kung utama pemerintahan Bush 
yang ternyata program-programnya 
sangat tidak ramah terhadap Islam 
dan akhirnya menimbulkan ketida- 
ksenangan dunia Islam terhadap- 
nya. 

"Istilah itu lalu menjadi populer 
di sini. Maksudnya sangat berbeda 
dengan aliran gereja-gereja ali- 
ran evangelis yang ada di Indo- 
nesia. Gereja-gereja evangelis di 
Indonesia tidak punya hubungan 
dengan gereja di Amerika, apalagi 
mendukung pemerintahan Bush," 
tegasnya. 

Antonius Bawengan, kata Nus, 
bukanlah orang Injili tapi man- 
tan Katolik yang kemudian masuk 
dalam aliran "pemuja" nama Yah- 
weh. "Kelompok ini menggugat 
LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) 
karena memakai nama Allah. Se- 
mentara gereja-gereja evangelis 
sangat mendukung LAI. Jadi sekte 
itu adalah sekte yang tidak masuk 
dalam PGLII maupun PGPI," kat- 
anya. Pau f Makugoru/dbs 


Peleceh Agama Itu 

Siapa pria yang melecehkan umat Islam, juga kristiani, melalui buku-bukunya dan akhirnya memicu kerusuhan Temanggung? 


P AGI 23 Oktober 2010, Bambang 
Suryoko, 60 tahun, warga Dusun 
Kenalan, Desa Kranggan, Kecamatan 
Kranggan, Temanggung, terpana 
melihat dua buah buku berukuran 
kecil yang terbungkus plastik di teras 
rumahnya, masing-masing berwarna 
hiru dan kuning. Awalnya, dia men- 
gira bungkusan itu adalah undan- 
gan. Namun setelah dibuka, ternyata 
dalam salah satu buku itu tertulis 
kalimat yang dia anggap melecehkan 
agamanya, Islam. Dia pun beru- 
saha mencari siapa yang meletakkan 
bungkusan buku itu. 

Seorang warga bernama Masrur 
memberi tahu bahwa buku itu beras- 
al dari seorang yang sedang berjalan 
keliling kampung dengan membawa 
tas. Belakangan, mereka mengen- 
alinya sebagai Antonius Richmond 
Bawengan yang sejak semalam men- 
ginap di rumah Lilik, saudara iparnya. 
Ada pun kedua buku itu, diketahui 
berjudul "Ya Tuhanku, Tertipu Aku!" 
(60 halaman) dan "Saudaraku Perlu- 
kah Sponsor" (35 halaman). 

Mereka mengejar Antonius dan 
membawanya ke rumah RT setem- 
pat, Fatkhurozi. Dia diinterogasi ter- 
kait maksud penyebaran buku itu. 
"Untuk menambah pengetahuan," 
kata Antonius, seperti ditirukan 


Bambang. Antonius pun diserahkan 
ke polisi yang dilanjutkan dengan 
pemeriksaan kepada yang bersang- 
kutan. 

Tiga hari kemudian, pria ber-KTP 
Jakarta ini ditahan di Polres Temang- 
gung. Ia dijerat dengan ketentuan 
pasal 156 huruf a KUHP (primer), 
dan pasal 156 KUHP (subsider), den- 
gan ancaman hukuman maksimal 
5 tahun. Tanggal 20 Januari 2011, 
persidangan kedua digelar di PN 
Temanggung dan berlangsung nyaris 
ricuh. Ribuan umat Islam Temang- 
gung mendatangi pengadilan untuk 
menghadiri sidang kasus penistaan 
agama atas Antoius. 

Pengunjung sidang menudingkan jari 
telunjuk ke arah terdakwa dan terus 
meneriakkan kalimat kecaman yang 
menyebut terdakwa merupakan teroris 
yang sebenarnya, sehingga harus di- 
bunuh atau dihukum mati. Seusai persi- 
dangan, massa langsung berhamburan 
berusaha menyerang terdakwa. Saat 
terdakwa keluar ruang sidang, Antonius 
langsung disasar sejumlah massa. An- 
tonius pun dipukuli sehingga wajah dan 
bahunya mengalami memar-memar. 
Namun polisi segera mengamankannya 
meninggalkan ruang sidang. 

Dalam persidangan keempat, saat 
membacakan putusan, pengadilan 


memutuskan lima tahun penjara dan 
karena tidak puas, terjadilah perusakan 
atas tiga gereja dan PN. 

Mantan Katolik 

Berdasarkan KTP yang dia miliki, 
pria berdarah Manado ini tinggal di 
Perumahan Pondok Kopi RT 01 RW 
09, Kelurahan Pondok Kopi, Deren 
Sawit, Jakarta Timur. Setelah diseli- 
diki, Antonius R. Bawengan adalah 
mantan umat Katolik, Paroki Santa 
Anna, Duren Sawit yang sudah lama 
meninggalkan keyakinannya. Tapi, 
meski di kolom agama dalam KTP- 
nya masih tertulis Katolik, Antonius, 
seperti dituturkan Bambang, men- 
gaku bila dia sudah lama mening- 
galkan Katolik. "Saya cuma percaya 
dengan Tuhan yang Mahaesa, itu 
saja," kata Bambang menirukan uca- 
pan Antonius. 

Robert Irvan, mantan tetangga 
Antonius di Paroki Santa Anna, Duren 
Sawit, mengaku bila Antonius adalah 
seorang Katolik yang karena ketida- 
kpuasan dan merasa terlalu pintar, 
akhirnya berpindah ke gereja lain di 
kawasan Tanah Abang. Dalam perte- 
muan-pertemuan lingkungan, Anto- 
nius selalu mengkritisi iman Katolik, 
tertutama mengenai Bunda Maria 
dan Orang Kudus, doa-doa liturgis 



Antonius R. Bawengan 

dan bahkan menihilkan arti Sakra- 
men Ekaristi. "Beliau selalu mere- 
sahkan umat lingkungan dengan si- 
kap dan argumen-argumennya yang 
melawan kekatolikan ," kata Robert. 

Kabar lain menyebutkan bahwa 
Robert adalah mantan manajer di se- 
buah bank swasta nasional ternama. 
"Dari dulu dia memang sudah sering 
membuat ulah," kata kawan sekan- 
tornya dulu. Kebiasaannya meng- 
utak-atik keyakinan orang lain itulah 
yang akhirnya menyeretnya ke balik 
terali besi. 

Seorang pastor dari Temanggung 
menginformasikan bila Antonius 
merupakan bagian dari aliran yang 
menolak pemakaian nama Allah. Ke- 
lompok inilah yang beberapa tahun 
terakhir menyerang LAI (Lembaga 


Alkitab Indonesia) 
untuk menggantikan 
nama Allah dengan 
Yahwe. 

Dari internet 

Menurut Kapolda 
Jawa Tengah Iijen 
Pol Edward Aritonang, 
saat diinterogasi poli- 
si, baik sebelum mau- 
pun setelah peristiwa 
8 Februari 2011, An- 
tonius mengaku suka 
mengambil bacaan 
dari internet kemudi- 
an membukukannya. 
"Hasilnya, ya buku, 
brosur dan selebaran yang ia sebar- 
kan tersebut," kata Edward. 

Beberapa karya Antonius di anta- 
ranya "Ya Tuhanku Tertipu Aku" "Se- 
lamatkan Diri dari Dajjal dan Kiamat" 
dan lain-lain. Dari pemeriksaan, seti- 
daknya ada 17 buku, brosur, dan sele- 
baran yang belum disebar. "Tidak jelas 
untuk apa ia menyebarkan buku, bro- 
sur, dan selebaran yang menebar ke- 
bencian itu. Ia hanya mengaku suka 
melakukannya," kata Edward dengan 
wajah serius plus jengkel karena tak 
mendapat jawaban yang mendalam. 

Dari hasil penelusuran, Antonius tak 
hanya menista agama Islam, tapi juga 
Kristen dan Yahudi. Itu jelas terlihat 
dari tulisan-tulisannya dalam buku, 
brosur, dan selebaran. "Katanya-kat- 
anya memang kasar" kata Edward. 

j^Pau! Makugoru/dbs. 


REFORMATA 




|;re/ormata| 


EDISI 137 Tahun IX 


Maret 201 1 


Laporan Utama 


Belajar dari 
Rusuh Temanggung 

Setelah rusuh Temanggung, banyak usul dilontarkan untuk menjahit kerukunan yang 
tercabik. Apa solusi pas agar rusuh bermotif agama tak terulang? 



Anita Wahid 

K ELEDAI pun tak akan jatuh di lu- 
bang yang sama. Peribahasa ini 
tampaknya tak mempan diterapkan 
dalam konteks relasi antarumat be- 
ragama di negeri ini. Selalu saja ada 
rusuh yang diakibatkan oleh ulah 
orang-orang yang menyebarkan 
"keyakinannya" dengan cara meny- 
erang keyakinan orang lain dengan 
tidak hormat. Selalu saja muncul 
orang-orang yang merasa diri se- 
bagai pemonopoli kebenaran dan 
merasa berhak untuk menghakimi 
orang lain dengan kekerasan. Selalu 
ada juga orang-orang yang melaku- 
kan kekerasan atas nama agama. 
Selalu saja ada "tangan-tangan" 
yang memainkan potensi konflik 


SARA untuk tujuan politiknya. 

Tampaknya, sebagai bangsa, kita 
memang tidak sungguh-sungguh 
belajar dari sejarah. Nyatanya, kita 
selalu terantuk dalam kasus-kasus 
yang sama. Apa saja yang bisa dipe- 
lajari dari kasus kerusuhan Temang- 
gung, Jawa Tengah? 

Hargai perbedaan 

Peristiwa Temanggung, menurut 
Pdt. Dr. Nus Reimas, memberikan 
pesan kepada kita untuk lebih meng- 
hargai perbedaan. "Perbedaan itu 
tidak boleh membuat kita untuk sal- 
ing sikut, apalagi saling meniadakan," 
kata Ketua Umum PGLII ini. Indone- 
sia merupakan negara multiagama. 


Pdt Dr. Nus Reimas 

Keindonesiaan adalah plural. Kondisi 
ini menuntut kepekaan dan suasana 
saling menghormati yang tulus dan 
kuat. "Banyak peristiwa tragis mun- 
cul karena ada upaya untuk menia- 
dakan atau menganggap kelompok 
lain salah atau tidak penting," kat- 
anya. 

Pesan kedua, semua pihak harus 
menghargai dan menghormati hu- 
kum. Memang, ada kesalahan yang 
dilakukan oleh Antonius Bawengan, 
terdakwa penista agama di Temang- 
gung, yang menurutnya ingin mem- 
bagi keyakinannya kepada orang 
lain. Caranya salah pula, karena 
membangkitkan ketersinggungan 
banyak pihak. Dan karena melang- 


gar hukum - penistaan agama - dia 
kemudian diajukan ke hadapan hu- 
kum dan kemudian dijatuhkan huku- 
man maksimal untuk pasal penistaan 
agama, 5 tahun penjara. 

Masalah muncul karena orang tidak 
menghargai hukum yang berlaku, lalu 
melakukan perusakan. "Kalau kita 
orang Indonesia ini makin berbudaya 
dan makin sehat, bagi semua yang 
melanggar hukum itu, biarkan hukum 
yang menindaknya. Jangan masyara- 
kat yang ambil alih," katanya. Ketika 
masyarakat ambil alih, semuanya jadi 
tak karuan. "Jadi perlu adanya pen- 
didikan bagi masyarakat supaya keti- 
daksukaannya pada sesuatu tidak 
mengantarnya untuk melakukan pe- 
rusakan," katanya. 

Tugas untuk mengeksekusi di la- 
pangan karena satu pihak melanggar 
ketentuan bukan adalah monopoli 
negara, bukan hak masyarakat. Bila 
ada orang yang melanggar keten- 
tuan hukum, biarkanlah negara yang 
bertindak. Bukan sekelompok orang 
yang mengatasnamakan agama ter- 
tentu. "Bila ada kelompok mau mer- 
ampas hak eksekusi negara, negara 
harus tegas. Jangan melakukan 
pembiaran," sambungnya. 

Penyelesaian dalam koridor hukum 
harus dikedepankan dalam hubun- 
gan antar-masyarakat. "Semua 
orang harus menahan diri. Bila tidak, 
akan terjadi dominasi mayoritas dan 
tirani minoritas," tuturnya. 

Tidak provokatif 

Benturan antara agama, sering 
pula dipicu oleh cara-cara penyeba- 
ran agama yang keliru. Di Indonesia, 
kata Nus, semua orang bebas untuk 
mempersaksikan keyakinannya. Ada 
hak dari Kristen maupun Muslim dan 
yang lainnya untuk menyatakan ke- 
benaran agamanya. "Perlu ada kede- 
wasaan. Dia menyampaikan sesuatu, 
saya dengar tidak apa-apa. Memang 
itu ajarannya dia. Kalau suatu saat 
saya tertarik dan mengubah keyaki- 
nan saya, itu juga tidak apa-apa. Jadi 


harus ada kedewasaan untuk ber- 
beda," kata Nus. 

Yang dilarang adalah ketika orang 
menyebarkan agamanya dengan 
cara provokatif, merangsang ket- 
ersinggungan dan dengan jalan 
kekerasan. "Bagi saya, Injil itu ka- 
bar baik. Kabar baik itu harus dis- 
ampaikan dengan cara-cara yang 
baik. Dalam teori komunikasi, nilai 
berita harus sama juga dengan ni- 
lai menyampaikannya. Kalau kabar 
baik disampaikan dengan cara tidak 
baik, jadinya malah merusak," kata 
Nus sambil menambahkan, ada dua 
bentuk pekabaran Injil, yaitu melalui 
kehadiran dan pewartaan atau pem- 
beritahuan. 

Menumbuhkan harapan 

Sementara itu, meskipun banyak 
pihak mensinyalir bahwa toleransi 
antaragama kian luntur, Anita Wahid 
tetap berpendapat bahwa toleransi 
antarumat beragama masih sangat 
kuat. "Hanya tertutup dengan frus- 
trasi," kata putri KH. Abdurrahman 
Wahid ini. Dalam kondisi yang serba 
berkekurangan dan tak jelas arah, 
masyarakat menjadi cepat capek 
dan marah. Masyarakat lalu men- 
cari pihak yang bisa dipersalahkan. 
Mau ke pemerintah tidak bisa, dan 
nyatanya tidak efektif. Lalu dibuat- 
lah "musuh" bersama. "Agama lain, 
terutama Kristen lalu dituduh sebagai 
penyebab kesusahan itu. Jadi orang 
diprovokasi dengan menggunakan 
energi agama," kata deputy director 
The Wahid Institute ini. 

Karena itu, untuk mengatasi ke- 
kerasan agama dan intoleransi, perlu 
meningkatkan tingkat kesejateraan 
masyarakat. Setiap komponen ma- 
syarakat, kata Anita, perlu menin- 
gkatkan standar hidup masyarakat. 
Bangkitkan semangat bahwa se- 
tiap orang bisa mengubah kondisi 
hidupnya. Kita harus membangkitkan 
harapan. "Perdamaian bangkit dari 
cinta pada manusia dan kemanu- 
siaan," katanya, jss P aul Makugoru 


Segera Lahir UU untuk 
Rangkul Semua Umat 



Imran M u cta r 

K ONFLIK antarumat beragama 
akhir-akhir ini semakin sering 
terjadi. Tentu belum lekang dari 
ingatan banyak orang tentang 
peristiwa HKBP Ciketing, tahun 
lalu, yang menyita perhatian ban- 
yak media. Konflik berkelanjutan 
itu akhirnya berujung pada peny- 
erangan terhadap seorang sintua 


dan seorang pendeta 
yang bersama pulu- 
han jemaat sedang 
berjalan menuju lahan 
kosong milik gereja, 
di mana mereka sedi- 
anya melangsungkan 
ibadah Minggu. 

Baru-baru ini kejadi- 
an yang lebih mem- 
prihatinkan terjadi di 
Tangerang, Banten, 
di mana sekelompok 
massa mendatangi ke- 
diaman para penganut 
Ahmadiyah. Terjadi 
bentrokan fisik yang 
berujung pada korban 
nyawa. Kejadian ber- 
bau SARA juga terjadi 
di Temanggung, Jawa 
Tengah, di mana ter- 
jadi ketidakpuasan 
atas hukuman yang diberikan 
kepada terdakwa kasus penista- 
an agama yang dianggap terlalu 
ringan. Ketidakpuasan tersebut 
berujung pada penyerangan dan 
perusakan terhadap gereja dan 
sekolah. 

Entah berapa kali lagi peristiwa 
semacam ini terus terjadi. Seba- 


gian masyarakat tentu merasa 
tidak aman untuk tinggal dan 
beribadah di negara yang kat- 
anya menganut paham demokrasi 
ini. Setiap kali terjadi kemelut, 
pemerintah hanya sebatas me- 
nyampaikan rasa prihatin. Pres- 
iden terus melakukan himbauan 
agar masing-masing pihak dapat 
menahan diri dari berbagai tinda- 
kan provokasi, namun di sisi lain 
warga meminta Presiden untuk 
memberikan keamanan dan rasa 
nyaman bagi setiap warga nega- 
ranya. Alih-alih ingin memberikan 
solusi konflik, pemerintah diang- 
gap lemah dalam melindungi war- 
ga negaranya. 

Berbagai kritikan terhadap 
pemerintah pun timbul baik itu 
dari kalangan akademisi, politisi, 
tokoh-tokoh agama maupun ma- 
syarakat awam. Pemerintah ditun- 
tut untuk memberikan solusi yang 
cepat dan tepat dalam menyele- 
saikan konflik yang mudah tersu- 
lut ini. Surat Keputusan Bersama 
3 Menteri (SKB 3 Menteri) yang 
selama ini diharapkan memberi- 
kan kontribusi dalam menjalin 
hubungan antarumat beragama 
dirasa tidak mampu menjadi wa- 


dah yang baik dalam mengatasi 
konflik yang terjadi. 

Untuk itu dirasa perlu untuk 
membuat sebuah undang-undang 
baru yang mampu merangkul 
semua umat beragama. Anggota 
Komisi VIII DPR, Imran Muchtar 
sempat mengemukakan bahwa 
sedang ada penggodokan untuk 
membuat sebuah undang-undang 
yang dapat merangkul semua 
umat beragama. 

Beberapa waktu lalu memang 
Komisi VIII DPR RI sempat me- 
manggil mantan Wakil Presiden 
RI Jusuf Kalla dan beberapa tokoh 
agama untuk dengar pendapat 
dengan mereka mereka. Saat di- 
tanyai mengenai hasil dari per- 
temuan tersebut, Imran menge- 
mukakan bahwa belum ada hasil 
yang begitu krusial dari perte- 
muan tersebut. Pertemuan terse- 
but ditujukan untuk mengumpul- 
kan pendapat dari setiap tokoh 
yang diundang. Menurutnya saat 
ini pendapat yang masuk ke Komi- 
si VIII masih merupakan kum- 
pulan data-data yang nantinya 
diperlukan. Ia mengakui bahwa 
saat ini Komisi VIII harus segera 
membentuk undang-undang 
kerukunan antarumat beragama. 
Menurutnya untuk membuat un- 
dang-undang tersebut jelas dibu- 
tuhkan masukan-masukan dari 
masyarakat. 

Anggota legislatif asal pemilihan 
Sumatera Utara ini juga menge- 
mukakan bahwa SKB yang ada 
sekarang bisa saja di dorong men- 


jadi undang-undang, agar lebih 
memiliki kekuatan hukum. Namun 
ia memiliki catatan tersendiri ter- 
kait hal ini. Menurutnya perlu ada 
pengkajian mendalam terhadap 
SKB ini, nantinya jika SKB menjadi 
undang-undang, tentu ada pen- 
gurangan dan penambahan. "Dis- 
empurnakan," ujar beliau. 

Berbagai agama dan kepercay- 
aan setiap orang jelas memiliki 
pandangan atau persepsinya ma- 
sing-masing. Menurutnya tentu 
tidak mungkin untuk menyatu- 
kan persepsi yang berbeda-beda 
tersebut, namun perlu dibuat 
rambu-rambu yang jelas terkait 
hal ini. Ia juga mengungkapkan 
bahwa nantinya undang-undang 
yang dibuat ini juga akan mem- 
beri rambu terhadap aliran-aliran 
kepercayaan tertentu yang bisa 
saja dianggap sebuah sekte. 
"Undang-undang ini mengatur 
hubungan umat beragama dan 
antarumat beragama, termasuk 
dengan sekte-sekte semacam Ah- 
madiyah" 

Inisiatif DPR untuk membuat 
undang-undang yang dapat men- 
gatur hubungan umat beragama 
dan antarumat beragama kiranya 
bisa menjadi solusi positif bagi 
polemik yang terjadi di negeri ini. 
Tentu masyarakat pun menunggu 
bagaimana hasil dari pembentu- 
kan undang-undang ini nantinya. 
Apakah memang dapat memfasili- 
tasi semua umat beragama atau 
hanya menguntungkan sebagian 
umat saja. ^Jenda Munthe 




REFORMATA 




Editorial 


EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


iRE/QRMAT^ 



Bukan Negara 

Victor Silaen 
(www.victorsilaen.com) 


Agama 


S ETELAH Tragedi Berdarah 
Cikeusik (6 Februari) dan Insiden 
Temanggung (8 Februari) terjadi, 
ndilalah saya merindukan kehadiran 
Gus Dur di tengah kita. Bukan dalam 
arti secara fisik, melainkan sosoknya 
sebagai pemimpin yang sangat hirau 
akan kebhinekaan Indonesia. Kini tak 
ada lagi pemimpin seperti dia; yang 
berani berseru lantang terhadap para 
preman anarkis yang selalu berteriak 
"Allahu Akbar" dalam setiap aksinya, 
yang sangat marah terhadap pihak 
mana saja yang berupaya membunuh 
pluralisme di negeri ini. 

Boleh jadi kalau dulu Gus Dur 
memimpin negara ini tuntas hingga 
lima tahun, bukan cuma Departemen 
Penerangan yang dibubarkannya, 
tetapi juga Departemen Agama. 
Sebab meski mengurusi agama, yang 
secara harafiah berarti "tidak kacau" 
(a + gama), namun departemen 
ini justru kerap menjadi bagian dari 
masalah. Bukankah departemen ini 
juga yang disinyalir sebagai salah 
satu lembaga negara terkorup? 
Yang memimpin departemen ini 
pun kerap tak mampu memerankan 
dirinya sebagai menteri bagi agama- 
agama yang ada di negeri religius ini, 
melainkan sebagai pemimpin yang 
sektarian. 

Terkait dengan Jamaah Ahmadiyah 
Indonesia (JAI) yang pekan-pekan 
terakhir ini menjadi tema utama dalam 
wacana publik, saya teringat ketika 
Surat Keputusan Bersama (SKB) 
Tiga Menteri tentang JAI sedang 
ramai disoroti. Salah satu pihak yang 
menolak dikeluarkannya SKB itu 
adalah Partai Damai Sejahtera (PDS). 
Menteri Agama Maftuh Basyuni saat 
itu bereaksi, yang intinya meminta 
agar pihak-pihak nonmuslim tidak ikut 
campur soal SKB tentang Ahmadiyah. 

Menanggapi pernyataan Menteri 
Maftuh Basyuni, Wakil Ketua 
Umum DPP PDS Denny Tewu 
menyatakan tak pernah dan tak 
akan mencampuri urusan internal 
agama mana pun, khususnya 
agama Islam. "Ini pernyataan resmi 
partai atau penjelasan kami untuk 
mengklarifikasi pernyataan salah 
satu anggota Fraksi PDS di DPR, 
Ibu Tiurlan Hutagaol, mengenai 


penolakan SKB terhadap Jemaat 
Ahmadiyah Indonesia," katanya saat 
itu, 14 Juni 2008. Menurut Denny, apa 
yang dilakukan PDS adalah sebatas 
mengkritisi inkonsistensi pemerintah 
terhadap hal ugen tentang sejumlah 
kasus pertentangan agama. 

Sebelumnya, 12 Juni 2008, dalam 
rapat keija tentang SKB Ahmadiyah 
di Komisi VIII DPR, anggota Fraksi 
PDS Tiurlan Hutagaol membacakan 
sikap resmi F-PDS yang menolak SKB 
pembubaran Ahmadiyah. Alasannya, 
SKB tersebut tidak memiliki dasar 
hukum dan menimbulkan berbagai 
penafsiran di kalangan masyarakat. 

Saat menanggapi pertanyaan 
anggota dewan, Maftuh 
Basyuni meminta kelom- 
pok nonmuslim untuk 
tidak mencampuri masalah 
Ahmadiyah. Sebab, menu- 
rut dia, orang di luar Islam 
tidak memahami masalah 
sebenarnya. Mendengar 
pernyataan Maftuh, Tiurlan 
yang juga Wakil Ketua 
Badan Kehormatan DPR 
ini langsung walk out dari 
rapat kena tanpa meminta 
izin kepada pimpinan 
sidang. 

Inilah hal yang ingin 
saya bahas. Terhadap per- 
nyataan Menteri Maftuh kita 
patut mempertanyakan : 
apakah masalah Ahma- 
diyah merupakan masalah 
bagi kelompok muslim saja? Apa 
paradigmanya dan bagaimana 
argumentasinya? Bukankah yang 
sesungguhnya dipersoalkan adalah 
SKB tentang Ahmadiyah yang di- 
anggap bertentangan dengan Pasal 
29 UUD 45, dan sama sekali bukan 
Ahmadiyah terkait aqidah Islam? 

Ada dua hal yang patut kita 
sesalkan. Pertama, bahwa seorang 
menteri sebagai pejabat tinggi negara 
tidak terbiasa mengedepankan dialog 
yang rasional dan argumentatif dalam 
rangka mencari solusi atas suatu 
masalah. Kedua, bahwa seorang 
pejabat tinggi negara tidak memiliki 
pemahaman yang benar atas jabatan 
yang disandangnya. Mestinya, di 
manapun seorang menteri agama 


hadir di ruang-ruang publik, ia harus 
sadar bahwa ia adalah pemimpin bagi 
agama-agama yang ada di Indonesia. 
Itu pun secara administratif saja, 
bukan secara substantif - sehingga 
ia tetap tak berhak mengintervensi 
ranah keyakinan agama-agama ter- 
sebut. Jadi, ia bukanlah seorang yang 
sedang mewakili umat muslim ketika 
ia sedang berapat keija dengan mitra- 
mitranya di DPR atau ketika ia sedang 
memimpin acara-acara seremonial 
keagamaan. 

Namun, alih-alih bersikap dan 
berpikir sebagaimana layaknya se- 
orang negarawan, Menteri Maftuh 
justru mengeluarkan pernyataan yang 


parsialistik "muslim dan nonmuslim". 
Tak sadarkah Maftuh bahwa ia berada 
di kabinet dan memimpin sebuah 
departemen dalam kapasitasnya 
sebagai salah satu pemimpin peme- 
rintahan dan bukan pemimpin umat? 
Tidakkah ia ditempatkan di posisi 
penting itu oleh Presiden Yudhoyono 
karena diasumsikan ia berwawasan 
nasionalis, yang karena itu niscaya 
senantiasa berpikir dan berbuat 
untuk kepentingan bangsa dan rakyat 
Indonesia? Jadi, bagaimana mungkin 
di hadapan para anggota dewan yang 
terhormat itu Maftuh mengatakan 
sesuatu yang menunjukkan kenaifan- 
nya? Kalau di hadapan anggota 
DPR saja begitu, bagaimana pula 
di hadapan kelompok-kelompok 


masyarakat yang juga turut 
mempersoalkan SKB Ahmadiyah? 

Pengganti Maftuh, Suryadharma 
Ali, tahun 2010 juga pernah menge- 
luarkan pernyataan bahwa Ahmadiyah 
sesat dan akan dibubarkan dalam 
waktu dekat. Saat yang lain, di 
tahun itu juga, ia bahkan menyebut 
Ahmadiyah itu haram. Sungguh 
sebuah statement yang provokatif 
dan menyulut kekerasan (condoning) 
terkait eksistensi JAI. Tak heran jika 
kemudian banyak pihak yang meminta 
Presiden Yudhoyono menegur salah 
satu pembantunya itu. Tercatat oleh 
Setara Institute, bahwa Suryadharma 
Ali selama memimpin Kementerian 
Agama memang nyaris 
tak memiliki prestasi yang 
kondusif bagi kebebasan 
berkeyakinan. 

Inilah yang sekali 
lagi patut kita sesalkan. 
Seharusnya semua warga 
negara Indonesia, apalagi 
seorang menteri agama, 
paham betul bahwa masa- 
lah JAI bukanlah semata 
masalah umat muslim. Ma- 
salah JAI adalah masalah 
kita bersama, yang meng- 
khawatirkan suatu saat 
kelak SKB serupa dapat 
juga menimpa umat 
agama-agama lainnya. 
Sebab, bukankah SKB 
9 Juni 2008 itu sudah 
menjadi preseden? Kalau 
pemerintah telah berani menerobos 
ranah yang sakral dengan cara 
mengintervensi JAI, apa alasannya 
mengatakan bahwa peristiwa serupa 
tak mungkin terulang di kemudian 
hari? Bukankah kelompok-kelompok 
sempalan (splinter groups) dari 
agama-agama yang ada di Indonesia 
ini cukup banyak? 

Atas dasar itulah, dengan berefleksi 
pada Tragedi Berdarah Cikeusik dan 
tragedi-tragedi serupa, harus disadari 
bahwa yang diperlukan sebagai solusi 
bukanlah merevisi SKB atau bahkan 
membubarkan JAI. Pemerintah 
sendiri perlu diingatkan bahwa 
keagamaan dan keberagamaan 
bukanlah domain negara yang boleh 
dijadikan urusannya. Indonesia 


bukanlah negara agama, sehingga 
negara harus menjaga jarak terhadap 
agama-agama. Umat beragama dan 
lembaga keumatannya bukanlah 
subordinat negara, sehingga karena 
itulah negara harus menghormatinya. 

Terkait itu para pemimpin seharusnya 
lebih banyak belajar agar paradigma 
mereka tak naif dan cara berpikir mereka 
imparsialistik. Mereka harus mampu 
memerankan diri sebagai negarawan 
sejati dengan etika kenegarawanan 
(the ethic of statemanship) yang benar. 
Setidaknya hal itu terpancar dalam 
dua hal ini: selalu merasa diri sebagai 
pemimpin dan pelayan bagi semua 
warga negara Indonesia. Atas dasar 
itulah maka sikap dan pikiran yang 
memandang dirinya sebagai wakil 
umat A atau B, dan yang menggolong- 
golongkan warga negara Indonesia 
sebagai umat agama A atau B, tak 
sekali-kali boleh hidup di dalam dirinya. 

Rakyat sendiri juga harus belajar 
untuk meningkatkan kemampuannya 
dalam bertoleransi, sehingga mampu 
mengapresiasi pelbagai perbedaan di 
tengah kehidupan bersama. Dalam 
rangka itulah etika sebagai warga 
negara (the ethic of citizenship) 
yang benar juga harus dipahami dan 
dihayati. Niscaya dengan demikianlah 
kita mampu memandang sesama 
warga negara Indonesia sebagai 
saudara sebangsa dan setanahair, 
dan bukan sebagai sesama seagama. 
Dengan itulah kita niscaya tak mudah 
terjebak untuk mengkategorikan 
orang lain sebagai "sesat" atau "kafir". 
Sebab, yang menjadi acuan kita di 
tengah kehidupan bermasyarakat 
semata-mata adalah hukum negara, 
dan bukan aqidah atau syariah agama. 

Kalau begitu maka rakyat pun 
jangan sekali-kali bertindak anarkis 
terhadap sesama dengan alasan apa 
pun, apalagi sambil mengucap "Allahu 
Akbar". Sebab sadarilah, kita tak 
pernah mendapat mandat dari-Nya 
untuk berbuat laknat. Yang diminta 
dari kita hanya ini: mengasihi sesama 
tanpa hiraukan latar belakangnya. 
Lagi pula, kalau kita paham bahwa 
Indonesia adalah negara hukum dan 
bukan negara agama, bukankah 
semua urusan penegakan hukum 
merupakan tanggung jawab aparat? 



Suryadharma AU. Tak kondusif. 



87.8 FM 

RADIO SUARA KIDUNG KEBENARAN 


Jl. Gereja No. 45. Pematang Siantar - Sumatera Utara 21 1 24 
Tdp. : (0622) 743 6152 Fa* (0622)707.4545 


VISI : 

Menjadikan hidup lebih baik 
(Make your live better} 

MISI : 

Menjangkau, Memulihkan, 
Memuridkan, Mengubahkan 


RADIO SWARARERKAT 
103,2 FM 

Jl. folUroan Na. 78 Sidlfcsfcmg - Dairi (SUJIWH 
Tdffc'Fa*. H27 - Z3CT7S. Marfcaflng 



RSB FM 

THE BEST RADIO INDWH1 


HSH LflJJ FM 

Jufri twF*fllipude»gsn KLmfein 
CVC AnunJij Liikriij.iii.injl 


HP. 0813.6i5S.2429 

Siaran l. ! nggi]JjJi kami ; 


R m n n om Firmui Titari Jt '■*&- 

llfti rttfrf rll 


BaMfclitlum 

KfcintalFh jtputv iKsdfflllH [^didikan & 
pcrignihu.ui duiie kr ijuvalainn-jt 
Kkl ttf.lW- I 


Baumu Mafaia 

Uefiiirigpi h mu n I uhin k li/u :.ir- r>:4urc 
Pk! 


Sulm t 

kun^linK Fimirr- TJbji fcwf* mfitrakiif' 
(h*H KmSf> . H±i4.M) ■ ji.ui V/Lli. 


La^ u I j h vr«h 

P.wffcir-Ji kwn topontfw» suku. 

Hikrui unhfc mminkJ iruytmLfr 

reuni 


RADIO DIAN MANDIRI 100»5 FM , 

DIAN MANDIftl NtrWORK GlKlN HIDUP LEBIH BAH* 

Dipulihkan untuk memulihkan 
Diberkati untuk rnumburkati 
Kami hadir untuk anda dengan program-program yang 

“Bikin Hidup Lebih Baik” 

Nias Bermaimur 

Rcgu»it sang, masl tavarllo program 
Hadir setiap hari pukul 19,00-21.00 

Father Connection 

Program Pengajaran, bagaimana menjadi seorang ayah 
yang lebih baik bensama Pdt. Paulus Wiratno M.Div 
Hadir setiap kami s pukul 21.00 

Garam a, Terang 

Program dialog Interaktif lowat II no sms yang dopM 
memberikan! kita pengetahuan secara Alkitabiah. 

Ii:idir sotlap minggu pukul 21. DO wifa, 

A ii d ttisi ny JHore program to ntaking your iife bettet 
OFFfCF «S STUDtO 

J/. Go/kar Puncak, Dasa Padoro L asara 
Gunung stf&H 22$ f & r Utas* Suma/ora ifiara 
Phona . (62) 08 f 534 6&Q 697 



REFORMATA 





|;re/ormata| 


EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


Manajemen Kita 




Harry Puspito 

(harry.puspito@yahoo.com)* 

S ETIAP hari kita mengeluarkan 
janji seperti saya akan menel- 
pon Anda kembali, saya akan kirim 
buku X, saya akan buatkan foto 
kopi artikel Y, saya akan hadir di 
acara Anda, dsb... dsb. Pertanyaan- 
nya, berapa banyak dari janji-janji 
yang pernah Anda keluarkan itu 
Anda penuhi? Berapa banyak yang 
tidak Anda penuhi? 

Kebanyakan janji-janji orang 
tidak dipenuhi. Janji-janji ke pi- 
hak lain dalam urusan bisnis ban- 
yak tidak dipenuhi, misalnya un- 
tuk mengirimkan surat, proposal, 
laporan pada waktu tertentu. Janji 
pernikahan yang serius untuk sal- 
ing mencintai pasangan, baik tidak 
baik waktunya, kebanyakan juga 
tidak dipenuhi dengan berjalan- 
nya waktu.Termasuk janji kepada 
Tuhan, misalnya untuk melayani, 
memberi persembahan lebih; apa- 
lagi janji yang tidak konkrit seperti 
lebih mengasihi Dia. 

Kita sering membuat janji gom- 
bal. Tidak heran kalau ada ungka- 
pan "janji adalah untuk dilanggar". 
Seringkali bukan maksudnya tidak 
mau memenuhi janji kita tapi kita 
sering tidak serius, tidak punya 
strategi untuk memenuhi janji kita. 
Ketika kita melupakan janji kita ke- 
pada orang lain, kita tidak merasa 
apa-apa. Namun pertanyaannya 
bagaimana perasaan kita kalau 


JANJI LAGI, JANJI LAGI 

Promises are Hke babies: easy to make, hard to deliver. ~Author Unknown 


orang berjanji kepada kita dan dia 
tidak memenuhi janjinya? Jawaban 
ini akan berlaku pada orang lain 
yang menerima janji-janji kita. 

Ketika kita tidak memenuhi janji 
kita sebenarnya secara sadar atau 
tidak sadar kita tidak menghargai 
orang yang bersangkutan. Namun 
tidak memenuhi janji juga berarti 
tidak menghargai diri sendiri, yaitu 
tidak menghargai ucapan sendiri. 

Akibat janji yang tidak dipenuhi, 
adalah hubungan yang rusak. 
Orang kecewa dan sakit hati kare- 
na harapannya tidak dipenuhi dan 
merasa tidak dihargai. Kita kehilan- 
gan kepercayaan dari orang yang 
kita ingkari janjinya. Kalau ini men- 
jadi kebiasaan akan merusak repu- 
tasi kita sebagai orang tidak meme- 
gang janji. Dalam jangka panjang 
situasi demikian akan merusak citra 
diri atau self-image orang tersebut, 
self-esteem dan akhirnya merusak 
hidupnya. 

Apa sebenarnya janji itu? Janji 
kita pahami sebagai pernyataan 
seseorang bahwa ia akan melaku- 
kan atau tidak melakukan sesuatu 
bagi orang lain. Orang yang me- 
nerima ungkapan itu bisa berharap 
janji akan dilakukan. Dalam budaya 
modern, janji itu mengikat secara 
moral. Ada ungkapan: Our words 
are our debt. Tidak menepati janji 
berarti tidak membayar hutang. 

Kalau manusia banyak berjanji 
sebenarnya wajar, karena Allah 
Sang Pencipta yang adalah pa- 
tron manusia ciptaan adalah Allah 


yang banyak berjanji. Menurut se- 
seorang penulis dalam Alkitab ada 
3.573 janji Allah. Satu janji Allah 
yang paling awal adalah Dia akan 
mengirimkan seorang Juruselamat 
yang akan mengalahkan iblis (Ke- 
jadian 3:15), dan ini sudah Dia 
penuhi dalam kedatangan Kristus. 
Dan janji Allah yang terakhir adalah 
bahwa Yesus akan datang kembali. 
Ini janji yang masih kita tunggu pe- 
menuhannya. 

Bedanya dengan Tuhan, kalau 
kita sering ingkar janji maka Al- 
lah tidak pernah tidak menepati 
janji-janji-Nya (Bilanngan 23:19). 
Sementara manusia dengan ket- 
erbatasan dan karena dosa tidak 
mampu selalu memenuhi janji-jan- 
jinya dan kadang dengan sengaja 
mengingkari janji-janjinya untuk 
kepentingan sesaat. 

Kita harus sadar ketika kita ber- 
janji maka reputasi kita sedang di- 
pertaruhkan. Apakah janji kita akan 
terpenuhi atau tidak. Ketika kita 
penuhi maka kita telah bertindak 
dengan integritas dan sebaliknya 
ketika kita gagal memenuhi janji 
kita maka kita sedang mengganggu 
integritas sendiri. 

Kalau kita adalah pribadi yang 
mau berubah dan bertumbuh, 
maka satu hal yang bisa perbaiki 
adalah dalam soal berjanji dan me- 
menuhi janji. Kita perlu menyadari 
dan mengevaluasi bagaimana kita 
telah membuat janji, motivasi di ba- 
lik membuat janji seberapa banyak 
kita berhasil memenuhi janji-janji 


kita 

ya, 

jika 


kita, dan apa yang membuat kita 
telah sering gagal dalam memenuhi 
janji-janji kita. Untuk suatu janji 
yang spesifik kita perlu memahami 
motivasi - apakah untuk ego kita 
atau untuk kebutuhan ybs? Apak- 
ah Anda perlu membuat janji itu? 
Apakah Anda mampu memenuhi 
janji itu? Lebih baik kita tidak men- 
janjikan sesuatu yang muluk-muluk 
tapi tidak bisa memenuhi tapi kita 
memberikan apa yang bisa 
berikan. 

Alkitab mengatakan: "Jika 
hendaklah kamu katakan: ya, 
tidak, hendaklah kamu katakan: ti- 
dak." (Matius 5:37). Jika kita sudah 
berjanji maka 
penuhi. Untuk 
memenuhi jan- 
ji perlu strategi 
agar kita mam- 
pu memenuhi 
janji tersebut. 

Strategi yang 
sederhana 
adalah men- 
catat apa yang 
kita janjikan, menaruh 
catatan janji itu di depan 
mata, dan membuangnya 
setelah kita memenuhi janji 
kita. Kita harus membangun 
sikap secara aktif berusaha 
menyelesaikan janji demi 
janji. 

Bagaimana kalau karena 
keadaan kita tidak bisa me- 
menuhi janji kita? Misalnya, 
kita berjanji akan mengun- 


jungi seseorang pada waktu terten- 
tu, tapi kemudian akan kedatangan 
saudara dari luar kota pada waktu 
yang bersamaan. Segera setelah 
tahu tidak akan bisa memenuhi 
suatu janji kita perlu segera mem- 
beritahu dan menegosiasikan waktu 
yang baru. Jika ini kita lakukan nis- 
caya pihak lain tidak dirugikan dan 
dikecewakan. Tuhan memberkati. ❖ 


*Penulis adalah Partner 
di Trisewu Leadership 
Institute 



Resensi CD 


Liputan 


Nada Indah dalam Kesatuan 


Terdakwa Penusukan HKBP Ciketing Sudah Bebas! 




B LESSING Music kembali meluncurkan 
album terbaru LGLP (Loving God. 
Loving People). Album ini berisi 2 CD, 
lagu worship (tenang) dan lagu Praise 
(ngebeat). Setiap CD berisi 8 lagu, di 
mana 70% merupakan karya personil 
LGLP. 

Kesatuan bernyanyi dengan potensi 
yang besar, menjadikan LGLP mampu 
menghadirkan lagu merdu nan indah. 
Kecintaan melayani Tuhan, menjadikan 
setiap pujian penuh keagungan dalam 


rasa penuh sentuhan 
hadirat-Nya. 

Album ini dikemas 
dengan sangat 
mewah, namun 
dapat dijangkau 
dengan harga yang 
tidak terlalu mahal. 
Untuk membuat 
siapa pun dapat 
bernyanyi, album ini 
disiapkan juga untuk 
karaoke, dengan 
harga yang tepat 
sehingga semakin 
banyak orang dapat 

menikmatinya. 

Album ini mampu menyatukan 
penyanyi dan musisi Gereja Bethel 
Indonesia Pekan Raya Jakarta 
(GBI PRJ) dalam jumlah yang 
besar. Kebahagiaan dapat tercipta 
dengan karya-karya menarik untuk 
memuliakan Tuhan. 

Selamat menikmati dan dapatkan 
album ke-2 LGLP ini dalam sukacita 
untuk bernyanyi bagi DIA, Allah yang 
mulia. j&Lidya 


TERDAKWA kasus penusukan atas je- 
maat Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) 
Pondok Timur Indah (PTI), Bekasi, Jawa 
Barat, divonis lima bulan dan 15 hari pen- 
jara. Masa pidana penjara ini dikurangi 
dengan masa penangkapan dan penah- 
anan. 

Berdasarkan putusan Hakim Ketua 
Wasdi Permana dalam persidangan Kamis 
(24/2/2011) di Pengadilan Negeri Bekasi, 
Muharli Barda (37) terbukti secara sah dan 
meyakinkan bersalah melakukan tindak 
pidana menyalahgunakan martabat dan 
melakukan perbuatan tidak menyenang- 
kan sehingga melanggar pasal 335 ayat 1 
juncto 55 ayat 1 dan 2 KUHP." 

Dengan putusan hakim itu, terdakwa su- 
dah bebas pada 28 Februari 2011, karena 
sudah menjalani masa tahanan selama 5 
bulan 12 hari sejak 14 September 2010 lalu. 

Dalam sidang yang diikuti dua hakim 
anggota, yakni Cening Budiman dan Her- 
mansyah itu, hal-hal yang memberatkan 
adalah terdakwa menyebarkan pesan 


singkat melalui SMS dan 
Facebook. Yang meringankan 
adalah terdakwa mengakui 
perbuatan dan berlaku sopan. 

Putusan vonis ini lebih 
rendah dengan tuntu- 
tan jaksa penuntut umum 
(JPU), yakni pidana penjara 
6 bulan penjara dikurangi 
masa penangkapan dan 
masa penahanan terdakwa. 
Pada tuntutan tim JPU yang 
beranggotakan Priorenta, 
Edi Muhwanto, Maria Evanora dan Tumpak 
Pakpahan, terdakwa dituntut melakukan per- 
buatan tidak menyenangkan. 

Sebagaimana pernah dilaporkan dalam 
tabloid ini beberapa edisi lalu, pada Minggu 
(12/9/2010), sekelompok massa menyerang 
jemaat HKBP PTI yang sedang berjalan kaki 
menuju lahan kosong di Ciketing Asem untuk 
beribadah. Mereka terpaksa beribadah di lahan 
kosong milik gereja di Ciketing Asem, karena 
bangunan gereja mereka ditutup paksa oleh 
massa dengan alasan tidak memiliki ijin. Warga 
sekitar terhadap keberadaan gereja HKBP PTI 
di sebuah tanah kosong di Ciketing Asem kare- 
na dianggap mengganggu dan meresahkan 
masyarakat muslim. Keberadaan Gereja HKBP 
PTI tersebut dinilai warga sekitar melanggar 
SKB Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri. 

Akibat penyerangan massa itu, Hasian Lumban 
Toruan, anggota majelis HKBP PTI mengalami 
luka pada bagian perut kanan atas. Sementara 
Pendeta Luspida Simanjuntak terluka memar di 
dahi atas alis mata sebelah kiri dan luka memar 
di bokong kanan. & Hans/DBS 


Produser Eksekutif 

: Pdp.Janto Simkoputera, MD PhD 

Judul 

: Sujud di HadapanMu 

Voka 

: LGLP (Loving God. Loving People) 

Distributor 

: Blessing Music 


REFORMATA 








Bincang-bincang 


EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


iRE/QRMAT^ 


Edi Ramli Sitanggang, SH. Komisi III DPRR RI 

Beri Sanksi 

bagi Ormas Anarkis 


S ETIAP terjadi kisruh antarumat 
beragama, aparat kepolisian seb- 
agai lembaga yang mestinya mem- 
berikan rasa aman bagi setiap warga 
negara dirasa lamban dalam mem- 
berikan perlindungan saat konflik 
terjadi. Situasi yang kian kisruh di- 
perparah dengan adanya anggapan 
bahwa penyelesaian hukum sebuah 
kasus yang berhubungan dengan ke- 
agamaan dirasa tidak adil dan berim- 
bang. Masing-masing kelompok 
turun ke jalan seolah melegitimasi 
dirinya untuk menertibkan sesuatu 
yang dianggap mengganggu keter- 
tiban umum. Dalam hal ini lagi-lagi 
polisi dianggap ketinggalan. 

Lebih fatalnya lagi sebagian ke- 
lompok masa yang turun ke jalan 
entah itu dengan alasan penert- 
iban ataupun sekadar unjuk rasa 
terkadang terprovokasi atau malah 
menjadi pelaku provokasi yang tidak 
jarang menimbulkan konflik. Say- 
angnya ketika konflik terjadi, aparat 
gagal melakukan tugasnya menen- 
gahi pihak-pihak yang bertikai atau 
menangkap biang keributan. Banyak 
yang bertanya, siapa yang salah. 
Penegak hukumnya kah, atau sistem 
yang dibuat memang membuat 
kinerja polisi harus melewati ban- 
yak prosedur yang memperlambat 
penanganan. Beberapa kasus juga 
menempatkan para penegak hukum 
pada posisi yang tidak peka terhadap 
peta konflik yang rentan terjadi. 

Di tengah penilaian yang sedikit 
memberatkan kepolisian ini, beber- 
apa kelompok masa semakin berani 
menunjukkan benderanya untuk tu- 
run ke jalan. Entah karena merasa 
tidak ada tindakan dari aparat, atau 
justru memang menganggap dirinya 
sebagai mitra kepolisian. Pastinya 
situasi konflik yang terjadi akhir-akhir 
ini justru memberikan gambaran 
yang berbalik antara lembaga hu- 
kum yang legal dan yang tidak legal. 
Seolah-olah yang legal tidak proaktif 
sedangkan yang tidak memiliki lan- 


dasan hukum untuk melakukan pen- 
ertiban justru dengan giat melaku- 
kan penertiban dengan cara mereka. 
Terkadang memang cara seperti ini 
dapat berjalan dengan benar, na- 
mun tidak bisa dipungkiri bahwa hal 
demikian bisa saja memperparah se- 
buah polemik. 

Akan tetapi kesalahan dan tu- 
dingan tidak bisa beitu saja dengan 
serta-merta dituduhkan kepada ke- 
polisian. Bagaimana pun kepolisian 
bekerja dengan asas profesionalisme 
mereka mengikuti sistem hukum 
yang harus mereka terapkan. Polisi 
jelas bekerja berdasarkan undang- 
undang yang berlaku, serta ber- 
dasarkan pengawasan dari para leg- 
islatif. Situasi yang bertambah sulit 
juga terjadi ketika ada ketidaksing- 
kronan tugas dan tanggung jawab 
antara pemerintah pusat dan daerah. 
Lantas apa yang salah, sistem huk- 
umnyakah, para pengawasnya, atau 
para penegak hukum di lapangan? 

Edi Ramli Sitanggang, SH, Komisi 
III DPRR RI memberikan komentar, 
sebagai berikut. 

Terkait pelanggaran HAM 
yang selama ini disuarakan. 
Komisi III DPR RI sebagai lem- 
baga yang saling berkontribusi 
dengan Komnas HAM, apakah 
standar operasional kedua lem- 
baga ini sudah berjalan sesuai 
dengan fungsinya? 

Komnas HAM seharusnya lebih 
proaktif lagi dalam menyikapi kasus 
pelanggaran HAM. Laporan masyara- 
kat kepada Komnas HAM terkait 
pelanggaran HAM adalah salah satu 
yang kita harapkan. Oleh karena itu 
seharusnya Komnas HAM bisa lebih 
proaktif dalam menyikapi sebuah 
peristiwa pelanggaran HAM. Jangan 
begitu ada kasus-kasus yang besar 
seperti di Cikeusik, baru ada tinda- 
kan proaktif. Selain itu, Komnas HAM 
juga harus memiliki batasan jelas 
dalam standar operasional mereka. 


Harus jelas batasan mana yang di- 
masukkan dalam kategori melang- 
gar, dan mana yang tidak. 

Maksud dari batasan itu apa, 
dan bagaimana penerapannya? 

Batasan ini diperlukan untuk 
melakukan identifikasi pelanggaran 
yang nantinya akan disampaikan 
oleh mereka. Misalkan ada tindakan 
represif petugas dalam menghadapi 
sepak terjang kelompok-kelompok 
anarkis, apakah itu masuk dalam 
kategori pelanggaran HAM? Hal 
semacam ini kan harus jelas. Harus 
ada parameter. Agar jangan sam- 
pai polisi mengalami kebingungan 
dalam menghadapi tekanan-tekanan 
yang mengatasnamakan masyara- 
kat, LSM, Buruh dan semacamnya. 
Sepanjang memang sebuah peristi- 
wa masuk dalam domain kepolisian, 
menggangu ketertiban umum, itu 
bukan termasuk pelanggaran, nah ini 
kan perlu pendefinisian. 

Apakah ruang kerja Komnas 
HAM diatur dalam undang-un- 
dang? 

Tentu itu diatur dalam undang- 
undang. Dalam implementasinya ada 
standar operasional mereka. Itu arti- 
nya tidak semua laporan bisa diteri- 
ma begitu saja, lalu mereka dengan 
sendirinya masuk dalam persoalan 
yang ada dan melakukan justifikasi 
serta membentuk tim independen 
seolah-olah telah terjadi pelanggaran 
HAM, semestinya tidak sesederhana 
itu. 

Beberapa kali Komnas HAM 
menyampaikan beberapa kasus 
pelanggaran HAM ke Komisi III 
DPR RI, namun ada beberapa 
kasus yang sepertinya tidak 
terselesaikan, seperti contoh 
kasus HKBP Ciketing yang beru- 
jung pada penyerangan pen- 
deta. 

Komisi III itu kan melakukan fung- 


sinya dalam hal penga- 
wasan, merekomendasi 
dan melakukan penekan- 
an. Laporan tersebut kita 
terima, kita lakukan kon- 
firmasi kepada institusi 
yang berkompeten, misal- 
nya kepolisian, ya kita te- 
gur kepolisian. Polisi pun 
terus berusaha untuk me- 
nyelesaikan permasala- 
han semacam itu dengan 
perlahan, mengingat per- 
masalahan ini kan masuk 
dalam ranah situasi yang 
sensitif. Pada ranah sen- 
sitif, penyelesaian pun 
harus dilakukan dengan 
cara persuasif, dan tidak 
bisa diselesaikan dengan 
cara cepat begitu saja. 
Kalaupun memang ada 
bukti bahwapolisi lamban, 
ya silahkan saja laporkan 
kemari. 



kum, untuk ini harus ada sanksi. 

Apaa yang membuat ormas 
semacam ini sulit ditindak? 

Ini bukan persoalan sulit. Ini per- 
soalan kemauan. Apa sulitnya, kan 
ada bukti, ada proses. Sebenarnya 
kebebasan sebuah organisasi massa 
kan diatur dalam perundang-undan- 
gan kita. Akan tetapi saat sebuah or- 
mas melakukan pelanggaran hukum, 
tentu ada konsekuensi hukum yang 
harus diterima. 

Artinya POLRI belum ada 
kemauan dalam menyelesaikan 
kasus yang berhubungan den- 
gan anarkisme semacam ini? 

Bukan tidak ada kemauan, sudah 
ada tapi masih setengah hati. Di sini- 
lah kita memberikan dukungan pada 
mereka. Karena seringkali kinerja 
kepolisian di lapangan berbenturan 
dengan permasalahan HAM. Oleh 
karena itu jangan sampai Komnas 
HAM hanya melihat sebuah peristiwa 
dari kulit luarnya saja. Jadi harus ada 
perimbangan antara masing-masing 
lembaga yang ada serta kinerjanya. 
j&Jenda Munthe 


Apa yang dilakukan 
Komisi III membatasi 
sepak terjang ormas 
yang dianggap ber- 
lebihan? 

Kita mengingatkan, 
sesuai dengan dominan 
yang kita miliki sebagai 
lembaga legislatif yakni pengawasan, 
budgeter, serta undang-undang atau 
legislasi. Sekarang mitra keiga kita itu 
siapa, kalau itu masuk dalam ranah 
kepolisian, kepolisian kita tegur, kita 
ingatkan. 


Apakah Komisi III men- 
dukung jika ormas anarkis 
dibubarkan? 

Sepanjang itu ada bukti hukum- 
nya. Itu pun kita harus tetap ber- 
dasarkan fakta hukum. Selain itu 
membubarkan sebuah ormas itu pun 
ada undang-undangnya, ada taha- 
pannya mulai dari pembekuan sam- 
pai pembubaran. 


Terkait tindakan ormas yang 
sering bertindak dengan cara 
mereka sendiri? 

Untuk menyelesaikan sebuah 
permasalahan hukum, harus disele- 
saikan dengan proses hukum. Saya 
tidak setuju kalau ada ormas-ormas 
tertentu yang melegitimasi diri, seo- 
lah-olah sudah di atas daripada lem- 
baga hukum, menjustifikasi, serta 
melakukan tindakan melanggar hu- 


Bang Repot 


Salah satu kebohongan pemerin- 
tahan SBY akhirnya dibuktikan oleh 
jajaran pemerintahannya sendiri. 
Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN 
Bersatu Arief Poyuono mengungkap- 
kan, Kepala BPS Rusman Heriawan 
menyatakan upah buruh secara 
nominal mengalami kenaikan, tapi 
secara riil mengalami penurunan. 
Hal itu disebabkan inflasi yang tinggi 
pada bulan Januari lalu. "Hasil pa- 
paran Kepala BPS merupakan jawa- 
ban bahwa klaim kemajuan oleh SBY 
tentang ekonomi dan meningkatnya 
pendapatan per kapita mencapai 
2.500 dolar AS per tahunnya adalah 
bohong besar" ujar Arief. Data BPS 
Agustus 2010 menyebutkan tahun 
2010 jumlah pekega 108,2 juta 
orang. Status pekerjaan utama yang 
terbanyak sebagai buruh/karyawan 
32,5 juta orang (30,05%), diikuti 
berusaha dibantu buruh tidak tetap 
21,7 juta orang (20,04%), dan beru- 
saha sendiri 21 juta orang (19,44%), 
dan yang terkecil adalah berusaha 
dibantu buruh tetap 3,3 juta orang 
(3,01%). Disebutkan juga, jumlah 
pekerja berpendidikan tinggi masih 


sangat kecil: berpendidikan diploma 
sekitar 3 juta orang (2,79%), dan 
berpendidikan sarjana hanya 5,2 
juta orang (4,85%). "Jadi sangat ti- 
dak mungkin pendapatan per kapita 
yang diklaim SBY adalah 2.500 dolar 
AS pada 2010," kata Arief. 

Bang Repot: Wah., kalau su- 
dah terbukti kebohongannya, 
terus bagaimana? Masih layak 
dipercayakah dia? 

Joko Widodo, yang akrab disapa 
Jokowi, sejak menjabat sebagai Wali 
Kota Solo ternyata tak pernah men- 
gambil gajinya. Menurut Jokowi, 
penghasilannya sebagai eksportir 
mebel lebih dari cukup untuk meng- 
hidupi keluarganya. "Kecil-kecil kan 
saya eksportir mebel. Saya juga pun- 
ya gedung pertemuan yang bisa dis- 
ewakan," kata Jokowi (30/1). Menu- 
rut ayah tiga anak ini, dirinya tidak 
pernah menanyakan gaji, fasilitas 
rumah, atau mobil. Bagi Jokowi, se- 
bagai wali kota, itu berarti dia diberi 
amanah untuk bekerja, dan ia beru- 
paya untuk melaksanakannya. 

Bang Repot: Ini ia h contoh pe- 
mimpin yang betui-betuk layak 
diteladani. Sangat langka di za- 
man ini, apalagi di negeri yang 


korup ini. 

Saat ini telah terbit sejumlah judul 
buku tentang SBY, di luar buku seri 
Lebih Dekat dengan SBY. Buku- 
buku tersebut, antara lain, berjudul 
Susilo Bambang Yudhoyono, Bintang 
Lembah Tidar, dan Surat untuk Ibu 
Negara. Buku-buku itu ditemukan 
bersama dengan buku bantuan dana 
alokasi khusus (DAK) di sekolah- 
sekolah di Jawa Tengah. Ada lagi 
yang berjudul Jalan Panjang Menuju 
Istana, Merangkai Kata Menguntai 
Nada, Memberdayakan Ekonomi 
Rakyat Kecil, Jendela Hati, Adil Tanpa 
Pandang Bulu, Peduli Kemiskinan, 
dan Diplomasi Damai, dan masih ada 
yang lainnya. 

Bang Repot: Gejala apa pula 
ini? Pemujaan terhadap pe- 
mimpin a i ia s g torifika si? 

Penolakan Megawati Soekarnopu- 
tri untuk memenuhi pemeriksaan 
penyidik KPK dapat dianggap mem- 
persulit proses hukum kasus tindak 
pidana korupsi. Sesuai ketentuan UU, 
warga negara yang bertindak demiki- 
an dapat diancam hukuman 12 tahun 
penjara. Demikian menurut Petrus 
Selestinus, kuasa hukum Max Moein 


dan Poltak Sitorus, terkait skandal 
cek perjalanan dari Miranda Gultom 
dalam kasus pemilihan Deputi Senior 
Gubernur Bank Indonesia 2004. 

Bang Repot: Mantan presiden 
dan mantan calon presiden kok 
nggak taat hukum sih? Kasih 
teladan yang baik dong kepada 
rakyat. 

Indonesia kini jadi sorotan dunia 
menyusul kerusuhan yang melibat- 
kan sentimen agama di Cikeusik dan 
Temanggung. Mereka yang men- 
gutuk keras, salah satunya adalah 
Menteri Luar Negeri Italia, Franco 
Frattini. Kecaman juga disampai- 
kan Komisi Hak Asasi Manusia Asia, 
The Asian Human Rights Commis- 
sion (AHRC). Lembaga ini melihat 
eskalasi penggunaan kekerasan 
oleh kelompok-kelompok fundamen- 
talis agama adalah akibat dari tidak 
tegasnya aparat keamanan dalam 
menyikapi kasus-kasus serupa di 
masa lalu. Juga, menurut mereka, ini 
jelas menunjukkan adanya kelalaian 
pemerintah menjamin hak-hak dasar 
warganya. AHRC meminta Indone- 
sia mengusut tuntas kasus-kasus 
kekerasan yang berkaitan dengan 
keyakinan dan agama warga nega- 


ranya. Hukum harus ditegakkan un- 
tuk tindakan yang antitoleransi. 

Bang Repot: Dunia sudah 
mengutuk, sekarang terserah 
Pemerintah Indonesia saja. 
Cuek bebek atau betul-betul hi- 
rau atas masalah pelanggaran 
HAM ini? 

Kapolri Jenderal Timur Pradopo 
menyatakan siap membubarkan 
ormas yang kerap melakukan atau 
menganjurkan tindakan anarkis. Na- 
mun, Timur menekankan pembuba- 
ran tersebut harus disertai fakta ad- 
anya tindakan anarkis tersebut. "Asal 
ada fakta di lapangan bisa dibubar- 
kan," ujar Timur usai Rapat Koordi- 
nasi (Rakor) bersama kementerian 
terkait membahas aksi penyerangan 
Ahmadiyah dan peristiwa Temang- 
gung di Kantor Kementerian Agama, 
9 Februari lalu. 

Bang Repot: Izin Jenderal! Ka- 
lau soal fakta, silakan ditanya 
kepada mantan Kapolri Bam- 
bang H endarso Danuri. Sebelum 
berakhir masa jabatannya, be- 
liau kan sudah pernah mendaf- 
tarkan ormas-ormas mana saja 
yang layak dibubarkan. Pura- 
pura nggak tahu ya? 


m 


REFORMATA 






|iRE/ORMATV\| 


EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


Liputan 9 


LABA-LABA i 


Blessing Music 

Doremi Kids untuk 
Sekolah Minggu 




Chocolate 


Twist 

(Choco 'n Vanilla) 


Vanilla Milk 


FULLO DIBEKUKAN LEBIH ENAK! 


CUSTOMER (j) afiAR E OT 




0800 - 10-77777 021 - 536 - 71-777 


website: www.OT.co.id 


S EBUAH terobosan baru di- 
lakukan Blessing Music 
(BM). Pada Sabtu (19/2/2011) 
silam, produsen musik rohani 
ini meluncurkan album rohani 
sekolah minggu. "Ini memang 
sebuah terobosan. Biasanya 
lagu sekolah minggu itu dibuat 
sederhana. Tapi melalui album 
ini, kita sajikan lagu-lagu yang 
sudah sangat akrab di telinga 
anak-anak itu dengan aranse- 
men dan musikalitas yang lebih 
tinggi," kata Kiki Hastono, Di- 
rektur Blessing Music tentang 
album baru yang digarap dalam 
waktu 6 bulan itu. 

BM mempercayakan upaya 
peningkatan musikalitas lagu- 
lagu sekolah minggu itu pada 
Tommy Widodo sebagai music 
arranger dan Sheirly Berhitu se- 
bagai vocal arranger. Keduanya 
sudah sangat piawai di bidang- 
nya masing-masing. 

Album yang berisi 15 lagu, an- 
tara lain "Mari Kita bersukaria", 
"Kambing Embe-Embe", "King- 
kong", "Dalam Nama Yesus", 
"Do Re Mi", "Yesus Cinta Semua 
Anak", "5 Roti 2 Ikan", "Glory- 
Glory Haleluya" dan "Mata Tu- 
han Melihat" dinyanyikan oleh 
doremi kids yang terdiri dari 
enam orang anak yang berasal 
dari gereja yang berbeda. "Keb- 
etulan mereka berasal dari satu 
tim latihan vocal Simpony Music 
asuhan Sheirly Berhitu," terang 
Kiki. 

Diakui Kiki, keseluruhan isi 
album rohani sekolah minggu 
berjudul "Aku Anak Raja" ini 
merupakan daur ulang yang 
diseleksi pihak BM dari seki- 
tar 70 lagu sekolah minggu. 
Semuanya, kata Kiki, meru- 
pakan lagu terfavorit. "Kita pilih 
30 lagu di antaranya untuk dua 
album," tukasnya. 

Agar dapat diterima pasar 
dan menambah sukacita, Tom- 
my Widodo memasukan unsur 
reggeae, dangdut dan tekno 
(irama musik yang speed-nya 
lebih cepat) ke dalam lagu-lagu 
yang sebenarnya sudah san- 
gat akrab di telinga anak-anak 
sekolah minggu. 

"Moga-moga setelah pelun- 
curan album ini, akan muncul 
banyak pengarang lagu anak- 
anak. Sekarang ini lagu anak- 
anak masih sangat terbatas," 
kata Kiki. 

j&Pau! Makugoru. 




REFORMATA 










Germas 



EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


iRE/QRMAT^ 


Yayasan ABAS, Parung Bogor 

Aktualisasi Semangat 
"Awam" untuk Melayani 



P ADA 12 September 2002 si- 
lam, seorang bayi perempuan 
dilahirkan seorang perempuan 
yang menderita keterbelakangan 
mental. Sebelumnya, perempuan 
itu berusaha menggugurkan bayi 
dalam kandungannya itu den- 
gan cara mengomsumsi berbagai 
macam obat. Akibatnya, bayi la- 
hir dengan mengalami kelainan 
jantung yang cukup parah. Kare- 
na kondisi ekonomi si ibu yang 
kurang mendukung, bayi yang 
tidak diketahui siapa ayahnya ini 
ditiipkan ke Yayasan Abas. Dia 
diberi nama Flora. Sayang, bayi 
yang diharapan akan tumbuh 
bagai bunga indah itu harus layu 
dan kembali ke pangkuan Sang 
Pencipta, pada 7 Januari 2004. 
Dia meninggal sehari setelah 
menjalani operasi jantung yang 
kedua. Itu salah satu kisah sedih 
yang mewarnai Wisma Harapan 
Yayasan ABAS. 

Bagaimana Yayasan Abas berdiri? 
Tujuh belas tahun lalu, tepatnya 
pada 11 Maret 1994, seorang 
perempuan berkewarganegaraan 
Belanda, Sr. Rina Ruigrok, ber- 
sama beberapa teman mendirikan 
yayasan. Mereka menamakannya 
Yayasan Awam Bina Amal Sejati. 
Sebuah yayasan yang mewadahi 


kaum awam untuk mengasihi, me- 
layani dan membantu mereka yang 
miskin, tersisih dan telantar. 

September 2000, Sr. Rina di- 
panggil Tuhan dalam usia lanjut. 
Namun visinya tidak mandeg. 
Karyanya itu dilanjutkan penerus- 
nya, Maria Rosa Tirtahadi, wanita 
sederhana yang membaktikan se- 
luruh hidupnya untuk orang yang 
kurang beruntung, kendati dia di- 
lahirkan dari keluarga yang secara 
ekonomi cukup terpandang. 

Yayasan ABAS memulai karyanya 
dengan meminjam dua rumah di 
Parung Bogor, milik orangtua Rosa 
untuk menampung para wanita 
yang sakit dan lanjut usia. Seperti 
tujuan awal dibangunnya panti 
ini khusus bagi orang-orang lanjut 
usia, atau orang-orang yang sakit 
parah, mempersiapkan mereka 
menghadap Sang Pencipta. Na- 
mun demikian, menurut Rosa, pe- 
mimpin sekaligus pengelola panti 
milik Yayasan Abas, seiring ber- 
jalannya waktu pelayanan yayasan 
Abas kian melebar. "Yang datang 
bukan hanya orang-orang lanjut 
usia, tapi ibu-ibu sehat, yang tidak 
punya suami dengan membawa 
anak-anak mereka," terang Rosa. 

Maka tak heran jika kini jumlah 
anak di Yayasan Abas mendomi- 


nasi, yakni sekitar 39 anak-anak, 
ditambah 12 oma-oma, dan 16 
tunawisma yang dua di anta- 
ranya mengalami cacat mental, 
dan satu benar-benar tidak bisa 
melihat. 

Mengurus sekian banyak anak 
dan orang tua tentu tidak mudah, 
apalagi tidak hanya kebutuhan 
fisik atau materi saja yang harus 
dipenuhi, tapi juga kebutuhan 
psikologis dan spiritual. Karena 
itulah siapa pun yang ingin me- 
layani di Yayasan Abas harus 
siap mental. Bagi Rosa, wanita 
kelahiran Jakarta 11 Maret 1962 
ini, memenuhi kebutuhan fisik 
atau materi tidaklah terlalu sulit, 
tapi yang lebih sulit adalah me- 


menuhi kebutuhan psikologis dan 
spiritual anak dan orang tua. 

"Tapi untung kami dibantu 
psikolog dan psikiater yang meru- 
pakan teman-teman saya. Yang 
terpenting adalah, bagaimana 
menghadirkan Tuhan dalam karya 
ini. Manusia tidak dapat berbuat 
apa-apa tanpa Tuhan. Biarlah Tu- 
han yang bekerja," jelas Rosa. 

Jangan menghakimi 

Dengan prinsip "menghadir- 
kan Tuhan dalam karya" inilah 


Rosa mengajak seluruh penghuni 
Yayasan Abas, agar tidak mudah 
menuding, apalagi menghakimi 
orang. Sebab tidak jarang orang 
yang datang ke Yayasan Abas 
adalah ibu tanpa suami yang ke- 
mudian menyerahkan anak mer- 
eka. Ironisnya, bukan hanya 
satu kali, ada pula yang tiga ta- 
hun kemudian datang kembali 
dengan membawa momongan. 
Kendati demikian kepada pen- 
ghuni Yayasan Abas, termasuk 
karyawan, Rosa menekankan 
betul agar janganlah sekali-kali 


menghakimi. "Kita semua orang 
berdosa. Tapi di lain pihak, ya 
jangan mencontoh, terutama un- 
tuk anak-anak saya yang remaja," 
urai Rosa. 

Rosa juga menambahkan 
bahwa segala sesuatu pasti ada 
maksud baik dari Allah. "Saya 
percaya kalau anak itu lahir, dis- 
erahkan kepada saya, tanpa saya 
mencari-cari, pasti Tuhan mem- 
punyai tujuan yang positif, baik 
untuk diri saya, untuk orang yang 
tinggal di sini, maupun anak itu 


sendiri. Ada satu berkat indah 
yang tersembunyi," tandas Rosa. 

Aktivitas yayasan 

Penghuni yayasan ini memulai 
aktivitas mulai pukul 05.00 pagi, 
diawali doa pagi bersama-sama 
usai merapikan tempat tidur mas- 
ing-masing. Setelah itu anak-anak 
berangkat ke sekolah. Sementara 
oma-oma, yang memang tidak 
ada aktivitas di luar, berkumpul 
bersama untuk kembali bersekutu 
dalam doa pagi khusus oma. Ini 
adalah bagian dari pemenuhan 
dahaga spiritual binaan Yayasan 
Abas. 

Tak hanya itu, Yayasan Abas 
juga membekali serta mengasah 
potensi anak-anak sejak usia dini 
dengan berbagai macam les mu- 
lai dari les balet, renang, organ 
dan gitar. "Kebetulan yang punya 
sekolah balet adalah bendahara 
Yayasan Abas, jadi gratis," tam- 
bah Rosa. Sedangkan kepada 
orang tua, Rosa lebih mengarah- 
kan kepada pendampingan. Men- 
gajak mereka bersyukur walau- 
pun mereka tidak punya keluarga, 
mendekatkan diri kepada Tuhan. 

Untuk memastikan seluruh ak- 
tivitas di Wisma Harapan berja- 
lan rapi, Rosa tak segan-segan 
turun sendiri mengatur, kendati 
ada 20 karyawan dan pengasuh, 
termasuk orang kepercayaan- 
nya yang siap membantu. Rosa 
juga menerapkan aturan-aturan 
yang harus dipatuhi bersama, 
dan menurut Rosa semua aturan 
tersebut harus ditulis. "Ada 
aturan asrama, misal tidak boleh 
ke kamar lain, sampai pemakaian 
mesin cuci pun harus ditulis. 

Saat ini Yayasan Abas telah 
memiliki tiga wisma, yakni wisma 
Harapan Kasih, Wisma Sr. Rina 
Ruigrok dan Wisma Geovani, yang 
semuanya diperuntukkan bagi 
pelayanan orang miskin, seperti 
yang sudah berjalan selama ini. 
Ke depan, kepada seluruh anak 
asuhnya, Rosa berharap, wa- 
laupun mereka merasa sebagai 
orang-orang terbuang, tapi mer- 
eka dapat merasakan cinta kasih 
di Wisma Harapan Kasih Yayasan 
Abas. "Saya berharap, suatu saat 
mereka pun dapat membagikan 
kasih mereka, jangan sampai 
trauma masa lalu di keluarga 
mereka menjadi hambatan untuk 
membagikan kasih ke sesama, 
terutama keluarga mereka kelak," 
tutur Rosa. S/awi 






ji SOm SM PERDANA 

PJ'.SS; O Ui‘gjn H m Fer st jf M UI B 

Embun Pagi 

Renungan Alkitab Memberi Kesegaran 
Jiwa Kepada Anda 
Hadir setiap hari pk. 05.30 WIB 

Pesona Pagi 

Setiap Senin - Minggu 
pk. 06.00 - 07.00 WIB 
Sabtu pk. 10.00 - Pdt. Bigman Sirait 

Gema Nafiri 

Lagu-lagu Rohani yang menghibur 
Anda setiap hari menjelang senja 
Setiap Senin - Kamis pk. 18.00 WIB 

Alamat Studio: 

Tegal Arum Karanganyar 57712 
Tip. (0271) 495090/641492 



TUNE IN ! 




H Mia watt .[ma s iciww m t mr t 


Alamat: 

Jl. Woodward No. 12 
Palu 94112 

T e 1 p . 045 1-422694/453533 


REFORMATA 






EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


11 


|ire/ ormata| 



Pdt. Robert R. Siahaan, M.Div. 
(www.inspirasijiwa.com) 


B ELUM lama ini, orang-orang 
memperingati Valentine's Day: 
hari kasih sayang. Tapi, apakah 
orang Kristen perlu merayakan 
hari Valentine di gereja? Karena 
berdasarkan latar belakang se- 
jarah Valentine's Day sama sekali 
tidak berkaitan dengan penga- 
jaran atau peristiwa di dalam Al- 
kitab. Selain itu terdapat beberapa 
versi cerita yang berbeda-beda 
mengenai lahirnya hari Valentine 
ini. Tidak sedikit gereja yang se- 
cara khusus menggunakan kon- 
teks hari Valentine ini sebagai 
tema dalam ibadah-ibadah gereja 
di persekutuan (kebaktian) kaum 
muda bahkan di dalam acara iba- 
dah umum. 

Lalu apa signifikansi perayaan 
hari Valentine ini jika bukan bagian 
dari pengajaran Alkitab? Memang 
tidak ada signifikansi yang sangat 
kuat untuk merayakan hari Val- 
entine di gereja, namun ada satu 
peristiwa indah yang berkaitan 
dengan penerapan kasih melalui 
seseorang yang bernama Valentine 
yang sangat mengesankan bagi 
dunia. Maka ketika hari Valentine 
dirayakan dalam konteks ibadah ge- 
reja tentu bukan untuk merayakan 
kasih manusia semata, namun pada 
kebenaran tentang kasih terbesar, 
kepada pemilik kasih dan pemberi 
kasih bagi seluruh umat manusia 
yaitu Allah: "Karena begitu besar 
kasih Allah akan dunia ini, sehingga 
Ia telah mengaruniakan Anak-Nya 
yang tunggal, supaya setiap orang 
yang percaya kepada-Nya tidak bi- 
nasa, melainkan beroleh hidup yang 
kekal." (Yohanes 3:16). 

Satu hal lain yang sangat me- 
narik untuk dipikirkan berkaitan 
dengan fenomena Valentine's Day 
adalah bahwa hari kasih sayang ini 
dirayakan oleh berbagai bangsa 
dan dari berbagai latar belakang 
agama. Fenomena apa yang dapat 
kita lihat dari peristiwa ini? Kita 


Kredo 

Dahsyatnya Kasih 


dapat melihat adanya suatu ke- 
hausan dan kebutuhan yang san- 
gat besar dalam diri banyak orang 
untuk memiliki dan mengekspresi- 
kan kasih sayang dari dan kepada 
orang-orang yang mereka kasihi. 

Apa itu cinta? 

Berbicara mengenai kasih itu 
sendiri, masih banyak orang yang 
bertanya-tanya men- 
genai apa itu kasih? 

Apakah betul semua 
tindakan yang baik 
selalu lahir dari motif 
kasih? Mungkin ban- 
yak orang berpikir 
bahwa jika orang mau 
melakukan sesuatu 
yang agung untuk 
orang lain atau untuk 
banyak orang pasti 
orang itu melakukan- 
nya oleh karena ka- 
sih. Termasuk Rhonda 
Byrne pengarang 
buku best seiler "the 
Secret" dalam buku 
keduanya yang berjudul 'The Pow- 
er' menggambarkan semua tinda- 
kan manusia dalam menciptakan 
karya-karya besar secara umum ia 
gambarkan sebagai hasil tindakan 
kasih. Ia mengatakan bahwa tidak 
mungkin orang-orang melakukan 
penelitian-penelitian, penemuan- 
penemuan dan penciptaan karya- 
karya yang besar tanpa kasih, 
mereka semua pasti melakukan itu 
karena cinta. 

Namun Alkitab berbicara ber- 
beda mengenai konsep kasih ini, 
Rasul Paulus menegaskan bahwa 
tindakan-tindakan besar dan den- 
gan skill terhebat dan dengan pen- 
gorbanan terbesar sekalipun be- 
lum tentu dilakukan dalam kasih (1 
Korintus 13:1-3). Dalam ayat-ayat 
ini Paulus memberikan gambaran 
yang sangat jelas antara hadir 
atau tidaknya unsur kasih dalam 
tindakan-tindakan dan kemam- 
puan-kemampuan luar biasa ke- 
mampuan supranatural yang tidak 
dimiliki manusia pada umumnya. 
Pertama, Paulus menggambarkan 
seseorang dengan kemampuan 
berbahasa atau menguasai semua 
bahasa manusia sekaligus dapat 


berbicara dengan bahasa malaikat; 
kedua Paulus menggambarkan ke- 
adaan sesorang dengan kemam- 
puan mengetahui segala rahasia 
dengan memiliki seluruh pengeta- 
huan yang sangat mengagumkan 
dengan memiliki segala rahasia 
di dunia ini; ketiga, Paulus meng- 
gambarkan seseorang yang me- 
miliki iman yang sempurnya yang 


bahkan sanggup 'memerintahkan' 
gunung untuk berpindah tempat, 
suatu kedigdayaan yang luar biasa 
jika seseorang memiliki iman seperti 
ini; keempat, Paulus menggambar- 
kan sifat kebaikan seseorang yang 
sangat mulia yaitu kerelaan untuk 
membagi-bagikan milik berharg- 
anya kepada orang lain, termasuk 
kerelaan memberikan nyawanya 
dalam satu komitmen tertentu un- 
tuk sebuah peristiwa atau kepent- 
ingan banyak orang. 

Namun, dalam keseluruhan 
penggambaran di atas Rasus Pau- 
lus menegaskan bahwa dengan 
segala kehebatan skill atau talen- 
ta apa pun dan dengan tindakan 
apa pun jika tanpa kasih dan bu- 
kan karena dimotivasi oleh kasih 
maka semua itu adalah kesia-siaan 
semata. Dengan kata lain Paulus 
juga menegaskan bahwa sebuah 
tindakan luar biasa tidak selalu 
dilakukan berdasarkan kasih dan 
dapat dilakukan tanpa motif kasih. 

Paulus melanjutkan penjelasan- 
nya mengenai kasih: 'Kasih itu sa- 
bar; kasih itu murah hati; ia tidak 
cemburu. Ia tidak memegahkan 
diri dan tidak sombong. 13:5 Ia 


tidak melakukan yang tidak sopan 
dan tidak mencari keuntungan diri 
sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak 
menyimpan kesalahan orang lain. 
13:6 Ia tidak bersukacita karena 
ketidakadilan, tetapi karena ke- 
benaran. 13:7 Ia menutupi segala 
sesuatu, percaya segala sesuatu, 
mengharapkan segala sesuatu, sa- 
bar menanggung segala sesuatu." 
(1 Korintus 13:4-7). 

Banyak orang 
yang menggambar- 
kan kasih secara ab- 
strak, namun Paulus 
menjelaskan definisi 
kasih sebagai ses- 
uatu yang sangat 
paktis dan sederhana. 
Sekalipun demikian 
bukan berarti mudah 
untuk mempraktek- 
kan kasih itu dalam 
kehidupan sehari-hari. 
Paulus menggambar- 
kan mengenai ciri-ciri 
orang yang memiliki 
kasih dalam beberapa 
karakteristik yang terlihat dari si- 
kap, kata-kata dan perbuatannya. 
Pertama Paulus meneyebutkan 
bahwa orang yang mengasihi itu 
adalah orang yang sabar, kesaba- 
ran yang terlihat dalam berbagai 
aspek hidup seperti yaitu sabar 
dalam menghadapi orang lain, 
sabar menanggung penderitaan 
atau kesulitan hidup. Kedua ka- 
sih itu bersifat murah hati, orang 
yang memiliki kasih akan senang 
membantu orang lain, senang 
mengulurkan dan memberikan 
pertolongan. Selanjutnya disebut- 
kan bahwa kasih itu tidak cembu- 
ru, tidak mengingini atau iri pada 
apa yang dimiliki orang lain, mis- 
alnya harta kekayaan, kecantikan 
fisik, ketrampilan, dan sebagain- 
ya. Orang yang memiliki kasih itu 
adalah orang yang tidak memega- 
hkan diri atau tidak sombong. 

Selanjutnya Paulus mengatakan 
bahwa orang yang memiliki kasih 
itu tidak pemarah dan tidak meny- 
impan kesalahan orang lain. Orang 
yang tidak pemarah berarti me- 
miliki penguasaan diri yang baik, 
dan memiliki kualitas hati yang 
baik, pasti unsur kebaikan dan 


kelemahlembutan ada pada orang 
itu. Tidak menyimpan kesalahan 
orang lain berarti mengampuni 
orang lain yang berbuat salah, dan 
membuka pintu pertumbuhan jiwa 
yang sehat bagi dirinya dan bagi 
orang lain. Kasih itu juga ditegas- 
kan sebagai sifat yang mencintai 
kebenaran dan keadilan, orang 
yang memiliki cinta pasti memben- 
ci ketidakadilan dan perbuatan- 
perbuatan jahat. Ia rela memper- 
juangkan dan menyuarakan suara 
kebenaran jika menemukan keti- 
dakdilan. 

Paulus menjelaskan bahwa 
orang yang memiliki cinta kasih 
adalah orang yang sanggup men- 
jaga hal-hal yang bersifat rahasia, 
bukan tukang gosip, dan orang 
yang mengasihi sanggup melihat 
hidup dalam persfektif yang benar, 
sanggup melihat tujuan-tujuan 
yang baik yang diinginkan Allah 
untuk diperjuangkan dan dihidupi. 
Orang yang memiliki kasih adalah 
orang yang memiliki pengharapan 
yang besar, tidak mudah frustrasi, 
tidak mudah menyerah, sanggup 
menerima segala sesuatu yang 
terjadi dengan hati lapang dan 
dalam persfektif yang benar dalam 
iman kepada Allah. 

Finalisasi kasih terletak pada 
ketaatan seseorang kepada perin- 
tah Allah (II Yohanes 1:6). Kasih 
itu kekal adanya, karena kasih itu 
berasal dari Allah, bukan berasal 
dari diri manusia. Manusia pada 
dirinya sendiri tidak memiliki mod- 
al cukup untuk mengasihi dengan 
kualitas kasih sejati atau agape (I 
Yohanes 4:7-8). 

Tanpa kehadiran Allah dalam diri 
seseorang, sampai kapan pun ia ti- 
dak akan sanggup mencintai dengan 
sebenarnya. Kemampuan mengas- 
ihi sangat bergantung pada proses 
menundukkan diri di hadapan Allah, 
menaati Firman-Nya. Kasih memiliki 
kekuatan dan peran yang sangat be- 
sar dalam kehidupan manusia, dan 
tanpa kasih semua kesuksesan dan 
keberhasilan manusia akan sia-sia 
dan akan sangat hambar. Marilah 
kita hidup dalam kasih dan terus 
melatih diri untuk mendasari segala 
segala yang kita lakukan dalam ka- 
sih. Soli Deo Gloria.* 




RADIO ‘lAHTERA HAW 

Kuala Kapuas 91 ,4 FM 



Sebuah Stasiun Radio Rohani, Orientasi khusus untuk 
Pelayanan Pekabaran lnji.1 menjangkau Umat-Umat Tuhan di 
daerah yang belum terjangkau. 


Bapak/ Ibu/ Sdr (i) dapat menjadi Mitra/partner kami 
dengan cara : 

Mendukung kami dalam do' a 

Mendukung kami lewat dana untuk operasional . 

Mengirimkan kepada kami pakaian layak pakai/baru untuk 
pendengar radio yang di daerah yang sangat membutuhkan. 
Mengirimkan kepada kami kaset /CD lagu rohani khotbah. 


Radio Bahtera Hayat FM 

Jl. Rarkit II lSb.168 

Perumnas Pulau Telo Kuala Kapuas 

KaL-Teng 73551 

HP. 081351377168 


Bank Mandiri 
Cab. Kuala Kapuas 
No.Rek : 0310096528347 
U/Radio Bahtera Hayat 



RADIO SWARA GITA 
CITRA SUMBER KASIH FM 

L ) lettMi sr/c 


Head Office : Jl. 14 Februari Lingk. II Teling Atas Manado 95119 
Teip. (Q43i) mm 

Rekening Bank : BCA Manado a. n Hao Phoe Khoen A.C 0261 353-696 
E-maif : r&kfrogyahoo.com 



SirapRACIA 

P I 'T ■ o a FM 


smart & friendly stcmon 


Office & S tudio, 

Villa P uncak- TdaiyBlok i /9 4 


Malangi 65,15,1j ^JawajTimurr 
Telfj/J/ |?ax ' ( IwAiWtf 
SMS, r 0^16-5570.00 


Studio 


034.1 ^557000, 


e mail : r adio solaqr acia @yahoo com 

w et>site, : yw^§£lagrac 


REFORMATA 




12 

Jadwal Gereja 

EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 

!RE/QRMMA| 


Bagi Anda 
yang 

ingin memasang 
jadwal ibadah 
gereja Anda, 
silakan 

menghubungi 
bagian iklan 

REFORMATA 

Jl. Salemba Raya 


PERSEKUTUAN DOA 

EL SHADDAI 

CARILAH TUHAN MAKA KAMU AKAN HIDUP (AMOS 5:6) 

KEBAKTIAN SETIAP KAMIS, JAM 18.30 
GEDUNG PANIN BANK, LT 6. JL. PECENONGAN RAYA 84. 
JAKARTA PUSAT 



03 Maret 2011 
10 Maret 2011 
17 Maret 2011 
24 Maret 2011 

31 Maret 2011 
07 April 2011 
14 April 2011 


Pdt. Ridwan Hutabarat 
Pdt. Je Awondatu 
Pdt. Anthony Chang 
Pdt. David Novendus 
Kesaksian : Ibu Jacqlien Celosse 
Pdt. Bigman Sirait 
Pdt. Je Awondatu 
Pdt. Andreas Soestono 


DISERTAI KEBAKTIAN ANAK2 KAMIS CERIA 


SEKRETARIAT: TELP.: [02 1 ] 70 1 6 7680, 9288 3860 - FAX: [02 1 ] 560 0 1 70 
BCA Cab. Utama Pasar Baru AC. 002-303-17 1 7 a.n. PD. EL Shaddai 



YEHUDA GOSPEL MINISTRY 


PIMPINAN : Pdt. Drs. Yuda D. Mailool, M Th 


Sekretariat : Kelapa Gading Hypermal (KTC) Lt. 2 Blok A Jl. Boulevard Barat Raya 
Kelapa Gading 14240 Telp. (021) 95100077 / 0817817595 Fax. (021) 45 85 19 II 


KTC LT. 2 

JADWAL KEBAKTIAN MINGGU 


MARET 2011 


TANGGAL 

WAKTU 

PEMBICARA 

KETERANGAN 

06 MARET'll 

PKL 07.30 

PDT. Dr. DrS. YUDA D. MAILOOL 

PERJAMUAN KUDUS 

PKL 10.00 

PDT. Dr. DrS. YUDA D. MAILOOL ( SEMINAR KRITERIA PENGANGKATAN) 

PKL 18.00 

PDT. Dr. DrS. YUDA D. MAILOOL 

13 MARET11 

PKL 07.30 

PDT. Dr. DrS. YUDA D. MAILOOL 

PERJAMUAN KUDUS 

PKL 10.00 

PDT. Dr. DrS. YUDA D. MAILOOL ( SEMINAR KRITERIA PENGANGKATAN) 

PKL 18.00 

PDT. Dr. DrS. YUDA D. MAILOOL 

20 MARET'll 

PKL 07.30 

PDT. Dr. DrS. YUDA D. MAILOOL 

PERJAMUAN KUDUS 

PKL 10.00 

PDT. Dr. DrS. YUDA D. MAILOOL 

PKL 18.00 

PDT. Dr. DrS. YUDA D. MAILOOL 

27 MARET'll 

PKL 07.30 

PDT. Dr. DrS. YUDA D. MAILOOL 

PERJAMUAN KUDUS 

PKL 10.00 

PDT. Dr. DrS. YUDA D. MAILOOL 

PKL 18.00 

PDT. Dr. DrS. YUDA D. MAILOOL 


• IBADAH DOA MALAM 

HARI / TGL : KAMIS, 3 Maret 201 1 
JAM : 19.00 WIB 

• IBADAH TENGAH MINGGU 

HARI / TGL : KAMIS, 1 0 Maret 201 1 
JAM : 19.00 WIB 

• IBADAH DOA MALAM 

HARI / TGL : KAMIS, 1 7 Maret 201 1 
JAM : 19.00 WIB 


NB: SELURUH JADWAL DIATAS DI ADAKAN DI KTC HYPERMALL LT.2 BLOK A 


\DAH WBK SETIAP HARI RABU 
JAM : 16.00 WIB 


IBADAH TENGAH MINGGU « 
HARI / TGL : KAMIS, 24 Maret 201 1 
JAM : 19.00 WIB 

IBADAH DOA MALAM « 
HARI / TGL : KAMIS, 1 7 Maret 201 1 
JAM : 19.00 WIB 


No: 24A-B, 
Jakarta Pusat 


Telp: 021-3924229, 
HP: 0811991086 
Fax:(021) 3148543 


GEREJA REFORh 
INDONESIA REF 

i 

IASI INDONESIA 

0 R M E D C H U R C H 

Persekutuan Oikumene, Rabu, Pkl 12.00 WIB 

2 Maret 2011 23 Maret 2011 

Pembicara: Bpk. Rudi Hidayat Pembicara: BpkHarryPuspilo 
9 Maret 2011 30 Maret 2011 

Pembicara: Pdt. Erwin N.T Pembicara: Ibu Hilda Pelawi 

16 Maret 2011 
Pembicara: Bpk. Handojo 

Antiokhia Youth Fellowship, Sabtu, Pkl 16.30 WIB 

5 Maret 2011 19 Maret 2011 

Pembicara: -LIBUR- Pembicara: -LIBUR- 

12 Maret 2011 26 Maret 201 1 

Pembicara: -LIBUR- Pembicara: -LIBUR- 

JAUWAL I\EdAI\I IAIN 

TENGAH MINGGU 
GEREJA REFORAAASI 
INDONESIA 

MARET 201 1 

Antiokhia Ladies Fellowship, Kamis, Pkl 1 1.00 WIB 

3 Maret 2011 24 Maret 201 1 

Pembicara: Pdt. Erwin N.T Pembicara: Ibu Iva 

10 Maret 2011 31 Maret 201 1 

Pembicara: Pdt. Bigman Sirait Pembicara: Demo 

17 Maret 2011 

Pembicara: Pdt. Yusuf Dharmawan 

ATF,Sabtu, Pkl 15.30 WIB 

5 Maret 2011 19 Maret 2011 

Pembicara: Ret-reat Pembicara: Ibu Juaniva 

12 Maret 2011 26 Maret 201 1 

Pembicara: Pak. Tonny Pembicara: Kebersamaan 

Ice Cream Party 

WISMA BERSAMA Lt.2, Jin. Salemba Raya 24A-B Jakarta Pusat 


0PETRA 

JADWAL KEBAKTIAN UMUM 

Gereja Kristus Rahmani Indonesia Jemaat Petra 


Jadwal Khotbah Pkl. 07.30 WIB Pkl. 10.00 WIB 



06 

Ibadah Perj. Kudus 

Ibadah Perj. Kudus 

MARET 


Pdt. Saleh Ali 

Pdt. Saleh Ali 

13 

Pdt. Christono Santoso 

Pdt. Christono Santoso 

2011 

20 

Ev. Stella Liow 

Ev. Ronald Oroh 


27 

Pdt. Kim Jong Kuk 

Pdt. Kim Jong Kuk 


03 

Ibadah Perj. Kudus 

Ibadah Perj. Kudus 



Pdt. Saleh Ali 

Pdt. Saleh Ali 

APRIL 

2011 

10 

Ev. Mona Nababan 

Pdt. Hilda Pelawi 

17 

Pdt. Anthony Chang 

Ibadah Jum’at Agung 


22 

_ 

(Perjamuan Kudus) 
Pdt. Saleh Ali 


24 

- 

(Ibadah & Perayaan Paskah) 
Pdt. Ridwan Hutabarat 


Tempat Kebaktian : 

Gedung Panin Lt. 6, Jl. Pecenongan No. 84 Jakarta Pusat 


Sekretariat GKRI Petra : 

Ruko Permata Senayan Blok F/22, Jl. Tentara Relajar I (Patal Senayan) 
Jakarta Selatan. Telp. (021) 5794 1004/5, Fax. (021) 5794 1005 


ANTIOKHIA 


Misioner dan Kritis, Menjawab dan 
Memenuhi Kebutuhan Umat di Milenium 3 

Doakan dan Hadirilah 


Untuk Informasi Hubungi : 

Sekretariat: Wisma Bersama Jl. Salemba Raya 24A-B, Jakarta Pusat 10430 


Gereja Reformasi Indomu 


Kebaktian Minggu - 06 Maret 201 1 



Kebaktian Minggu - 20 Maret 201 1 

1. TWIN PLAZA: office Tower Lt.2 Ruang Visual 
Jl. Letjen. S. Parman Kav. 93-94, Jakarta Barat 

Pk. 07.30 Pdt. Yusuf Dharmawan 

Pk. 10.00 Pdt. Sastra sembiring 

2. P1 Pasific Place (Mediteranian Fuction Room) 

SCBD, Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53, komp Bej Blk Komdak 
Pk. 1 7.00 Pdt. 1 Made Mastra 

1. TWIN PLAZA: office Tower Lt.2 Ruang Visual 

Jl. Letjen. S. Parman Kav. 93-94, Jakarta Barat 
Pk. 07.30 Pdt. Bigman Sirait 

Pk. 10.00 Pdt. Bigman Sirait 

2. P1 Pasific Place (Mediteranian Fuction Room) 

SCBD, Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53, komp Bej Blk Komdak 

Pk. 17.00 Pdt. Bigman Sirait 

Kebaktian Minggu - 13 Maret 2011 



Kebaktian Minggu - 27 Maret 201 1 

1. TWIN PLAZA: office Tower Lt.2 Ruang Visual 
Jl. Letjen. S. Parman Kav. 93-94, Jakarta Barat 

Pk. 07.30 Pdt. Bigman Sirait 

Pk. 10.00 Pdt. Bigman Sirait 

2. P1 Pasific Place (Mediteranian Fuction Room) 

SCBD, Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53, komp Bej Blk Komdak 

Pk. 17.00 Pdt. Bigman Sirait 

1. TWIN PLAZA: office Tower Lt.2 Ruang Visual 
Jl. Letjen. S. Parman Kav. 93-94, Jakarta Barat 

Pk. 07.30 Pdt. Bigman Sirait 

Pk. 10.00 Pdt. Bigman Sirait 

2. P1 Pasific Place (Mediteranian Fuction Room) 

SCBD, Jl. Jendral Sudirman Kav. 52-53, komp Bej Blk Komdak 
Pk. 17.00 Pdt. Bigman Sirait 


Kebaktian Remaja Setiap Hari Minggu Pukul : 10.00 WIB 
TWIN PLAZA: office Tower Lt.2 Ruang Visual Jl. Letjen. S. Parman Kav. 93-94, Jakarta Barat 
-06 Maret 2011 : Ibu Greta -20 Maret 2011 : Pdt. Yusuf Dharmawan 

-13 Maret 2011 : Bpk. Handojo -27 Maret 2011 : Bpk. Rudy HT 


702, AJVf 

Jnkarln 


HORAS, MEJUAH-JUAH, 
KJUM-JUAU, YAAHOWlf, AHOJ 


JU y* PVr 

Hadir setiap hari dari jam 06.00-24.00. 
memutarkan lagu-lagu : 

IMB jf 

Koto W. Mtiayk thil 

MandaMltig flfe 

Promosikan Album Terbaru Anda 

Slifdlo ; X Bintaro Rwallo IV Jto, i0. Bumi Bintaro Pflrm.n. 
Jnkerta Selatan. Toip. 021-7L'6S&034 
Afcuaman Perda- 0B1 388240983 ! 021 - 33371 921 
Erawttf SiflUUhaf* ; 061388997710/ 021^7470209 




Berdiri 22-5-1975 

Radio Komersil Berpengalaman 
Meraih Pendengar Terbanyak 
di Kotamadya P. Siantar 
Kab. Simalungun. 

Sewice MeHwjaui PenguAaka 

Jl. Bola Kaki No. 31 
P. Siantar 2112 - Sumut 
Tel. (0622) 28154 - 21767 
Fax : 28300 



REFORMATA 










iRE/ORMAT^I 


EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


Muda Berprestasi 1 3 



wafejrsj 


Netto/V^ - i 




Less Sugar 


enakny^ 


nan 


o 




®sr f\% 

Cydarvate \ 


nan 


o 






faaharTn 

Cyclamate 


Vanessa Setiawan, Juara Kontes Putri Indonesia Banten 


Sebenarnya sejak ia kecil orang 
tuanya selalu mendorongnya untuk 
mengikuti berbagai lomba model- 
ing, ia pun dianjurkan untuk mengi- 
kuti kursus dan pelatihan sejenis- 
nya, namun menurut pengakuannya 
ia baru memiliki keberanian untuk 
terjun ke dunia modeling sejak ke- 
las 1 SMA. Awal ia terjun ke dunia 
modeling dan hiburan sebenarnya 
ia ragu dan sedikit pemalu, namun 
atas dorongan dan dukungan ma- 
manya ia menjadi percaya diri dan 
berprestasi. Memang awal ia terjun 
ke dunia modeling pada tahun 2005 
ia sudah memiliki bakat yang cukup 
menonjol pada bidang tersebut. 
Terbukti pada tahun yang sama 
anak kedua dari empat bersaudara 
ini meraih penghargaan TOP 3 Pla- 
za Semanggi model hunt. 

Putri dari Surya Setiawan dan 
Kartika Sari Susilo ini mengaku 
menyukai bidang modeling karena 
ia merasa punya bakat. Atas du- 
kungan dari mamanya ia perla- 
han mendalami kegiatan modeling, 
mengerti, dan menjadi maksimal 
dengan berprestasi dalam bidang 
tersebut. Dukungan yang terus ia 
dapatkan dari sang mama tam- 
paknya memberikan peranan besar 
untuk karirnya di bidang modeling. 
Karena itu dalam berbagai kesem- 
patan di bidang tersebut ia tampak 
didampingi mamanya. 

Tentang cita-citanya, Vanessa in- 
gin menjadi wirausaha, baik dalam 
menuangkan ide dalam memulai 
bisnis, sampai sukses menjalankan- 
nya. Bahkan ia mengakui bahwa ia 
memiliki target yang belum terca- 
pai dalam bidang bisnis. Ia berke- 
inginan untuk membuka restoran. 
"Karena pada dasarnya saya gemar 
kuliner dan gemar bereksperimen 
dalam masakan," ujarnya. 

Ia sangat ingin masakannya 
dapat dicicipi oleh khalayak ban- 
yak melalui restoran yang menu 
dan konsep yang dia buat sendiri. 
Selain itu ia merasa bahwa dirinya 
adalah orang yang aktif dan ingin 
bekerja sesuai dengan apa yang ia 
sukai, menurutnya, dengan bekerja 
sesuai dengan kegemaran, maka 
sebuah pekerjaan tidak akan men- 
jadi beban besar, melainkan sebuah 
kesukaan karena didasari sukacita 

Ia percaya, segala sesuatu telah 
direncanakan oleh Tuhan, baik 
atau buruknya selalu ada nilai yang 
dapat dipetik. Hal tersebut adalah 
sebuah pemahaman yang selalu di- 
pegang oleh Vanessa. Ia mengakui 
bahwa dari kegiatan Puteri Indone- 
sia, ia mungkin tidak memperoleh 
prestasi apa-apa, namun ia belajar 
bersyukur bahwa ia telah diberi ke- 
sempatan oleh Tuhan untuk dapat 
membawa nama Provinsi Banten, 
dan dapat memperkenalkan kebu- 
dayaan dan potensi pariwisata yang 
dimiliki Banten. 

Ia berprinsip bahwa hidup harus 
selalu bersyukur, karena setiap hal, 
sekecil apa pun itu, sangat berarti 
dan bernilai, seperti halnya waktu, 
di mana harus dimanfaatkan sebaik- 
baiknya. Ia juga berharap untuk terus 
dapat mengasihi sesama dan terus 
berkarya lewat talenta yang diberikan 
kepadanya. ^Jenda Munthe 


gan internasional di Universitas Pel- 
ita Harapan, Karawaci, dan akan di- 
wisuda Mei nanti. Saat ini ia aktif di 
bidang modeling, baik sebagai foto 
model dan juga peragaan busana. 

Penilaian dalam kontes Puteri In- 
donesia Banten meliputi kriteria 3 B, 
brain (kecerdasan), beauty (kecan- 
tikan), dan behaviour (perilaku). 
Pada kontes tersebut wanita kela- 
hiran Tangerang 4 Maret 1989 ini 
menjawab pertanyaan dewan juri 
dengan ringan namun berbobot. 

Pada ajang yang dihadiri Gu- 
bernur Banten Ratu Atut Chosiyah 


tersebut, wanita yang gemar mem- 
baca, travelling, dan mendengarkan 
musik ini tampil optimal, menang 
dan dinobatkan sebagai Puteri In- 
donesia Banten 2008 dan maju 
ke tahap nasional, dan bertand- 
ing dengan putri-putri dari daerah 
lainnya. Ia berhasil melewati tahap 
demi tahap mulai dari karantina 
sampai pada tahap final penilaian 
juri yang tentu saja memerlukan 
kesiapan mental, kecerdasan dan 
fisik yang mantap. Sejak saat itu ia 
semakin aktif dalam dunia model- 
ing. 


S ETELAH menyingkir- 

kan 19 kontestan lain- 
nya, gadis manis ini di- 
nobatkan sebagai Puteri 
Indonesia Banten 2008. 
Pada tahap berikutnya 
ia menjadi ikon pesona 
Banten pada ajang se- 
rupa untuk tingkat na- 
sional. Baru-baru ini 
gadis bernama leng- 
kap Vanessa Ariesca 
Setiawan ini meny- 
elesaikan kuliahnya 
pada jurusan hubun- 


Follow us: 

Tango Wafer Renyah 
fo 1 1 o w@ wafe rta n g o 
www.tangopeduligizi.com 


Bebaskan dirimu dari rasa bersalah 
saat ngemil. Karena sekarang ada 
Tango Less Sugar. Mengandung 
ISOMALT dan XYLITOL untuk 
menjaga berat badan tetap ideal. 

Rasa Coklat dan Vanilla, sama enaknya! 


MEMANG TANGO ENAK 


REFORMATA 






Konsultasi Hukum 


EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


iRE/QRMAT^ 



Praktek Monopoli Dapat 
Dilaporkan ke Pihak Berwajib 


An An Sylviana, SH, MBL* 

Bapak Pengasuh yang baik. Perusahaan saya adalah distrubutor dari 
produk bermerek "X" yang dihasilkan oleh produsen dari luar negeri. 
Beberapa tahun yang lalu perusahaan yang memproduk barang-barang 
yang didistibusikan oleh perusahaan saya tersebut sebahagian be- 
sar sahamnya dibeli oleh sebuah perusahaan besar yang ada di Indo- 
nesia, yang juga bergerak di bidang yang sama dengan perusahaan 
saya. Sejak saat itu keadaan tidak menjadi kondusif lagi, karena pihak 
perusahaan produsen telah menetapkan target "bisnis" yang tidak ma- 
suk akal. Ada dugaan "kuat" itu dilakukan agar distribusi produk yang 
selama ini dilakukan perusahaan saya, akan dihentikan dan selanjut- 
nya akan diserahkan kepada perusahaan besar yang notabene adalah 
juga pemegang saham di perusahaan produsen tersebut. Apa yang ha- 
rus dilakukan perusahaan saya menghadapi hal tersebut? Terima kasih. 
Gunawan 
Jakarta 


M ONOPOLI adalah penguasaan 
atas produksi dan atau pemasa- 
ran barang dan atau atas penggunaan 
jasa tertentu oleh satu pelaku usaha 
atau satu kelompok pelaku usaha. 
Praktik monopoli adalah pemusatan 
kekuatan ekonomi oleh satu atau 
lebih pelaku usaha yang mengakibat- 
kan dikuasainya produksi dan atau 
pemasaran atas barang dan atau jasa 
tertentu sehingga menimbulkan per- 
saingan usaha yang tidak sehat dan 
dapat merugikan kepentingan umum. 

Persaingan usaha tidak sehat 
adalah persaingan antar-pelaku 
usaha dalam menjalankan kegiatan 
produksi dan atau pemasaran barang 
dan atau jasa yang dilakukan dengan 
cara yang tidak jujur atau melawan 



hukum atau menghambat persaingan 
usaha. Sedangkan "posisi dominan" 
adalah suatu keadaan di mana pelaku 
usaha tidak mempunyai pesaing yang 
berarti di pasar bersangkutan dalam 
kaitan dengan pangsa pasar yang di- 
kuasai, atau pelaku usaha mempunyai 
posisi tertinggi di antara pesaingnya di 
pasar bersangkutan dalam kaitannya 
dengan kemampuan keuangan, ke- 
mampuan akses pada pasokan atau 
penjualan, serta kemampuan untuk 
menyesuaikan pasokan atau per- 
mintaan barang atau jasa tertentu. 
Berdasarkan keadaan-keadaan terse- 
but, maka telah dibentuk UU No 5 
thnl999 tentang larangan Praktek 
Monopoli dan Persaingan Usaha tidak 
sehat. Selanjutnya bersadarkan man- 


dat UU tersebut, maka telah dibentuk 
Komisi Pengawas Persaingan Usaha 
atau dikenal dengan sebutan KPPU 
melalui Keppres No.75 thn 1999. 

Ada pun tugas dari KPPU tersebut 
antara lain: (1) Melakukan penilaian 
terhadap perjanjian, kegiatan usaha 
dan atau tindakan pelaku usaha serta 
ada tidaknya penyalahgunaan posisi 
dominan yang dapat mengakibatkan 
terjadinya praktik monopoli san dan 
atau persaingan usaha tidak sehat; (2) 
Memberikan saran dan pertimbangan 
terhadap kebijakan pemerintah yang 
berkaitan dengan praktik monopoli 
dan atau persaingan usaha tidak 
sehat; (3) Menyusun pedoman dan 
atau publikasi; dan (4) Memberikan 
laporan secara berkala atas hasil keija 
Komisi kepada Presiden dan DPR. 

Sedangkan wewenang dari KPPU 
antara lain: (1) Menerima laporan 


dari masyarakat san atau dari pelaku 
usaha; (2) Melakukan penelitian ten- 
tang kegiatan usaha/tindakan pelaku 
usaha yang dapat mengakibatkan 
terjadinya praktek monopoli dan atau 
persaingan usaha tidak sehat; (3) 
Melakukan penyelidikan dan pemerik- 
saan; (4) Meminta keterangan dari in- 
stansi pemerintah; (5) Mendapatkan, 
meneliti dan menilai surat dokomen, 
atau alat bukti lain guna penyelidikan 
dan atau pemeriksaan; (6) memu- 
tuskan dan menetapkan ada atau ti- 
dak adanya kerugian di pihak pelaku 
usaha lain atau masyarakat; (7) Mem- 
beritahukan putusan Komisi kepada 
pelaku usaha yang diduga melakukan 
praktik monopoli dan atau persaingan 
usaha tidak sehat; dan (8) Menjatuh- 
kan sanksi berupa tindakan adminis- 
tratif kepada pelaku usaha. 

Dengan adanya "dugaan 


kuat"sebagaimana Saudara utarakan 
di atas maka perusahaan Saudara 
dapat melaporkan adanya dugaan 
tersebut kepada KPPU. Selanjut- 
nya dalam tenggang waktu 30 hari 
setelah pengaduan tersebut diterima, 
KPPU akan melakukan pemeriksaan 
terhadap pengaduan tersebut untuk 
diputuskan dilanjutkan. 

Penyelesaian pemeriksaan di- 
lakukan dalam waktu 60 hari sejak 
pemeriksaan dilanjutkan; bila dibu- 
tuhkan dapat diperpanjang selama 
30 hari. Putusan akan dilakukan 30 
hari setelah selesainya pemeriksaan. 
Putusan KPPU yang telah mempunyai 
kekuatan hukum tetap, eksekusinya 
dimintakan kepada pengadilan negeri. 

Jika tidak dilaksanakan, putusan 
disampaikan ke pihak penyidik se- 
bagai bukti. Apabila ada keberatan 
terhadap Putusan KPPU tersebut, 
keberatan diajukan ke pengadilan 
negeri dalam tenggang waktu 14 
hari setelah putusan diterima. Pen- 
gadilan negeri akan menjatuhkan 
putusan dalam waktu 30 hari sejak 
pemeriksaan dimulai. Dan apabila 
ada yang tidak puas terhadap putu- 
san PN tersebut dapat diajukan kasasi 
ke MA, dan MA akan memutuskan 
dalam tenggang waktu yang sama. 

Demikian penjelasan dari 
kami semoga bermanfaat.* 

“Managing Partner pada kantor 
Advokat & Pengacara 
An An Sylviana & Rekan 


Hikayat 


Beringas 



Hans RTan 


A PA kata dunia tentang Indo- 
nesia? Negeri yang indah per- 
mai, tanahnya subur dan kaya, 
penduduknya ramah tamah, serta 
bertoleransi tinggi. Singkatnya, 
bagi mereka, Indonesia adalah sur- 
ganya dunia. Ada rasa bangga dan 
sukacita bila membaca atau men- 
dengar komentar orang-orang as- 
ing tentang bangsa ini. Tetapi itu 
dulu. Sekarang, bila ada yang men- 
gatakan Indonesia adalah negeri 
impian, bisa jadi itu hanya sekadar 
berbasa-basi, atau memang sedang 
bermimpi. 

Ya, akhir-akhir ini Indonesia 
memang sudah banyak berubah. 
Dulu, jauh sebelum SBY menjadi 
presiden, bahkan dia belum dikenal 
banyak orang, saya sering melintas 
di depan sebuah rumah kontrakan 
yang sebulan sekali dijadikan tem- 
pat ibadah. Dari dalam rumah ter- 
dengar suara ramai seperti bersa- 
hut-sahutan: "Dalam nama Yesus!" 
Orang-orang di dalam rumah itu 
berteriak-teriak bagai sedang 
histeris. Saat acara berlangsung, 
pintu dan jendela rumah itu ditutup 
rapat. Tetapi tetangga-tetangga 


terlihat cuek saja, mungkin sudah 
terbiasa dengan aktivitas bulanan 
di rumah itu. 

Sulit membayangkan bila rutini- 
tas orang-orang itu masih ada sam- 
pai saat ini. Besar dugaan, aktivitas 
itu telah berakhir seir- 
ing berubahnya perilaku 
banyak orang dalam 
memandang perbedaan 
yang ada di masyarakat. 

Sekarang banyak orang 
yang langsung beringas 
bila berhadapan dengan 
sesuatu yang bersinggun- 
gan dengan agama atau 
keyakinan. Orang-orang 
menjadi beringas bila 
mendengar isu bahwa di 
sana ada aliran sesat dan 
menyesatkan. Banyak 
warga tiba-tiba beringas 
bila melihat umat lain 
beribadah di suatu tem- 
pat. Akibatnya, rumah-rumah iba- 
dah yang sudah ada puluhan tahun 
pun harus lenyap. 

Beringas pada dasarnya adalah 
sifat hewani, terutama binatang 
buas. Singa atau macan bisa men- 
jadi beringas bila melihat mangsa. 
Bahkan konon, baru hanya men- 
gendus mangsa pun, binatang 
buas itu sudah mulai beringas. Ular 
langsung beringas bila bertemu 
makhluk lain yang dirasa mengan- 
cam jiwanya. Kucing dan anjing 
akan sama-sama beringas teru- 
tama bila bertemu dalam suasana 


yang kurang kondusif. Manusia, 
sepanjang kondisinya masih baik- 
baik saja, tidak ada alasan untuk 
beringas. Namun jika stabilitas ji- 
wanya sudah terganggu, maka dia 
bisa beringas. Bertemu satu orang 


saja yang sedang beringas, rasanya 
sudah menakutkan, apalagi jika 
berhadapan dengan ratusan atau 
ribuan manusia yang sedang ber- 
ingas, situasinya amat mengerikan. 
Rumah, gedung, warung, bisa luluh 
lantak diamuk gerombolan yang 
beringas. Bahkan manusia pun bisa 
lumat dihajar massa beringas. 

Mengapa manusia suka beringas? 
Ada yang berpendapat itu karena 
sifat naluriah kebinatangan yang 
ada dalam diri manusia. Dalam ilmu 
biologi yang pernah saya pelajari, 
makhluk hidup memang dibagi dua 


jenis: tumbuh-tumbuhan dan bina- 
tang. Nah, rela atau tidak, bangsa 
manusia berada dalam golongan 
yang kedua tadi. Sekali lagi, peng- 
golongan itu hanya dalam ilmu pen- 
getahuan lho, ya. Sedangkan secara 
umum, apalagi ditinjau 
dari segi agama, kita ma- 
nusia ini adalah makhluk 
paling mulia, berakal budi, 
cerdas cendikia, berakhlak 
tinggi, dan bahkan ada 
yang mengatakan bahwa 
umat manusia ini adalah 
percikan ilahi. Ciptaan pal- 
ing sempurna! Tetapi men- 
gapa ada manusia yang 
suka beringas? Padahal 
bukankah setiap manusia 
dianugerahi akal budi un- 
tuk mengontrol sifat yang 
nyata-nyata tidak manu- 
siawi itu? 

Agama adalah salah 
satu karunia ilahi yang paling agung 
bagi umat manusia. Dengan ajaran 
agama, umat manusia seharusnya 
semakin mengerti bahwa dirinya 
berbeda dari makhluk lain. Dengan 
meresapi ajaran agama, manusia 
mestinya jauh dari sifat-sifat berin- 
gas. Namun sungguh mengherankan 
jika akhir-akhir ini yang terjadi adalah 
hal yang sebaliknya, di mana agama 
membuat orang menjadi beringas. 
Agama sejatinya menyejukkan hati 
yang sedang panas, namun agama 
sering menjadi alasan bagi segelintir 
orang untuk menjadi beringas. Kalau 


sudah diperhadapkan dengan kasus- 
kasus semacam ini, orang-orang pun 
hanya bingung, dan bertanya-tanya 
dalam hati: Ini, yang salah agaman- 
ya atau orangnya? 

Terlepas dari keganjilan dan keru- 
mitan itu, kita bangsa Indonesia ha- 
rus menyadari bahwa angin reformasi 
yang kebablasan selama satu dekade 
terakhir ini telah melahirkan banyak 
orang yang suka beringas. Arus kebe- 
basan yang tidak dikawal kepemimpi- 
nan yang kuat, tegas dan berwibawa 
membuat banyak orang dengan bang- 
ga memamerkan keberingasannya. 
Kepemimpinan bergaya sontoloyo dan 
inkonsisten, mendorong sebagian ma- 
syarakat untuk berperilaku beringas. 
Sepak terjang pemimpin dan tingkah 
laku para elit yang kerap tidak selaras 
dengan aspirasi rakyat banyak, seolah 
mempersilakan massa untuk beringas. 

Pelan tetapi pasti, kebodohan para 
pemimpin, kebobrokan kaum elit, 
serta keberingasan yang merajalela, 
telah menyeret negeri ini ke tepi ju- 
rang kenestapaan. Indonesia yang 
dulu dianggap sebagai surganya du- 
nia, bisa saja berubah menjadi tempat 
yang menakutkan. Negeri yang dulu 
dipuja dan dikagumi banyak orang, 
sebentar lagi, bisa jadi, hanya bahan 
cemoohan. 

Lalu apa yang harus kita lakukan? 
Coba simak lagu terbaru Bimbo, grup 
band asal Bandung yang legendaris 
itu: Ada banyak cara menyelamatkan 
Indonesia, salah satunya, sembuhkan 
elit yang sakit jiwa.* 



REFORMATA 


■ 






|;re/ormata| 


EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


Konsultasi Teologi 



Karena Manusia 
Lebih Taat pada Iblis 


Pdt.Bigman Sirait 

Bapak Pengasuh, dalam pembahasan di sebuah kelompok Penelaahan 
Alkitab (PA), pemimpin PA tersebut menyatakan bahwa dosa itu telah ada 
sebelum manusia itu diciptakan. Pernyataan ini terjadi karena melihat 
fakta Alkitab tentang kejatuhan malaikat di dalam dosa, sebelum manu- 
sia diciptakan. Menurut saya itu benar, namun kenyataan ini membuat 
saya dapat menyimpulkan sebagai berikut: 

1) Ternyata sebelum manusia ada, sudah ada dosa. Tidak heran kalau 
manusia yang tidak berdosa itu dapat jatuh dalam dosa. Manusia kan cip- 
taan, jadi sudah sewajarnya dia gagal dan jatuh dalam dosa, karena ket- 
erbatasannya itu; 2) Dosa itu sudah ada, namun manusia belum men- 
genalnya sebelum rayuan si iblis itu. Sejak rayuan di taman Eden itulah, 
manusia mengenal dan hidup dalam dosa. Dosa pun semakin berkembang; 
3) Apakah potensi manusia tidak dapat jatuh dalam dosa, saat awal dicip- 
takan, itu kenyataan yang salah? Karena terbukti dia bisa jatuh dalam dosa. 
Akhirnya melihat kenyataan dosa yang sudah ada sejak awal, se- 
makin membuat saya sadar, betapa sangat terbatasnya manu- 
sia. Untuk itu manusia harus selalu bergantung kepada Allah. 
Frensca 
Bekasi 



F RENSCA yang dikasihi Tuhan, PA 
yang baik memang menyenang- 
kan, mengajak kita memikirkan berb- 
agai hal yang mungkin tidak terpikir- 
kan sebelumnya. Namun saat yang 
bersamaan bisa jadi kurang baik, jika 
tidak tuntas pembahasannya. Karena 
itu, menurut hemat saya, adalah tin- 
dakan bijaksana mendalaminya. 

Soal dosa sudah ada sebelum ma- 
nusia diciptakan, adalah benar. Iblis 
sebagai makhluk roh sudah dilem- 
parkan dari surga, dari hadapan Al- 
iah, karena pemberontakan dalam 
kegairahan ingin sama dengan Allah. 
Iblis yang sebelumnya adalah malai- 
kat benar, kini disebut iblis, si pen- 
dosa (1 Yohanes 3: 8). Tetapi men- 
gatakan bahwa "sudah sewajarnya 
manusia gagal dan jatuh kedalam 
dosa karena keterbatasannya" sung- 
guh tidak pas. Dengan jelas Alkitab 


mengatakan bahwa manusia dicip- 
takan sempurna, segambar dan se- 
rupa dengan Allah. 

Sebagai ciptaan, manusia dicip- 
takan tidak bedosa, namun bisa jatuh 
ke dalam dosa. Ini adalah konsekuensi 
logis sebagai ciptaan yang sudah ter- 
batas (ingat, yang tidak terbatas han- 
ya Allah). Tetapi dalam keterbatasan- 
nya manusia bisa tidak berbuat dosa, 
karena dia diciptakan dalam kebena- 
ran. Dengan jelas pula Alkitab berkata 
agar manusia jangan memakan buah 
yang dilarang, yang apabila dimakan 
maka manusia akan mati (Kejadian 2: 
17). Artinya manusia berkemampuan 
untuk tidak melanggar, dan memang 
dituntut untuk taat, kecuali ingin mati 
dihukum Allah. 

Itu sebab ketika manusia melang- 
garnya, manusia dihukum mati, kare- 
na seharusnya bisa menolak godaan 


iblis (tidak berbuat dosa). Jika wa- 
jar tentu Allah tidak akan menghu- 
kum manusia. Dan itu juga berarti 
Allah telah menciptakan manusia 
yang tidak sempurna. Padahal ke- 
saksian Alkitab sangat jelas. Tidak 
seharusnya manusia gagal, karena 
bisa menolak iblis, dan sudah seha- 
rusnya taat kepada perintah Allah, 
bukan melanggarnya. Sehingga 
pelanggaran manusia adalah keja- 
hatan serius, karena lebih percaya 
godaan iblis dan mengabaikan la- 
rangan Allah, sehingga hukuman 
mati sangatlah wajar. 

Yang kedua, bahwa manusia 
mengenal dosa sejak rayuan ib- 
lis, tidak sesuai keterangan kitab 
Kejadian. Dengan jelas manusia 
dilarang melanggar perintah Al- 
lah, dan hukuman juga sangat 
jelas, yaitu kematian. Bagaimana 
mungkin pada saat itu manusia ti- 
dak mengerti apa itu dosa. Karena 
jika tidak tahu apa itu dosa, itu berarti 
manusia akan lolos dari hukuman Al- 
lah. Seperti orang gila membunuh, dia 
tidak dapat dituntut karena dinilai ti- 
dak menyadari apa yang dilakukannya 
karena kegilaannya. Jadi jelas manusia 
tahu apa itu dosa atau tidak, sehingga 
manusia bisa diganjar hukuman. Jan- 
gan lupa, ketika digoda iblis, Hawa 
jelas mengatakan Tuhan melarang 
(dosa = melanggar perintah Allah). 

Memang banyak orang berpikir sep- 
erti itu karena menafsirkan, setelah 
makan buah manusia telah tahu 
yang jahat dan baik (Kejadian 3: 22), 
karena manusia telah menjadi salah 
satu dari kita. Padahal jelas, sejak 
penciptaan manusia dicipta segambar 
dan serupa dengan Allah. Ayat ini ti- 
dak menunjukkan hal tahu baik atau 


jahat (karena sebelumnya pun sudah 
tahu), tetapi lebih kepada manusia tidak 
boleh, karena tidak layak, memakan buah 
kehidupan, sehingga hidup kekal. Manusia 
harus disingkirkan dari Taman Eden. Ini 
betul, karena manusia sudah dihukum 
dalam kematian kekal. 

Pengertian dosa berkembang bu- 
kan kualitasnya, melainkan kuanti- 
tasnya. Jangan lupa, tidak ada dosa 
besar atau kecil, semua sama ber- 
dosa. Pembunuhan, homo, sudah ada 
sejak awal. Yang berkembang hanya 
jumlah pelaku, penyebaran, dan vari- 
asinya. Sementara soal potensi manu- 
sia, harus diingat bahwa manusia bisa 
jatuh ke dalam dosa, adalah betul, 
tetapi jangan lupa bisa juga tidak 
berbuat dosa. Jadi potensi ini bersi- 
fat netral, sama peluangnya, tinggal 


kepada siapa manusia percaya. 
Bukan tidak bisa jatuh ke dalam 
dosa. Karena jika tidak bisa, ti- 
dak perlu ada perintah larangan 
memakan buah. Seharusnya 
manusia percaya kepada Allah, 
pasti tidak berdosa bukan? Say- 
angnya manusia justru percaya 
kepada iblis, tetapi bukan kare- 
na tidak bisa menolak, tetapi ke- 
percayaan yang salah arah. 

Karena itu, sekali lagi, sangat- 
lah pantas manusia dihukum, 
karena peluang bahagianya san- 
gat besar. Godaan kekuasaan 
(sama dengan Allah) membuat 
manusia lupa diri, dan terje- 
bak rayuan iblis. Padahal ket- 
erbatasan manusia bukanlah 
masalah, karena justru dalam 
keterbatasan itulah letak kes- 
empurnaannya. Yang diperlukan 
hanya ketaatan agar keterba- 
tasan menjadi indah dalam ke- 
hidupan. Keterbatasan membuat ma- 
nusia justru bergantung kepada Allah. 
Sayang, dalam kasus Taman Eden ma- 
nusia justru mempercayakan ketaatan 
yang salah, yaitu kepada iblis. 

Frensca yang dikasihi Tuhan, me- 
mang menarik memahami Alkitab 
dengan teliti karena sangat akurat, 
dan logikanya amat sangat kuat. 
Iman orang benar dimampukan 
menangkap kebenaran Alkitab seu- 
tuhnya, sebaliknya bagi orang yang 
tidak beriman. Selamat belajar 
memahami setiap perintah-Nya, dan 
melakukannya dalam kehidupan ini. 
Baik Frensca, semoga penjelasan ini 
bisa menjadi gerkat, dan juga bahan 
perenungan di PA selanjutnya. Salam 
saya kepada semua rekan-rekan PA. 
Tuhan memberkati.* 


Garam Bisnis 


Saatnya Menjadi Kepala 



Hendrik Lim, MBA* 
getex@cbn.net.id 


K ITA semua singgah di planet ini 
untuk sebuah maksud. Tidak 
mungkin hanya numpang lewat 
menghabiskan waktu. Di balik ke- 
beradaaan kita pastilah ada sebuah 
design: What are we here for. Dan 
ketika orang bisa menemukan ala- 
san keberadaannya, maka hidupnya 
mulai terbuka lebar. Semua yang 
selama ini tidak terlihat dan terba- 
tas mulai tersingkap. Langkahnya 
mantap karena mendapat full back 
up dari bisikan dalam dirinya. Ia ti- 
dak lagi hanya akan berkutat meng- 
habiskan waktu dalam ranah sur- 
vival, hanya urusan kelangsungan 
hidup semata. Apa pun profesi yang 
dilakoninya, tidak menjadi masalah: 
Apakah ia pengacara, penyanyi, 
bisnismen, wartawan, kaum cen- 
dikiawan, industrialis, rohaniawan, 
atau apa pun itu, ia pasti melesat 
menembus batas yang selama ini 
memenjarakan bakat bawaannya. 


Secara intrinsic, jawaban atas 
pernyataan "kita ada di sini pasti 
ada alasannya" tidaklah sama bagi 
Anda dan saya. Setiap orang punya 
jawaban unik, tidak ada satu orang 
pun yang sama. Yang mirip mung- 
kin, tapi tidak idem dito. Kita bu- 
kan produk cloning. Pertanyaannya 
adalah: Apakah semua orang men- 
emukan jawaban tersebut? Mayori- 
tas tidak! Mereka yang tidak men- 
emukannya umumnya karena terlalu 
sibuk atas nama rutinitas, masih 
bertempur dalam ranah kelangsun- 
gan hidup. 

Apakah setiap orang pada akh- 
irnya memikirkan pertanyaan terse- 
but? Ya! Namun mayoritas me- 
mikirkannya pada saat saat akhir 
hidup, dalam fase yang sudah san- 
gat terlambat, dan tidak banyak 
yang bisa dibuat lagi pada momen 
seperti itu, kecuali menyesal! 

Ada yang menemukannya pada 
umur 30 dan kemudian merancang 
tangga untuk mencapainya. Seba- 
gian lagi pada usia 40, dan keban- 
yakan orang pada usaia 40-50. Ini 
disebut fase golden ages. Tetapi 
jauh lebih banyak orang yang men- 
emukannya pada akhir hidup, pada 


ujung lorong persinggahannya di 
bumi, sehingga tidak sempat lagi 
membuat tangga, fisiknya sudah 
tidak sanggup lagi mendukung, 
dan kemudian menyesal, merasa 
hidupnya kosong alias tidak mean- 
ingful! Situasi yang paling tragis 
adalah orang melantunkan peng- 
harapan klise: "Seandainya saya 
boleh melintas satu kali lagi, hal-hal 
ini yang akan saya lakukan..." 

Turning point 

Momen turning point bisa terjadi, 
kalau Anda mulai dengan diam, 
be still. Di dalam diam, ada nilai 
balas yang amat besar, dan mulai 
bertanya pada diri sendiri terus- 
menerus pertanyaan di atas, sam- 
pai Anda menemukan jawaban di 
dalam kebeningan. Di dalam diam 
dan duduk tenang itu sendiri, ada 
kekuatan yang amat besar. Kemu- 
dian menyalurkannya ke dalam 
profesi. Bagaimana kita bisa tahu, 
kalau yang kita kerjakan itu, ses- 
uai yang sesuai dengan misi bawaan 
kita masing masing? Cek dengan 
dengan diri sendiri: Anda akan san- 
gat suka dan menggebu-gebu saat 
mengerjakannya. You will love it. 


Kemudian membangun kompetensi 
di atasnya, sehingga punya dasar 
yang kuat dan memiliki daya saing 
yang unggul— competitiveness yang 
tinggi. Dunia tidak membayar harga 
premium untuk apa pun yang tidak 
punya keunggulan. 

Apakah kita bisa menerapkan hal 
tersebut, kalau dalam kenyataan- 
nya sehari-hari, kita bekerja pada 
sebuah organisasi atau korporasi? 
Yes! Sama saja. Setelah Anda men- 
emukan personal mission tersebut 
dan membangun kompetensi di 
atasnya, cari tahu dasar eksistensi 
atau alasan berdirinya organisasi. 
Tanya pendiri orgasasi: mengapa 
organisasi tersebut didirikan. Anda 
akan menemukan gregetnya, ses- 
uatu yang mendorong mereka 
mendirikan organisasi tersebut. Roh 
atau spirit di balik alasan hadirnya 
organisasi tersebut. Dan kemudian 
cari di mana overlapped, antara your 
individual mission dan organization- 
al mission. Lalu kerahkan tenaga 
dan pikiran Anda habis-habisan di 
sana. Anda akan amat senang dan 
organisasi pun demikian. Dan ke- 
tika itu terjadi, Anda akan bergetar 
dalam resonansi yang sama dengan 


pendiri, pemilik organisasi 
Mereka yang berhasil menemukan 
overlap tersebut, akan menggunakan or- 
ganisasi sebagai medium— sebuah inter- 
mediary— untuk menjawab pertanyaan 
misi individu: "kita ada di sini pasti ada 
maksudnya, sesuatu yang menjadi dasar 
kehidupan, the reason for existence ". 

Mereka merasa berada di atas 
kapal yang berlayar ke arah yang 
sama, akan mati-matian menjaga 
kapal tersebut, dan merasa kapal 
tersebut miliknya. Bukan lagi seka- 
dar penumpang, apalagi melakukan 
sabotase dalam kapal. 

Jim Collin Seorang peneliti besar 
dari Amerika, meneliti 1.435 per- 
seroan dalam 15 tahun, dan men- 
emukan organisasi yang sanggup 
bertahan, dan sanggup berkembang 
dari good to great, adalah organ- 
isasi yang sanggup membuat anak 
buah kapal (ABK)-nya merasa kapal 
tersebut milik mereka sendiri. Mer- 
eka menjalankan organisasi seperti 
miliknya sendiri. Run it like you own 
it. Itulah mentalitas entrepreneur- 
ship. 

Hendrik Lim, MBA: Dosen Pascasarjana 
STTINTI Surabaya 


REFORMATA 







1 6 Kawula Muda 


EDISI 137 Tahun IX 1 -31 Maret 2011 


Iire/ormajaI 


Balap Liar, Berpacu dengan Maut 


MALAM itu, sebuah jalan di ka- 
wasan Jakarta Timur sepi. Namun 
pada bahu jalan tampak sekumpu- 
lan anak muda bergerombol dengan 
sepeda motor masing-masing. Mer- 
eka berbaris pada sisi jalan sambil 
bercengkerama satu dengan lain- 
nya. Tidak lama kemudian dari arah 


mereka tampak dua sepeda motor 
seperti mengambil ancang-ancang 
untuk melakukan perlombaan. Tidak 
lama kemudian, kedua motor dengan 
suara mesin yang keras tersebut me- 
luncur dengan kencang menuju ujung 
jalan raya ini yang memang tidak me- 
miliki tikungan. 


Tidak lama kemudian kedua mo- 
tor tersebut kembali pada kerumu- 
nan dan kemudian dua motor lainnya 
melakukan aksi yang sama dengan 
dua motor sebelumnya. 

Aktivitas semacam ini sering terjadi 
di beberapa wilayah Ibu Kota pada 
malam-malam menjelang akhir pe- 



mereka lakukan ini berawal dari rasa 
iseng atau persaingan untuk mem- 
peroleh sesuatu hal, mengadu kecepa- 
tan motor yang dimilikinya, 
bertaruh uang yang sebagai 
tujuan dari kegiatan lomba 
liar ini. Kegiatan yang juga 
dikenal dengan istilah trek- 
trekan ini seolah menjadi 
tradisi yang terus dilakukan 
secara berkesinambungan. 
Tidak jarang orang-orang 
yang sebenarnya tidak ingin 
ikut balapan, sengaja duduk 
di pinggiran jalan hanya un- 
tuk sekadar menonton. 



kan. Aksi balap yang 
tidak dilakukan di are- 
na balap ini pun sudah 
sangat sering dirazia 
aparat terkait karena 
dianggap menggang- 
gu ketertiban umum 
serta membahayakan 
bagi si pengendara 
maupun pengguna ja- 
lan lain. Namun sering 
kali semangat dan 
rasa penasaran anak 
muda seolah tidak 
terbendung dangan 
razia semacam itu. Terbukti bahwa 
kegiatan semacam ini masih saja ada 
hingga saat ini. 

Tidak jarang dari kegiatan yang 


GET^EAHNH New Ftel easE Album 



No. 

JUDUL LAGU 

TSeL/Flexi/Esia 

3/Axis/Smart 

Fren 

XL 

Indosat 

F 

LEBIH DORI YANG DAPAT KUPERCAYA 

2362643 

426264341 

10905922 

1811648 

02 

CINTA YANG BERLABUH 

2362644 

426264441 

10905923 

1811646 

03 

SELALU BERSAdlAIDU 

2362647 

426264741 

10905926 

1811645 

04 

ENGKAULAH KEKUATAN 

2362646 

426264641 

10905925 

1811644 

05 

selalu mEmujimu 

2362645 

426264541 

10905924 

1811643 


T-Sel/Flexi 

Esia 

3 (Three) 
Axis 
Fren 
XL 

Indosat 


: ketik RING<spasi>ON<spasi>Kode Lagu, kirim ke 1212 

: ketik RING<spasi>Kode Lagu, kirim ke 888 

: ketik RBT<spasi>Kode Lagu, kirim ke 1212 

: ketik Ol\kspasi>l<ode Lagu, kirim ke 333 

: Ketik Ringgo<spasi>Set<spasi>Kode Lagu, kirim ke 2525 

: Ketik Kode Lagu, kirim ke 1818 

: Ketik: SET <spasi> Kode Lagu, Kirim Ke 808 


aik-..TTi ! 

^ • 

Album - album lainnya 



I 




GET IT NOW 

Available on Cassette & CD 

■ A * 




Ministry Contact: Ricky - 08999871231 
Dicari DISTRIBUTOR untuk luar Jawa 

Hubungi 021 59494223, SMS 08999871231 
Email: ricky@getsemanimedia.com 



PARTNER: DISC TARR, 






PT. GEMA SARANA MEDIA 


Dapatkan juga di toko-toko kaset kesayangan Anda 


Jika dicermati dari dekat, sebagian 
besar dari pengendara sepeda mo- 
tor tersebut masih sangat teramat 
muda, bahkan ada yang masih duduk 
di bangku sekolah menengah per- 
tama. Kami pun mencoba mencari 
tahu kenapa remaja semuda itu bisa 
berada di jalan yang penuh bahaya. 
Istilah yang paling sering digunakan 
bagi pengendara sepeda motor di 
sini adalah joki. Hal ini dikarenakan 
biasanya pemilik sepeda motor den- 
gan pengendaranya adalah dua orang 
yang berbeda. Salah seorang joki 
yang enggan disebut namanya me- 
nyebutkan bahwa ia memang senang 
dengan ajang seperti ini. Ia merasa 
bebas dan lepas melakukan tantan- 
gan yang baginya menyenangkan. 
Terlebih bahwa biasanya jika motor 
yang ia kendarai menang, ia mem- 
peroleh hasil dari taruhan balap oleh 
si pemilik motor. 

Penggunaan joki muda dalam ajang 
ini biasanya dilakukan untuk memper- 
cepat laju kendaraan motor saat adu 
kecepatan di jalan raya. Semakin kecil 
bobot sang joki, maka semakin ringan- 
lah beban motor tersebut, maka akan 
dengan sendirinya mempercepat laju 
motor. Sayangnya banyak dari para 
pemilik kendaraan maupun si joki seo- 
lah tidak memperhatikan keselamatan 
dirinya sendiri. Bukan tidak mungkin 
kecelakaan menimpa si pengendara 
maupun orang-orang yang berada di 
sekitar jalan raya yang disulap menjadi 
arena balap liar tersebut. Si pemilik 
kendaraan biasanya hanya memikirkan 
motornya menang, agar mendapat ha- 
sil taruhan atau nama dan motornya 
dikenal di kalangan pecinta balap liar 
ini. Begitu juga si joki, semakin sering 
menang, semakin banyak orang yang 
mengenalnya sebagai joki yang hebat. 

Razia yang acap kali dilakukan polisi 
seolah hanya teguran sesaat yang ti- 
dak ada artinya. Setelah razia, para 
pembalap jalanan ini kembali beraksi. 
Beberapa kali polisi harus berjaga 
hingga pagi agar anak-anak muda itu 
tidak kembali. 

Lebih parahnya lagi adalah bahwa 
kecelakaan dalam arena ini pun beber- 
apa kali terjadi. Bagaimanapun sepinya 
jalan raya, tetap saja ada pengguna 
jalan yang melintas. Hal ini tentu men- 
jadi sangat berbahaya jika si pengguna 
jalan tidak mengetahui apa yang se- 
dang terjadi di jalan tersebut. Tabrakan 
dengan kecepatan tinggi tentu dapat 
berakibat fatal, bahkan bukan tidak 
mungkin kematian menimpa korban. 

Semua yang terlibat dalam ajang 
ini telah risiko, namun hal tersebut 
seolah angin lalu yang memang tidak 
menakutkan bagi mereka. Di sini per- 
an aparat terkait sangat dibutuhkan. 
Di beberapa wilayah di Jakarta, polisi 
bekerja sama dengan warga sekitar 
jalan yang biasa dipakai balap untuk 
melakukan penertiban bagi para pem- 
balap jalanan ini. j&Jenda Munthe 


REFORMATA 


■ 







re/ormaja 


EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 



Senggang 




V |ADA-nada itu terdengar merdu. "Tuhan Setia," demikian judul lagu 
IMyang diciptakan Adon Saptowo, vokalis band Base Jam, bersama 
Tommy Widodo. Lagu itu dinyanyikannya khusus bersama 30-an anak, 
dalam konferensi nasional "Anak Bersinar Bangsa Gemilang" (ABBG), 
beberapa waktu lalu. 

Adon mencurahkan pengalaman hidupnya melalui lagu ini. Walau 
berasal dari keluarga tidak mampu, namun kini dapat meraih mimpi 
karena Tuhan yang setia. 


Meraih impian 

Akhirnya, Adon bergabung dengan Base Jam, dan mulai meraih 
mimpi. Nama mereka semakin dikenal anak-anak di Indonesia me- 
lalui pentas musik Indonesia. "Pujangga" album yang membuat 
nama mereka makin melejit di kalangan anak remaja. 

Melalui Base Jam, Adon tetap mengasah talenta. Dia datang ke 
sekolah-sekolah, berbicara dalam bahasa yang universal tanpa ba- 
tasan agama, bernyanyi dan menghibur, merangkul anak muda, 
agar mereka selalu ingat untuk mencintai bangsa ini. 

"Hidup tidak sia-sia, tidak melihat fasilitas, kondisi ekonomi, kepa- 
hitan, sebagai penghalang. Sebaliknya tetap berdiri dan bayar har- 
ga, meraih mimpi karena rencana Tuhan selalu indah," itulah seruan 
suami Joyce Pelupessy ini, khususnya bagi anak-anak muda. 

Menyelamatkan generasi 

Tahun 1991, Adon dan sang istri, Joyce, terlibat dalam pelayanan 
sekolah minggu. Kerinduan untuk serius melayani anak remaja se- 
makin membara dirasakan Adon, selesai mengikuti konferensi ABBG. 
"Ternyata ada banyak orang lain di negeri ini yang digerakkan oleh 
misi yang sama, untuk menyelamatkan Indonesia," ucap Adon. Dan 
itu membuatnya makin teguh dan bersemangat dalam keterlibatan- 
nya memikirkan generasi muda. "Kita akan kehilangan mereka kalau 


Berjuang 

Di masa kecilnya, Adon bertumbuh dari keluarga yang 
minim secara ekonomi. Ayah Adon adalah seorang pekerja 
buruh pabrik, yang belakangan menjadi Kristen, karena 
terkesan melihat sosok pimpinannya, seorang pengikut 
Kristus, yang sangat baik, murah hati, dan suka me- 
nolong. 

Saat Adon berusia 3 tahun, mereka sekeluarga 
pindah ke Jakarta. Di Ibu Kota, keluarga ini ting- 
gal di rumah kontrakan yang kecil. Itu pun sering 
berpindah dari tempat kontrakan yang saru ke 
tampat yang lain. Kenyataan yang tidak nya- 
man ini tidak memudarkan impian Adon 
untuk suatu saat nanti menjadi penyanyi ter- 


Kesulitan Bukan 
Halangan Raih Mimpi 


AND OTHERS. 


BlessinG 

M U S I C 


ujud di hadapanMu 


CD AVAILABLE AT 


TOKO BUKU ROHANI KRISTEN & KOLPORTASE 
GEREJA DI SELURUH INDONESIA 


BLESSINGMUSIC1 


F0LL0WUS0N 


JOINUSON BLESSING MUSIC COMMUNITY 


INFORMASI & PEMESANAN 
TELP : 021-584 7861 | FAX : 021-585 3660 
email: heintje.sondakh@tarra.com 
HP : 081 8 1 24 877 / 081 3 8950 5377 


1 

' 


\ ML 

M 9 ? 


■ 


REFORMATA 







Laporan Khusus 


EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


iRE/QRMAT^ 


UFO Mendarat 
di Indonesia? 



A KHIR-akhir ini, Indonesia di- 
gemparkan dengan isu UFO 
(unidentified flying object), benda 
terbang yang tak dikenal atau 
lebih dikenal dengan istilah piring 
terbang. Isu ini merebak berikut 
ditemukannya pola lingkaran mis- 
terius (crop circle) di daerah per- 
sawahan Dusun Kracakan, Desa 
Jogotirto, Kecamatan Berbah, 
Sleman, Minggu pagi (23/1/2011) 
lalu. Banyak orang yang percaya 
itu jejak pesawat angkasa luar mi- 
lik alien (makhluk angkasa luar) 
yang berkunjung ke Planet Bumi. 

Bukan hanya di Indonesia, ban- 
yak masyarakat Amerika dan Er- 
opa percaya tentang keberadaan 
eksistensi UFO. Mereka percaya 
bahwa UFO telah sering mampir di 
Planet Bumi. Bahkan mereka juga 
yakin bahwa alien (makhluk dari 


angkasa luar) sudah pernah mam- 
pir di dunia kita ini. 

Saking penasarannya banyak 
orang atas keberadan UFO, ada 
pihak-pihak yang berminat meny- 
elidiki fenomena UFO seperti BETA 
UFO, yang khusus membahas dan 
menyelidiki tentang UFO. Sebena- 
rnya isu tentang penampakan UFO 
bukanlah sesuatu hal baru yang 
mengagetkan lagi, karena ternyata 
dari dulu isu ini sudah menyebar 
di berbagai tempat. "Namun sam- 
pai saat ini tidak ada sesuatu yang 
meyakinkan, secara ilmiah tidak 
bisa dipertanggungjawabkan," un- 
gkap peneliti Kelompok Kajian As- 
tronomi ITB, Moedji Raharto dalam 
wawancara dengan Republika. 

UFO di Sleman 

Berita ditemukannya jejak UFO 


di persawahan di 
daerah Sleman, 
pada 23 Januari 
lalu, membuat 
banyak peneliti 
datang untuk me- 
nyelidiki kebenaran berita UFO di 
Sleman. Namun sampai hari ini, ke- 
benaran di balik isu UFO ini masih 
terus diselidiki untuk mendapatkan 
bukti yang dapat dipertanggung- 
jawabkan secara ilmiah. Menurut 
Kepala Pusat Pemanfaatan Sains 
Antariksa Lembaga Antariksa dan 
Penerbangan Nasional (Lapan) Sri 
Kaloka Prabotosari kepada Kompas, 
bahwa Jejak UFO di Sleman meru- 
pakan rekayasa manusia, buatan 
manusia. Ada bukti bahwa crop 
circle ini dibuat secara tradisional. 

"Bukti pertama pada titik sen- 
tral dari crop circle tersebut berupa 
lingkaran berdiameter 5 cm. Di ti- 
tik sentral tersebut, ditemukan ada 
lubang sedalam 25 cm dan lebar 4 
cm yang diduga sebagai titik pu- 
sat. Lubang tersebut dibuat dari 
batang atau pipa," tegas Sri Kaloka. 

"Kemungkinan pembuat crop 
circle tersebut menggunakan tali 
dari pusat simetris yang kemudian 
dibuat beberapa pola. Tidak semua 
pola itu sama, ada yang besar, ada 
yang kecil. Jadi kami yakin ini bua- 
tan manusia," Tambah Sri Kaloka. 

Pengamatan berbeda dari fisi- 
kawan Universitas Diponegoro 


Semarang, Dr M. Nur menilai crop 
circle yang terlihat di Sleman adalah 
murni fenomena alam akibat inter- 
vensi ion, mustahil dibuat manusia, 
apalagi saat itu tengah hujan dis- 
ertai angin. Menurutnya, crop circle 
bisa terjadi di mana saja, namun 
polanya akan terlihat jika mengenai 
bidang datar yang lunak, misalnya 
di semak belukar, ladang gandum, 
dan sawah," jelas fisikawan ini. Hal 
senada diungkapkan Moedji Ra- 
harto, kalau ini akibat fenomena 
alam. "Bisa dari atmosfer, angin 
kencang, atau hujan. Barangkali hal 
yang lain ikut membentuk. Tidak 
mungkin UFO berkunjung ke Bumi." 
Pengamat fenomena UFO, Su- 
priyanto yang merupakan alum- 
ni Arkeologi UGM menduga jika 
pola tersebut bukan merupakan 
UFO. "Script" yang ada di areal 
persawahan di Berbah ini memi- 
liki karakter yang sederhana. 
Supri menduga, pola tersebut ter- 
jadi akibat ion statis akibat tegan- 
gan listrik. Pasalnya, tepat di atas 
script tersebut ada kabel jaringan 
sutet. "Kalau buatan manusia, ini 
jelas tidak mungkin. Kalau karena 
angin lesus, ini juga tidak mung- 


kin karena sangat rapi. Makanya, 
dugaan saya ini akibat ion statis dari 
jaringan sutet di atasnya," katanya. 

Makhluk luar angkasa? 

Ada banyak fenomena yang me- 
nyatakan adanya penampakan 
UFO. "Kalau UFO datang ke Bumi 
seharusnya bisa dilihat sisa-sisa 
nuklirnya, selain itu UFO berbeda 
dengan pesawat terbang biasa, 
sehingga mendarat tidak bisa 
sembarangan, pasti ada semacam 
shock juga. Seperti pendaratan 
pesawat Challenger, tidak mu- 
dah," cermat Moedji Raharto. 

Fenomena UFO masih bersi- 
fat gambarnya, atau orang yang 
mengaku pernah melihat UFO. 
Data yang disampaikan masih 
bersifat interpretasi, dicampur 
perasaan, dan halusinasi manu- 
sia. Tentang makhluk luar ang- 
kasa, belum ada kajian mendalam. 

Jika benar makhluk luar ang- 
kasa itu ada, maka sudah pasti 
ada komunikasi yang dilakukan. 
Adanya jejak yang tertinggal, na- 
mun sampai kini hanya rumor se- 
mata yang tidak dapat dibuktikan. 

j^Hdya 



Tidak Ada Manusia 
Selain yang di Planet 


F ENOMENA munculnya unidenti- 
fied flying object (UFO) memun- 
culkan pertanyaan tentang pencip- 
taan Allah. Adakah makhluk serupa 
manusia yang diciptakan Allah di 
luar bumi? Pertanyaan ini berala- 
san, menyikapi isu mendaratnya 
pesawat dari makhluk angkasa luar 
dalam bentuk corp circle di bebera- 
pa lokasi, belum lama ini. Pola ber- 
bentuk lingkaran yang diduga bekas 
pendaratan pesawat angkasa luar 
itu diduga merupakan jejak alien 
(makhluk angkasa luar). 

Pertanyaan ini pasti disenangi 
oleh mereka pendukung UFO, 
karena jika itu benar maka apa 
yang selama ini diisukan bukan lagi 
isu atau rumor, namun fakta yang 
memperkuat penyelidikan. Mari kita 
temukan jawaban ini, melalui tang- 
gapan Alkitab dan para teolog. 

Penciptaan Allah 

Menyikapi hal ini, Rektor STT Ari- 
bona, Pdt. Nuh Ruku memberi tang- 
gapan. Penafsiran Alkitab ada tiga. 
Pertama, Jika Alkitab tegas, maka 
kita harus tegas. Kedua, Jika Alkitab 
itu samar-samar dalam menyatakan 
sesuatu, maka kita tidak boleh 

REFORMATA 


membangun doktrin di atas sesuatu 
yang samar-samar itu. Ketiga, Jika 
Alkitab diam, maka kita harus diam. 

Menurutnya, Alkitab menyam- 
paikan tiada yang diciptakan selain 
manusia, dan hanya satu-satunya 
manusia di planet ini yang dicip- 
takan Allah, selain itu ada kehidu- 
pan di alam supranatural. Tapi Al- 
kitab berbicara tentang 3 pribadi, 
yaitu: Allah sendiri, malaikat dan 
iblis. Di luar daripada itu, Alkitab ti- 
dak menyebutkan apa-apa, bahwa 
ada makhluk yang diciptakan yang 
lain selain para malaikat dan manu- 
sia. 

Menurut Pdt. Nuh Ruku, tidak ada 
makhluk lain dalam hidup natural 
ini selain manusia yang diciptakan 
Allah. Demikian juga dalam kehidu- 
pan supranatural hanya malaikat, 
tidak ada yang lain yang diciptakan 
Allah yang dinyatakan Alkitab. 

Tanggapan serupa diberikan 
Pendiri Antiokhia Bible College 
(ABC), Pdt. Bigman Sirait: "Hanya 
ada satu penciptaan dan itu ber- 
langsung di bumi (Kejadian 1: 26- 
28). Tidak ada penciptaan di luar 
Kejadian 1. Data Alkitab diurai be- 
liau lengkap. Kitab-kitab lain, baik 


di Perjanjian Lama (PL) maupun 
Perjanjian Baru (PB) juga bersikap 
sama dengan Kejadian yang ditulis 
oleh Musa. 

"Yesus Kristus sendiri mengacu 
pada Kejadian 2, ketika membicara- 
kan tujuan pernikahan dalam Mati- 
us 19. Jadi secara jelas tuntas tidak 
ada tulisan dalam Alkitab tentang 
penciptaan lain di luar Kejadian 1," 
tegas pengajar doktrin dasar ABC 
ini. Menurut beliau jika mau dipak- 
sakan atau ditafsirkan berbeda, itu 
namanya "Pak Ocok" alias "dipaksa 
supaya cocok". 

Tidak jauh berbeda, Direk- 
tur Persekutuan Pembaca Alkitab 
(PPA), Hans Wuysang menegaskan 
singkat tentang alien atau makhluk 
luar angkasa. "Alkitab tidak bicara 
tentang itu," kata Hans Wuysang. 

Jika saat ini fenomena UFO di- 
jadikan isu yang membingung- 
kan tentang penciptaan, dengan 
dugaan kemungkinan ada makhluk 
lain di luar bumi, maka bersiaplah 
untuk terus menyelidikinya secara 
tuntas. Namun yang pasti, Alkitab 
jelas menegaskan yang penting un- 
tuk dipelajari dan diketahui. 

Fenomena UFO menjadi isu me- 


Bumi 

narik yang merangsang 
pengetahuan kita ten- 
tang kebenaran di balik 
isu ini. Tetap bijak dan 
bersikap tepat, ketika 
isu itu hanya HOAK 
ataupun misteri yang 
tidak tersibak. Lidya 



Fenomena UFO di Indonesia 

Mei 1954 

Penerbang AURI mengaku melihat UFO. 

Dua orang penerbang Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI), saat melakukan 
penerbangan dikatakan melihat suatu cahaya berwarna merah-hijau yang tampak 
di sebelah mereka. Mereka melihatnya saat berada di atas Jatinegara. Mereka tidak 
mampu melakukan apa-apa karena objek itu bergerak dengan cepat dan menghilang 
di awan. 

Mei 1981 

23 Mei 1981 di rumah Guruh Soekarnoputra, ketika itu sedang diadakan gladi resik 
Swara Mahardika. Ketika para penari selesai latihan Sumadi si penjaga rumah melihat 
makhluk setinggi 1,2 meter. Awalnya dia tidak memperdulikannya, tapi lama-lama dia 
curiga. Sayangnya makhluk itu menghilang. Bersamaan dengan itu beberapa orang 
yang berada ai rumah sebelah melihat melihat sebuah benda bercahaya tampak men- 
gudara secara perlahan-lahan. Paginya daun di sekitar penampakan UFO itu menjadi 
cokelat seperti tersengat hawa panas. 

2008 

Di Jakarta ada rekaman video dari penampakan UFO tersebut. Anda bisa mencari di 
Youtube. UFO tersebut tampak melayang dan kemudian melesat cepat, fenomena 
itu bahkan terjadi di beberapa tempat di Jakarta. Diantaranya Tebet, Klender dan 
Cempaka Putih. 

Desember 2008, Penampakan UFO di Blok M 

Benda yang diduga UFO alias piring terbang itu dipotret seorang warga yang menolak 
identitasnya dicantumkan. Menurut si pemotret, obyek tersebut tidak sengaja tertang- 
kap kamera. Saat itu, dia sebenarnya sedang memotret bangunan apartemen di Jalan 
Pakubuwono VI, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dari dalam mobil. 

Ketika hasil jepretan diamati dengan teliti, ternyata ada benda asing yang melayang 
di atas apartemen itu. Ketika citra benda asing itu diperbesar, benda itu tampak sep- 
erti piring dengan sejumlah jendela di bagian "bawah. Mirip piring terbang dalam film 
fiksi ilmiah buatan Flollywooa. 

Misteribumikita@blogspot.com 






|;re/ormata| 


EDISI 137 Tahun IX 


Maret 201 1 


Peluang 


Ferry Sitio, Pengusaha Warnet 

Layani Pelanggan 
Sampai Subuh 



K ETIKA Anda hendak men- 
jalankan sebuah usaha, tentu- 
nya harus memperhatikan berbagai 
aspek pendukung usaha tersebut. 
Harus diperhatikan dengan matang 
bagaimana usaha yang dijalankan 
nanti akan memberikan keuntun- 
gan yang berkesinambungan. Be- 
berapa contoh kecil yang mungkin 
Anda pernah pikirkan ketika mau 
menjalankan usaha misalkan saja 
untung rugi, modal, perijinan, atau 
mungkin berapa lama usaha dapat 
bertahan. 

Lantas bagaimana rasanya jika 
semua pertimbangan mulai dari 
yang terkecil sampai yang terbe- 
sar ternyata tidak berbuah banyak, 
bahkan bisa dikatakan bahwa usaha 
yang Anda bangun tersebut gagal. 
Anda merasa telah matang dalam 
setiap aspek usaha yang Anda ban- 
gun, namun ternyata Anda tetap 
gagal karena hal yang tidak per- 


nah diduga. Beberapa orang dalam 
situasi semacam ini mungkin akan 
frustrasi dan tidak tahu lagi harus 
berbuat apa-apa. 

Situasi tersebut tidak membuat 
pria yang satu ini patah arang. Ia 
mengalami kegagalan usaha be- 
berapa waktu lalu. Ketika itu bisnis 
warung telepon (wartel) yang ia 
geluti harus terpinggirkan dan mati 
total seiring dengan berkembang- 
nya handphone. Ia semakin merasa 
terpojok dan kesulitan mengingat 
saat itu bisnis sampingannya juga 
sedang tidak berjalan. Ia sempat 
berhenti sejenak dan berpikir un- 
tuk mencari jenis usaha lain untuk 
mengganti sumber pemasukannya 
yang tersendat akibat berhentinya 
bisnis wartelnya. 

Tak lama berdiam diri, pria ber- 
nama lengkap Ferry Sitio ini pun 
memutuskan untuk bangkit dan 
mencoba bisnis lain. Namun beber- 


apa kali ia mencoba, 
situasi yang tidak men- 
guntungkan terus saja 
menghampiri bisnis- 
nya. Ia mencoba ban- 
yak jenis usaha, mulai 
dari pengangkutan pu- 
ing, penjualan pulsa, 
pengangkutan ba- 
rang. Namun beraneka 
macam jenis usaha itu 
sepertinya hanya berjalan di tempat. 
Sampai suatu waktu ia memberani- 
kan diri untuk membuka bisnis yang 
membutuhkan modal sedikit lebih 
besar. 

Suami dari Lisbet Sinaga ini me- 
minjam uang dari temannya. Den- 
gan modal duit pinjaman itu ia mem- 
buka warung internet (warnet), di 
bekas wartelnya, dengan melakukan 
perombakan ruangan, sehingga bisa 
menampung beberapa meja dan 
komputer. Memang sebuah lang- 
kah yang cukup berani mengingat 
beberapa kegagalan usaha sebe- 
lumnya acap kali terjadi. Terlebih 
usahanya kali ini dengan modal 
pinjaman yang bisa dibilang tidak 
sedikit. Tentu diperlukan biaya un- 
tuk pengadaan unit komputer, alat 
penunjang, serta penginstalasian. 
Hal inilah yang membuat bisnis yang 
ia pilih ini saat itu cukup beresiko 
dan bisa dibilang berani. 

Memang bagi pria kelahiran Ja- 
karta 44 tahun silam ini segala 
sesuatu tidak perlu dibuat sulit. Ia 



menyenangi pola hidup yang men- 
galir terus ke depan. Tampak bag- 
inya bahwa apa yang terjadi dalam 
perjalanan bisnis sebelumnya tidak 
menjadi beban besar yang meng- 
hambat langkah dan keberanian- 
nya. Keberanian tersebut tampak- 
nya membuahkan hasil. Belum ada 
satu tahun ia berhasil mengemba- 
likan pinjaman dari temannya yang 
ia pakai untuk modal. Tampaknya 
keberanian dan rasa percaya dir- 
inya bukanlah satu-satunya modal 
baginya dalam menjalankan usaha. 
Beberapa kali kegagalan dalam bis- 
nis membuatnya belajar bagaimana 
memilih jenis usaha yang tepat. 

Strategi bisnis yang ia pakai dalam 
jenis usaha jasa adalah memberikan 
kenyamanan bagi para pelanggan- 
nya. Selain itu ayah dari Bevi dan 
Felix ini juga berusaha untuk men- 
gakrabkan diri dengan pelanggan- 
nya lewat obrolan dan canda ringan 
dalam beberapa kesempatan. Menu- 
rutnya pengakuannya, saat pertama 
kali membangun usaha ini ia masih 


warnet satu-satunya di kawasan 
tempatnya berbisnis. Terlebih lokasi 
yang tepat di pinggir jalan membuat 
warnet miliknya mudah ditemukan 
siapa saja. 

Strategi lain yang ia pakai dalam 
menjalankan bisnis ini adalah den- 
gan mengikuti apa yang diinginkan 
oleh pelanggannya. Menurut pen- 
gakuannya jika ada pelanggan 
yang masih ingin tetap menggu- 
nakan pelayanannya sampai subuh, 
ia tetap melayani dengan senang 
hati. Selain itu tentu perlu dilaku- 
kan pemeliharaan terhadap alat 
yang ia gunakan, mengingat hal ini 
berhubungan dengan kenyaman- 
an pelanggan. Menurutnya untuk 
memberikan rasa nyaman kepada 
pelanggan selai adanya fasilitas pen- 
dukung, si pelaku usaha juga harus 
terlihat santai dalam menjalankan 
usahanya. Maksud jemaat Gereja 
Katolik St. Markus Cililitan ini bukan 
tidak serius dalam bekerja, melain- 
kan melakukan pekerjaan tanpa 
berkeluh kesah. ^Jenda Munthe 

Mancanegara 


Meski Ditekan, 

Kristen Irak Tetap Cinta Negara 



U MAT Kristen Irak dalam be- 
berapa tahun terakhir berada di 
bawah tekanan besar, dan itu me- 
nyebabkan mulai hilangnya kekris- 
tenan di Irak. Kendati demikian, 
iman yang rela menumpahkan da- 
rah bagi iman mereka masih mem- 
beri mereka harapan. 

Ini adalah berita sedih yang dis- 
ampaikan sebuah delegasi dari pe- 
mimpin gereja Irak pada Komite 
Sentral Dewan Gereja Dunia di Je- 
newa beberapa waktu lalu, seperti 
diberitakan Christian Today (21/2). 

Uskup Agung Dr Avak Asadou- 
rian, petinggi Keuskupan Irak di 
Gereja Ortodoks Armenia, men- 
erangkan bagaimana realitas me- 
nyedihkan ini betul-betul sedang 
berlangsung. 

"Paroki kami benar-benar hilang, 
dan semua gereja telah mengalami 
penurunan jumlah umat," katanya 
sambil menambahkan, jika ini ber- 
lanjut dalam waktu lama, gereja- 
gereja di Irak dalam bahaya. 

Kendati gereja berada dalam ti- 
tik yang sangat mengkhawatirkan, 
menurut delegasi Irak tersebut 


gereja tidak pernah melupakan 
panggilannya, termasuk dalam 
melayani mereka yang miskin dan 
menderita dalam pelayanan sosial, 
meski dengan keterbatasan. Meski- 
pun tekanan sedang berlangsung, 
gereja masih aktif di masyarakat, 
menyediakan makanan dan pengi- 
napan bagi orang yang menderita 
kesulitan ekonomi. 

Sementara itu, Uskup Agung Mar 
Georgis Sliwa, Keuskupan Suci Asi- 
ria Katolik Apostolik Gereja Timur, 
mengatakan, kebutuhan yang pal- 
ing mendesak bagi umat Kristen di 
Irak adalah keamanan dan pem- 
berdayaan negara dalam menjamin 
hak-hak semua warga negara tanpa 
memandang agama atau etnis. 

Uskup juga sangat berharap dapat 
melihat kembali "kehidupan normal" 
di Irak, sehingga negara dapat ber- 
tambah maju dan mendatangkan 
investasi yang besar. Dalam perte- 
muan pemimpin-pemimpin gereja 
tersebut, Uskup juga menyampai- 
kan keprihatinan dan harapan besar 
umat Kristen yang meninggalkan 
Irak. Namun demikian menurutnya 
yang paling urgen adalah mendu- 
kung umat Kristen Irak yang masih 
berada di negaranya sendiri. 

"Urgensi sekarang adalah bagi mer- 
eka yang masih tinggal di Irak. Satu- 
satunya harapan adalah untuk mem- 
bawa kembali harapan. Meskipun 
sulit kami masih berharap karena kita 
adalah orang Kristen dan kita mencin- 
tai negara kita "jelas Uskup Sliwa. 

j&Slawi 


Benny Hinn Digugat 
Sebesar US $ 250.000 



B ENNY Hinn, yang be- 
berapa waktu lalu 
membantah tuduhan me- 
miliki hubungan asmara 
dengan Paula White, 
seorang rohaniwati, kini 
sedang digugat sebesar 
US $ 250.000 oleh pener- 
bit bukunya karena me- 
langgar klausul kontrak. 

Pastor yang telah bebera- 
pa kali datang ke Indonesia 
ini dianggap melanggar kon- 
trak dalam penulisan buku, 
sehingga digugat penerbit- 
nya Strang Communications 
Co. Gugatan secara resmi 
pun sudah dilayangkan, Se- 
lasa (15/02) lalu. 

Diberitakan bahwa 
Strang telah membayar 
uang muka Hinn sebesar 
US $ 300.000, untuk buku 
pertamanya, "Blood in 
the Sand" tiga tahun lalu. 

Setelah itu Hinn berkewajiban men- 
ulis tiga buku untuk penerbit, sesuai 
dengan isi kontrak. Tidak hanya itu, 
seperti dirilis Christiantoday, penga- 
cara Strang juga menuduh Hinn lalai 
menjalankan isi kontrak untuk mem- 
bantu memasarkan buku dengan ti- 
dak menghadiri konferensi pers. 

Beberapa waktu lalu majalah 
ternama Amerika The National En- 


quirer menerbitkan foto Hinn ber- 
sama Paula White, pembicara tele- 
visi yang juga seorang penginjil, di 
Roma saat mereka hendak mening- 
galkan hotel dengan bergandengan 
tangan. Tak heran jika publik kemu- 
dian berprasangka buruk terhadap 
keduanya, pasalnya dua penginjil 
ini sama-sama pernah berurusan 
dengan masalah perkawinan. 


Februari 2010 lalu, istri 
Benny Hinn mengajukan gu- 
gatan cerai setelah 30 tahun 
mereka menikah. Sedang- 
kan White sendiri telah ber- 
pisah dari suaminya Randy 
sejak tahun 2007 lalu. 

Dalam pernyataan yang 
dikeluarkan di situs web-nya, 
White mengatakan bahwa 
ia dan Hinn berhubungan 
dekat karena keduanya 
sama-sama pernah men- 
galami persoalan perceraian 
yang menyakitkan, namun 
demikian, persahabatan 
mereka tetap dalam tataran 
yang wajar dan dalam spiri- 
tual yang murni. 

Meski tertangkap kamera 
namun keduanya mengelak 
jika hal itu diartikan sebagai 
sesuatu yang negatif. Bah- 
kan dalam salah satu hala- 
man website-nya Hinn juga 
membantah segala pemberitaan 
tersebut. "Tidak ada yang tidak 
pantas atau tidak layak secara mor- 
al tentang persahabatan saya den- 
gan Paula White," demikian Hinn. 
Mengenai foto di Roma tersebut, 
White menuliskan bahwa dirinya 
sedang dalam perjalanan terakhir 
ke Italia untuk bertemu dengan pe- 
jabat Vatikan. Slawi/dbs 


m 


REFORMATA 





20 Profil 


EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


Iire/ormajaI 


l/ETERUBATANNYA dalam perka- 
l\ra-perkara yang kental nuansa 
politiknya mengantarnya pada kes- 
impulan bahwa energi hukum men- 
jadi sangat lemah dibanding eneiji 
politiknya. "Ini bertentangan dengan 
prinsip Negara kita yang menganut 
prisip negara hukum atau rechstaat 
bukan machtsstaat atau Negara 
kekuasaan. Kalau Negara hukum, 
maka seharusnya energi hukum yang 
mendominasi, bukan malah poli- 
tiknya," kata Paskalis Pieter SH, MH. 

Pria kelahiran Maumere, Flores, 22 
Oktober 1959 ini sangat sering terli- 
bat dalam kasus-kasus hukum yang 
sangat kuat dimensi politiknya. An- 
tara lain, perseteruan antara Mega- 
wati dan Surjadi (PDI dan PDIP) 
dalam Konggres Medan, kasus 27 
Juli, perkara penghinaan mahasiswa 
Rosa Damayanti terhadap Presiden 
Soeharto serta kasus tokoh RMS Alex 
Manuputty. Dalam kasus-kasus itu, 
eneiji politik lebih kuat dibanding hu- 
kum. "Biasanya, dalam perkara yang 
menyangkut pemerintah, pemerintah 
harus dimenangkan," kata pria yang 
menganggap keterlibatannya dalam 
kasus bernuansa politik itu sebagai 
panggilan sejarah. 

Kebiasaan menangani perkara ber- 
nuansa politik itu mendorong suami 
dari Shinta br Sihotang ini untuk terus 
mendalami masalah politik hukum di 
Indonesia. Tak heran bila untuk tesis 
master hukumnya, ia memilih tema 
tentang hukuman mati di Indonesia 
yang memang sangat kental nuansa 
politik hukumnya. "Sebagai Negara 
hukum, seharusnya hukumlah yang 
menjadi panglima. Tapi secara fak- 
tual, telah bergeser. Ada banyak vari- 




Paskalis Pieter SH, MH., 


able yang mempengaruhi keberadaan 
hukum itu sendiri," kata Advokat, 
Pengacara dan Konsultan Hukum di 
Paskalis Pieter SH., MH. & Associates 
ini. 

Masih terkait dengan ketertarikan- 
nya pada hukum politik itu, ayah dari 
Caroline Parully Rosalia de Mega dan 
Yosua Moang Leo Alberto de La Cruz 
ini terjun pula dalam advokasi bagi 
gereja-gereja dan hak komunitas mi- 
noritas. Ia bergabung dalam TPKB 
(Tim Pembela Kebebasan Beragama). 
"Anehnya, sampai sekarang penutu- 
pan dan pelanggaran terhadap hak 
kebebasan beragama itu masih terus 
terjadi. Itu karena dimensi politik dari 
kasus-kasus itu," kata penerima ban- 
yak penghargaan di bidang HAM dan 
kepemimpinan ini. 

Jejak ayah 

Ketertarikannya pada dunia kepen- 
gacaraan bermula dari keluarga. Keb- 
etulan ayahnya adalah seorang Kapi- 
tang (Kepala wilayah daerah setingkat 
Camat) yang selain menyelenggara- 
kan kepemerintahan, juga berfungsi 
sebagai penyelesai masalah-masalah 
hukum di wilayahnya. Ia juga men- 
gaku disemangati oleh kebiasaannya 
menghadiri dan menonton persidan- 
gan. "Selain karena sering melihat 
bagaimana seorang pembela beraksi 
di pengadilan, ketertarikan saya pada 
dunia pengacara juga merupakan 
pengikutan jejak ayah," tuturnya. 

Tamat dari SMA Santo Gabriel Mau- 
mere, Flores, pada tahun 1979, dia 
berangkat ke Bandung dan mengikuti 
pendidikan di Sekolah Tinggi Hukum 
Bandung. Selesai Sarjana Muda, ia 
mulai terjun ke dunia kepengacaraan 


dengan mendirikan LBH Dunia Pemu- 
da. Tahun 1986 ia masuk Jakarta dan 
sambil menjalankan profesinya, ia bo- 
lak-balik Jakarta-Bandung untuk me- 
nyelesaikan sarjana lengkapnya. Dua 
tahun silam, ia menyelesaikan Master 
Hukumnya dengan tesis "Hukuman 
Mati di Indonesia dan Kaitannya den- 
gan Pelanggaran HAM: Sebuah Kajian 
Hukum dan Politik tentang Perlunya 
Penghapusan Hukuman Mati di Indo- 
nesia". 

Menjadi lawyer, menurut penyuka 
olahraga jogging ini, adalah sebuah 
proses panjang yang berisi pema- 
tangan diri, penguasaan ilmu, pen- 
guasaan strategi, penguasaan tulis 
menulis serta penguasaan berbicara. 
"Yang paling perlu adalah penguasaan 
masalah dan memberikan solusi pe- 
nyelesaian masalah yang didukung 
strategi hukum yang baik," jelasnya. 

Dalam kariernya, dia mengaku ti- 
dak belajar dari para pendahulu di 
kantor pengacara mereka. Tapi dialah 
yang justru mendirikan dan menarik 
rekan kerja untuk bergabung di tem- 
patnya. "Dulu malah saya yang meng- 
umpulkan beberapa sarjana hukum di 
dalam LBH yang kita bentuk yaitu LBH 
Dunia Pemuda dan kemudian LBH 
Generasi Muda Indonesia. Jadi saya 
tidak pernah mengalami suatu proses 
pembelajaran melalui suatu associ- 
ate. Tapi saya belajar sendiri, belajar 
dari orang lain, diskusi dengan orang 
lain, belajar dari buku dan belajar dari 
perkara. Jadi saya bertumbuh dari 
mempelajari perkara," urainya. 

Serahkan ke Tuhan 

Karena langsung mendirikan kantor 
sendiri, penasihat hukum Gereja Tibe- 


rias Indonesia (GTI) ini mengaku ti- 
dak pernah digaji. "Pergumulan hidup 
saya, pekerjaan saya, saya serahkan 
sama Tuhan saja. Tuhan yang men- 
gatur hidup saya. Faktanya, selama 
25 tahun sebagai pengacara, Tuhan 
selalu memberikan berkat dan rejeki," 
aku penggemar pertandingan tinju ini. 
"Saya suka tinju karena di sana ada 
fairplay. Setelah berantam, keduanya 
biasanya langsung berangkulan. Tak 
ada dendam. Itu pelajaran berharga 
bagi kehidupan," tambahnya. 

Belakangan ini pengacara senior ini 
menekuni dunia Israel atau Ta- 
nah Peijanjian. Selain melalui 
buku-buku, ia juga meny- 
empatkan diri berkunjung 
ke sana. Kebetulan GTI 
selalu memberangkatkan 
peziarah ke Tanah Suci 
setiap dua bulan sekali 
dan terdiri dari beber- 
apa kelompok. "Karena 
sering membawa peziarah 
ke Tanah Suci, maka sudah 
beberapa kali GTI mendapat- 
kan penghargaan langsung 
dari Kementrian Pariwisata 
Israel," katanya. 

Akhir tahun 
silam, 


penghargaan itu diberikan pula pada 
GTI. 

Melalui perjalanan ziarah itu, terjadi 
afirmasi atas apa yang diajarkan di 
gereja, terutama tentang perjalanan 
hidup Yesus. "Itu memperkuat iman 
kita. Bahwa apa yang kita percayai itu 
sungguh-sungguh merupakan fakta. 
Selain itu, saya juga kesana untuk 
membuat peijanjian dengan Tuhan," 
penasihat hukum GTI ini mengung- 
kapkan makna peijalanan ziarah itu. 

^Pau! Makugoru. 


", . . untuk. memimpin Bap~Bap orana t$pada kesempurnaan /a fam 'Kristus" 

( Kofose 1:2%] 



Saksikan LIFE Channel, tayangan rohani terbaru yang menyajikan beragam program kristen yang dikemas 
secara menghibur untuk dinikmati oleh segala umur, saksikan hanya di Indovision dan Top TV channel no.70. 

Berlangganan Indovision hubungi ( 021 ) 5051 9988 atau 0807 1 77 88 99 , 
dan berlangganan Top TV hubungi ( 021 ) 5060 5000 atau 0807 1 5000 88 Bandung (022) 723 1400; 
Semarang (024) 845 7007; Surabaya (031) 5310 500; Medan (061) 456 8000; Makassar (0411) 425 800; 
Manado (0431) 863 765, 863 504; Batam (0778) 430 020, 430 019, 428 973; Denpasar (0361) 265 808; 

Balikpapan (0542) 746 299. 

Milis: lifechannel@indovision.tv 



Living a victorious life 



REFORMATA 






|;re/ormata| 


EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


Konsultasi Kesehatan 



Infeksi 
Saluran Kencing 


dr. Stephanie Pangau, MPH 


Dok, saya seorang ibu rumah tangga berusia 30 tahun. Saya 
mau bertanya tentang penyakit yang menurut diagnose dok- 
ter dua minggu lalu, saya terkena infeksi di daerah vagina. Ini 
kemungkinan disebabkan saya berhubungan badan dengan 
suami di saat lagi menstruasi. 

Pertanyaan saya: 1) Kok di saat yang bersamaan saya juga 
terkena infeksi di saluran kencing, sehingga terasa sakit sekali 
buang air kecil, dan juga air seni yang keluar sedikit-sedikit 
saja. Pokoknya, menderita banget deh, Dok. 2) Pertanyaan 
kedua, Dok, sebenarnya boleh atau tidak sih bersetubuh di 
saat menstruasi? 

Atas jawaban dokter yang sangat saya tunggu, saya ucap- 
kan banyak terima kasih. 

Rine 

Surabaya 


IBU Rine yang dikasihi Tuhan... 

Kalau kita mempelajari anatomi 
dan fisiologi organ reproduksi 
perempuan maka kita akan tahu 
ternyata ada 6 (enam) lubang 
yang bermuara di alat kelamin 


wanita yang disebut vulva itu yai- 
tu terdiri dari 1 lubang uretra (lu- 
bang tempat keluarnya air seni), 
2 buah kelenjar parauretralis, 2 
buah kelenjar 

bartholini yang bertugas mem- 


basahi daerah ini saat ada rang- 
sangan seksual, dan 1 lubang va- 
gina (lubang sanggama). 

Nah, lubang-lubang ini walau- 
pun memiliki tugas yang ber- 
lainan, tetapi letaknya saling 
berdekatan. Itulah sebabnya ti- 
dak perlu terkejut bila seorang 
perempuan terkena infeksi di 
satu lubang, biasanya lubang 
yang lain juga bisa ikut terinfeksi. 
Demikian pula jika lubang yang 
satu bermasalah maka lubang- 
lubang yang lain pun akan mera- 
sakan kelainan. Contohnya, kalau 
seorang perempuan menderita 
infeksi pada vaginanya, dia bisa 
juga terkena infeksi pada saluran 
kencingnya, atau pada saluran- 
saluran lainnya yang berdekatan. 
Sama persis seperti pada kasus 
Anda. 

Dari segi kesehatan, tidak dian- 
jurkan untuk bersetubuh di saat 
haid, mengapa? Karena men- 
struasi merupakan manifestasi 
dari robeknya lapisan endome- 


trium yang berisi 
sel-sel, ovum yang 
tidak dibuahi dan da- 
rah. Maka dengan 
adanya aktivitas sek- 
sual di saat lapisan 
rahim sedang luka 
akan sangat riskan 
untuk terjadi infeksi. 

Selain itu, di saat 
menstruasi dapat 
juga menyebabkan 
daerah vagina lebih 
bersifat basa atau 
pH-nya tidak asam, 
maka pada keadaan 
seperti ini janganlah 
melakukan hubungan suami-istri 
sebabnya daerah vagina yang 
bersifat basa di saat seperti itu 
justru mengakibatkan bakteri 
doderline (bakteri baik yang hid- 
up di vagina dan bertugas me- 
lindungi vagina dari infeksi) tidak 
akan mampu bertahan hidup dan 
semua bakteri penyebab penyakit 
(bakteri pathogen) yang masuk 



saat sanggama akan menyebab- 
kan terjadinya, infeksi pada or- 
gan-organ reproduksi Anda. 

Demikian jawaban kami kiranya 
bisa menjadi berkat. Tuhan mem- 
berkati. Salam hormat. ❖ 


Koordinator Pembinaan Pelatihan 
Yayasan Prolife Indonesia (YPI) 


Kepemimpinan 



1 


Raymond Lu kas 


KALIMAT di atas mungkin meng- 
ingatkan kita pada beberapa ke- 
jadian sehari-hari di rumah tangga 
kita. Mungkin seseorang melakukan 
'trespassing' masuk ke halaman 
kita atau tiba-tiba seseorang tak 
dikenal ada di garasi kita, maka se- 
cara spontan kita bertanya, "Siape 
Lu? Lu mau ngapain di sini. Lu mo 
nyolong ya?" Tetangga saya, ibu 
rumah tangga, menemukan kalung 
aksesorisnya terletak di meja ka- 
mar pembantu. Dia sangat terper- 
anjat. Begitu dilihatnya sang pem- 
bantu, dengan garang dia langsung 
bertanya, "Kenapa kalung itu ada di 
kamar kamu? Lu mau nyolong ya?" 
Sang pembantu balik berang kepa- 
da nyonyanya, "Hih, kalung plastik 
aja. Tadi kan Ibu tinggalin di kamar 
mandi belakang, saya mau kemba- 
likan Ibu lagi ke pasar - jadi saya 
taruh dulu di kamar saya. Maksud 
saya, kalau Ibu pulang akan segera 
saya kembalikan..." 

Kejadian seperti di atas menun- 
jukkan bahwa sering kali kita mena- 
ruh curiga yang berlebihan terhadap 
orang lain. Berdasarkan rasa curiga 
itulah kita melakukan manajemen 
kita di pekerjaan kita sehari-hari, 
bahkan dalam perusahaan besar 
dan modern, lalu dengan mudah 
kita menuduh seseorang di lingkun- 
gan kerja kita. Memang tidak men- 
genakkan menjadi sasaran tuduhan 
yang tidak berdasar. Contoh di atas, 
si pembantu langsung tersinggung 
dan ingin minggat. 

Sebagai pemimpin atau pemilik 
perusahaan, tanpa sadar seringkali 


PEMIMPIN KRISTIANI: 

Terlalu Mudah 
Mencurigai Anak Buah 


kita membawa gaya manajemen 
rumahan ke perusahaan tempat 
kita bekerja. Seringkali kita mengh- 
endaki bahwa bawahan kita bekerja 
dengan baik dan jujur, tidak menipu 
atau mencuri dari perusahaan. Se- 
buah tujuan yang baik dan mulia. 
Namun dalam implementasi untuk 
mencegah seseorang tidak mencuri 
maka kita cenderung bertindak se- 
bagai nyonya rumah yang gampang 
menuduh pembantunya. 

Keponakan saya yang bekerja 
di sebuah toserba mengeluhkan 
atasannya yang mencurigai dia ti- 
dak membagikan hadiah berupa 
voucher kepada kastemer. "Sebel 
deh Om, ..." katanya. "Masa saya 
dituduh tidak membagikan voucher 
ke kastemer dan membuat tanda 
terima palsu penerimaan voucher 
oleh kastemer". 

Saya menasihati, "Yang pent- 
ing kan kamu tidak melakukannya. 
Seharusnya semua penyerahan 
voucher kan berdasarkan syarat- 
syarat dan prosedur yang ada di 
perusahaan kamu. Kalau kamu su- 
dah mengikuti prosedur, itu sudah 
baik. Semua tuduhan harus ada 
buktinya, kalau tidak terbukti dan 
kamu masih bekerja di sana, ya 
mengucap syukurlah". 

Seorang sepupu saya bekerja 
bagi seorang bos yang cukup terke- 
nal dan sedang naik daun. Tugas- 
nya mengkoordinasi pemberitaan 
media bagi sang bos tersebut. Un- 
tuk itu, sepupu saya yang notabene 
seorang wartawan freelance, perlu 
mengorganisir rekan-rekannya ses- 
ama wartawan untuk hadir meliput 
suatu event dan kemudian menu- 
liskan berita tentang event tersebut 
di media tempat mereka bekerja. 


Para wartawan yang hadir biasanya 
diberikan imbalan uang transpor. 
"Wah, gue dicurigain bos bahwa 
uang transpor wartawan gak gue 
sampaikan ke mereka..." keluh- 
nya. Seringkali dalam menjalankan 
tugasnya tersebut, budget dana 
transport wartawan belum disetu- 
jui. "Itu menghambat saya dalam 
koorninasi Bang," lanjutnya. 

Rekan pemimpin, mencegah 
kebocoran demi menyelamatkan 
keuangan perusahaan memang 
penting. Itu adalah kewajiban se- 
tiap pemilik usaha atau manajemen 
perusahaan untuk memastikan- 
nya. Namun kecurigaan yang ber- 
lebihan sering menjebak para pe- 
mimpin perusahaan ke dalam mikro 
manajemen yang impaknya san- 
gat merugikan perusahaan. Mikro 
manajemen adalah suatu keadaan 
di mana para atasan mengontrol 
pekerjaan anak buah mereka den- 
gan sangat ketat, bahkan seringkali 
menyentuh kehidupan pribadi anak 
buah tersebut. Hal tersebut mung- 
kin diperlukan dalam beberapa ka- 
sus spesifik, namun apabila diterap- 
kan secara umum maka akibatnya 
kurang baik bagi perusahaan. 

Beberapa akibat paling parah 
dari mikro manajemen antara lain: 

1) Para pemimpin tidak fokus ke- 
pada pekerjaan yang lebih besar 
seperti bagaimana membuat peru- 
sahaan memiliki kemampuan lebih 
besar dalam menghasilkan bisnis 
atau memperoleh keuntungan. Hal 
ini disebabkan karena sebagian 
besar enerji mereka dihabiskan 
pada hal-hal seperti di atas, yaitu 
bagaimana mencegah para bawa- 
han mencuri dari perusahaan. Aki- 
batnya mereka sibuk memikirkan 


cara mencegah hal tersebut, pada- 
hal mungkin keadaannya 99% dari 
pegawai kita memiliki integritas 
kerja yang baik. Tapi para atasan ini 
sibuk mencari cara untuk menang- 
kal yang 1%; 

2) Para pemimpin kehilangan 
respek dan kepercayaan dari bawa- 
han mereka karena terlalu sering 
sembarangan menuduh. Akibat- 
nya para bawahan segan datang 
kepada mereka untuk berdiskusi 
atau menyampaikan ide-ide bril- 
lian karena khawatir kedatangan 
mereka menghadap atasan dicur- 
gai atau dipandang negatif terlebih 
dahulu oleh atasan mereka. Hal ini 
juga mengakibatkan para atasan 
kehilangan sumber informasi yang 
berharga tentang perusahaan mer- 
eka karena mereka terputus dari 
sumber informasi, yaitu para bawa- 
han mereka sendiri. 

3) Reputasi perusahaan mem- 
buruk. Seringkali, tanpa disadari 
para bawahan membawa cerita 
tentang perusahaan mereka keluar 
organisasi. Akibatnya reputasi pe- 
rusahaan dikalangan pencari kerja 
menjadi kurang baik, dan perusa- 
haan akan kesulitan mencari tena- 
ga kerja berkwalitas karena banyak 
calon yang bagus menghindari pe- 
rusahaan dengan reputasi buruk 
dalam menangani pekerjanya. 

Para pemimpin kristiani yang 
budiman, sebagai pemimpin ten- 
tunya kita tidak menghendaki hal 
di atas terjadi dalam perusahaan 
kita. Banyak cara yang bisa dilaku- 
kan untuk tidak terjebak kedalam 
mikro manajemen, misalnya, per- 
tama - melalui SOP yang baik yang 
mampu menangkal kecurangan- 
kecurangan dalam bisnis. Untuk itu 


perusahaan, harus memiliki orang- 
orang yang mampu membuat SOP 
dengan baik, yang berwawasan 
luas - mampu memahami kebu- 
tuhan konsumen dan menjaga ke- 
inginan konsumen tersebut dengan 
prosedur internal yang ampuh. 

Kedua, sebagai pemimpin kris- 
tiani, saatnya kita mulai banyak 
berdoa buat anak buah kita, supaya 
Tuhan menempatkan orang-orang 
yang memiliki integritas tinggi 
dalam perusahaan kita, sehingga 
dengan dengan demikian perusa- 
haan kita akan lebih efektif. 

Ketiga, mungkin saatnya pula kita 
mengubah paradigma kita untuk ti- 
dak dengan mudah mencurigai dan 
menuduh. Seringkali kebiasaan kita 
sendiri di masa lalu yang kurang 
memiliki integritas, menghambat 
kita untuk mempercayai orang lain. 
Jadi, mulailah mengubah diri kita 
sendiri. 

Saya yakin dan percaya bahwa 
kita sebagai pengusaha kristiani dan 
dengan bantuan Roh Kudus yang 
tinggal di dalam kita mampu men- 
jadikan perusahaan-perusahaan 
kristiani adalah tempat yang terbaik 
untuk pegawai kita bekerja. ❖ 

Trisewu Leadership Institute 
Founder: Lilis Setyayanti 
Co-founders: Jimmy Masrin, 

Harry Puspito 
Moderator: Raymond Lukas 
Trisewu Ambassador: Kenny Wirya 


Untuk pertanyaan, silakan kirim e-mail 
ke: seminar@trisewuleadership.com. 

Kami akan menjawab pertanyaan Anda 
melalui tulisan/artikel di edisi selanjut- 
nya. Mohon maaf, kami tidak menjaw- 
ab e-mail satu-persatu ." 


REFORMATA 








22 


EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


Liputan 


SRE/ORMAJA 


Tabalong 


LGLP 


Menuju Masyarakat 
Damai Sejahtera 



%**f f ** f * t**nff«*« f * f**f mwrnmm 
+.4ed*»f 4 e**/km «We 


dengan hikmat natal kita tingkatkan kerukunan 

SuJfrUK MENCIPTAKAN TABALONG YANG DAMAI DAN 

PERAYAAN NATAL UMAT KRISTIANI KABUPATEN TABALONG TAHUN 20 


P ERAYAAN Natal Gabungan Ma- 
syarakat Kabupaten Tabalong 
Tahun 2010 dilaksanakan pada 
Rabu 29 Desember 2010 lalu, 
pukul 18.00 WITA. Perayaan itu 
dilaksanakan di Gedung Olahraga 
(GOR) Kabupaten Tabalong, Keca- 
matan Murung Pudak, Kalimantan 
Selatan. Acara Natal ini dihadiri 
sekitar 1.500 orang yang meru- 
pakan masyarakat Kabupaten Ta- 
balong dari berbagai gereja. 

Pdt. Bigman Sirait yang juga 
adalah pemimpin umum tabloid 
Reformata menyampaikan fir- 
man Tuhan di acara kebaktian 
itu. "Dengan Hikmat Natal Kita 
Tingkatkan Kerukunan Antarumat 
Beragama untuk Menciptakan 
Tabalong yang Damai dan Se- 
jahtera", demikian sub tema per- 
ayaan Natal tersebut. 


Di antara hadirin, tampak pula 
Bupati Tabalong Drs. H. Rahman 
Ramsy M. Si, dan Wakil Bupati H. 
Muhlis, SH beserta unsur mus- 
pida Kabupaten Tabalong. Hadir 
juga sejumlah pimpinan perusa- 
haan besar yang ada di Kabupat- 
en Tabalong. 

Acara itu berlangsung khid- 
mat dan khusuk. Umat terlihat 
sukacita dalam perayaan kela- 
hiran Tuhan Yesus itu. Ampera 
Arianto Y. Mebas, SE yang diper- 
caya menjadi ketua Panitia Natal 
Gabungan Kabupaten Tabalong 
itu, bersama tim telah menyiap- 
kan rangkaian acara itu dengan 
penuh pengabdian. Anggota pa- 
nitia yang lain berasal dari per- 
wakilan gereja-gereja yang ada 
di Kabupaten Tabalong. 

^ Hans 


Yamuger 

Jangan Ikuti Selera Pasar 



Y AYASAN Musik Gereja 
(Yamuger) yang memasuki 
usia yang ke-44 tepat pada 11 
Februari 2011 lalu, mengadakan 
perayaan hari ulang tahun (HUT) 
sekaligus peresmian gedung baru. 
Gedung Yamuger, nama gedung 
tersebut berada di Jalan Wisma Jaya 
11 Rawamangun, Jakarta Timur. 

D. R Nainggolan SE, dalam 
kata sambutannya mengisahkan 
sekilas awal berdirinya Yamuger 
hingga kini mencapai usia 44. 
Menurutnya, selama sebelas ta- 
hun pertama, Yamuger berkan- 
tor di Jl Salemba Raya 10, rumah 
EL Pohan, salah satu pendiri dan 
ketua pengurus pertama. Kemu- 


dian 1978 Yamuger pindah lagi 
ke gedung Badan Penerbit Kristen 
(BPK) Gunung Mulia Jl Kwitang, 
Jakarta. Setelah itu Yamuger pin- 
dah lagi ke Kemayoran, lalu ke Jl 
Proklamasi (Gedung STT Jakarta). 
Setelah 29 tahun sejak berdiri, 
barulah Yamuger memiliki ge- 
dung sendiri di Utan Kayu, Jakarta 
Timur. 

Karena perkembangannya yang 
pesat, Ruben Budhisetiawan yang 
juga salah satu pendiri Yamuger, 
menawarkan rumahnya di Jl Wis- 
ma Jaya 11 untuk dibeli Yamuger 
dengan harga murah dan mencicil. 
Singkat cerita, mulai tahun 2000 
gedung ini mulai ditempati. Dan 
setelah mengalami pembangunan 
dan renovasi, tepat pada HUT-nya 
yang ke-44, Gedung Yemuger dir- 
esmikan. 

Pdt Gomar Gultom (sekretaris 
umum PGI) yang membawakan 
khotbah dalam ibadah pada acara 
tersebut, antara lain mengatakan 
bahwa kidung gereja mampu 
merangsang jiwa kita untuk ber- 
syukur kepada Tuhan. Namun 
Gomar juga mengingatkan agar 
Yamuger, dalam menghasilkan 
lagu-lagu gerejawi, jangan mengi- 
kuti selera pasar, namun harus 
memperbaiki selesa pasar. 

^ Hans 


Luncurkan Album Ke-2 



L OVING God Lov- 
ing People (LGLP) 
adalah nama dari tim 
pemuji dan penyem- 
bah Gereja Bethel 
Indonesia (GBI) Pe- 
kan Raya Jakarta 
(PRJ). Tim ini terdiri 
dari pemusik, wor- 
ship leader, maupun 
singers. Mereka tidak 
hanya penyanyi dan 
pemusik terbaik, na- 
mun juga team yang 
memiliki hati sung- 
guh untuk melayani 
Tuhan. 

Rabu (26/01/11), 
di GBI PRJ Mega 
Glodok Kemayoran (MGK), LGLP 
menerbitkan album ke-2 berjudul 
"Sujud di HadapanMu". Album ini 
hasil kerjasama dengan "Blessing 
Music", yang semakin dikenal se- 
jak tahun 2010, bagian dari lebel 
terkenal Disc Tarra. 


Sejak awal 2009, LGLP hadir un- 
tuk melayani Tuhan dan sesama. 
Membiayai pendidikan anak-anak 
asuh adalah salah satu proyek yang 
diaplikasikan melalui LGLP ini. Me- 
nariknya, album ke-2 LGLP berisi 
2 CD yakni lagu-lagu penyemba- 


han/tenang (worship) 
dan lagu-lagu pujian 
(praise). 

Kemasan kafer al- 
bum ini terlihat sangat 
mewah, menyajikan 
teks lagu dan profile 
LGLP. Kemewahan 
yang ditonjolkan mem- 
buktikan album ini 
dipersiapkan dengan 
sangat baik. Album ini 
dijual senilai Rp 100 
ribu. Saat peluncuran, 
hadir seluruh personil 
LGLP dalam temu me- 
dia dan konser. 

Konser terlihat me- 
wah dengan tatanan 
panggung dan sound system leng- 
kap. Blessing Music hadir bersama 
para wartawan memberi support 
akan kehadiran album ke-2 LGLP 
ini. Ruangan dipenuhi jemaat GBI 
PRJ juga para undangan lainnya. 

j&Lidya 


G PDI Pangukan Sleman 

Ditutup Paksa 


G PDI Pangkuan Sleman, Jawa 
Tengah, diminta tutup oleh 
massa, Rabu (16/2) malam. Pa- 
dahal gereja itu sudah ada di 
sana pada 1990, tanpa masalah. 

Pada 1995, setelah melengkapi 
seluruh persyaratan, termasuk 
tanda tangan dari masyara- 
kat sekitar, gedung gereja pun 
dibangun. Jemaat beraktivitas 
secara damai tanpa mendapat- 
kan halangan apa pun dari war- 
ga sekitar. Bahkan, sebagian dari 
tanah milik gereja diperuntukkan 
bagi bangunan tempat menyim- 
pan keranda milik kampung. 

Pdt Nico, gembala GPDI Pangu- 
kan, selalu berupaya berkontribusi 
secara sosial, misalnya dengan ikut 
membiayai pendidikan 11 anak warga 
setempat yang tidak mampu. Lima 
di antara anak itu muslim. Sekalipun 
demikian, anak-anak itu tidak pindah 
agama, dan mereka memang tidak 
pernah diajarkan tentang agama Kris- 
ten sama sekali, karena motivasi Pdt 
Nico murni untuk membantu pendi- 
dikan. 

Masalah mulai timbul setelah gere- 




ja selesai direnovasi pada Desember 
2010 lalu. Puncaknya, Rabu (16/2) 
malam, sekelompok massa yang 
terdiri dari anak-anak dan ibu-ibu, 
dipimpin pemuka agama setempat 
mendatangi kediaman Pdt Nico, dan 
meminta untuk segera menutup ge- 
reja dan menghentikan segala akti- 
vitasnya, Jika tidak dituruti, mereka 
mengancam akan merusak gereja. 

Esok harinya, Kamis (17/2) Pdt Nico 
dipanggil oleh DPRD Sleman Komisi D 
untuk berdialog. Namun Pdt Nico han- 


ya boleh hadir sendirian, sementara 
kelompok massa itu dihadirkan di 
kantor DPRD. Seorang pendeta di- 
hadapkan kepada massa. Dalam 
forum itu, Pdt Nico dipaksa menan- 
datangani pernyataan menutup se- 
luruh aktivitas gereja. Karena berada 
dalam tekanan, di mana DPRD juga 
menyatakan demi keselamatan, 
maka Pdt Nico terpaksa menan- 
datangani pernyataan itu. Maka 
sejak Jumat 18 Februari 2011, selu- 
ruh aktivitas gereja dihentikan, ban- 
gunan gereja disegel, papan nama 
diturunkan. Sampai berita ini ditu- 
runkan, gereja masih dijaga intel. 

Ada pun alasan penutupan gereja 
yang disampaikan oleh massa terse- 
but adalah sebagai berikut: 1) Ban- 
gunan gereja tidak memiliki ijin; 2) 
Pdt Nico dianggap mengganggu ke- 
beradaan rumah keranda (bandosa); 
3) Talud yang dibangun gereja di- 
anggap menyebabkan banjir. Pada- 
hal talud ini dibangun berkoordinasi 
dengan kepala dusun setempat; 4) 
Pdt Nico yang membiayai pendidi- 
kan anak-anak muslim dianggap se- 
bagai upaya kristenisasi. Hans 


96.2 fM 



THE SPIRIT OF LOVE 

NA f IRI 

INSPIRASI HIDUP^CIpRDAS DAN BERBUDAYA 

Jl. Galunggung No.105 Tasikmalaya 46112 ( 0265) 334999 / Fax. (0265) 331698 


JL. Galunggung No. 105 Tasikmalaya 46112 
Telp: (0265) 334999 / Fax: (0265) 331698 


REFORMATA 







EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


23 


|;re/ormata| 


Liputan 


ABC dan YKBK 
Seminar Kitab Pengkhotbah 



A NT10KHIA Bible College 
(ABC) bekerjasama de- 
ngan Yayasan Komunikasi 
Bina Kasih (YKBK) menye- 
lenggarakan seminar Ki- 
tab Peng-khotbah. 

Seminar ini berlang- 
sung pa-da 5 Februari 
2011, di Wisma Ber-ama, 

Jalan Salemba 24 A-B 
Jakarta. 

Seminar yang dihadiri 
ratusan peserta ini ber- 
langsung dalam 3 sesion, 
dipimpin Pdt. Bigman 
Sirait, pemimpin umum tabloid 
Reformata. Sesi 1 mengupas 
tentang Kitab Pengkhotbah dan 
sorotan terhadap buku yang 
diterbitkan YKBK ini, dilanjutkan 
sesi tanya jawab, dan terakhir 
menjadi sesi refleksi pribadi setiap 
peserta, tentang apa yang diterima 


melalui seminar tersebut. 

Bagaimana menjalani hidup 
yang berarti di dunia yang penuh 
kesia-siaan, bercermin pada Kitab 
Pengkhotbah, inilah latar belakang 
seminar ini diadakan. Kitab 
Pengkhotbah mengungkap realita 
yang dijalani manusia, dan di sana 


ditemukan kesimpulan 
yang "menakutkan": Bah- 
wa apa pun tidak ada 
maknanya, tidak ada satu 
pun yang berarti di bawah 
matahari. 

Kenyataan ini mem- 
buat orang menjuluki kitab 
ini sebagai ki-tab yang 
pesimis, namun seminar 
ini mengungkap harapan 
di balik kesia-siaan itu. 

"Hidup adalah pem- 
berian Allah dengan se- 
gala kejadian di dalamnya 
(Pengkhotbah 1: 12). Pengkhotbah 
mengajak kita berkelana mengamati 
kehidupan manusia yang penuh misteri 
di bawah langit ini. Kita dikembalikan 
ke tujuan semula yaitu Allah segalanya 
(Pengkhotbah 12:13-14)," demikian 
Pdt. Bigman Sirait. 

Lidya 


Politikus 

Deklarasikan Penyelamatan Negara 


P ULUHAN tokoh masyakarat dan 
politisi yang terdiri dari Effendy 
Choiri, Laode Ida, Bambang Soe- 
satyo, Permadi, Lily Wahid, Poppy 
Dharsono, Fuad Bawazier, Permadi, 
Saurip Kadi, Hatta Taliwang, Arbi Sa- 
nit, Imam Addaruqudni, Hermawi F 
Taslim, Soares, dan Haryadi Ahmad 
mengadakan deklarasi di DPR RI, Ka- 
mis (10/2). Mereka mendeklarasikan 
Gerakan Penyelamat Negara di lobi 
Gedung Nusantara, kompleks DPR RI. 
Sejumlah tokoh dan politisi lain pun tu- 
rut serta dalam aksi ini, tampak mereka 
duduk di barisan undangan. Deklarasi 
Gerakan Penyelamat Negara (Depan) 
diisi dengan mimbar bebas. Setiap to- 
koh dan politisi yang hadir menyam- 
paikan orasi berupa ekspresi dan ar- 
gumentasinya terhadap situasi negara 
yang terjadi saat ini. 

Effendy Choiri mengatakan, terben- 
tuknya Gerakan Penyelamat Negara 
dilatarbelakangi diskusi-dikusi perkem- 
bangan situasi bangsa saat ini yang 
dinilai sangat dinamis. Sejumlah to- 
koh dan politisi yang merasa memiliki 
kesamaan pandangan, bergabung 
dalam Gerakan Penyelamat Negara 
untuk mengingat masyarakat maupun 


pemimpin guna memperbaiki kondisi 
bangsa. 

Sementara itu Arbi Sanit mengatakan 
bahwa perubahan di Indonesia ber- 
jalan cepat. Saat ini berada pada era 
demokrasi. "Dalam era demokrasi ini 
setiap orang atau kelompok masyarakat 
bebas menyatakan pendapat tapi harus 
bertanggung jawab," katanya. Tokoh 
lainnya, Fuad Bawazier, mengatakan, 
pemerintah menyatakan pertumbu- 
han ekonomi Indonesia meningkat, 
tapi tidak merinci peningkatannya di 
mana. Realitasnya, kata dia, masyara- 
kat Indonesia masih banyak yang hidup 
miskin, bahkan untuk kebutuhan paling 
dasar yakni makan saja tidak cukup. 
Angka kemiskinan Indonesia berdasar- 
kan standar Bank Dunia, menurut 
dia, ada sekitar 100 juta jiwa. Namun, 
berdasarkan stantar yang ditetapkan 
pemerintah hanya 31 juta jiwa. Salah 
satu tokoh, Permadi, mengatakan, 
bangsa Indonesia harus bersatu un- 
tuk mengingatkan pemerintah guna 
memperbaiki situasi yang berkembang 
kurang baik. Deklarasi tersebut diakh- 
iri dengan menyanyikan lagu Padamu 
Negeri oleh para deklarator sambil ber- 
gandengan tangan. Jenda Munthe 


Suluh 


Pdp. DR. Janto Simkoputera, MD Phd 

Doa Pagi Kunci 
Pertumbuhan Gereja 


J ANTO Simkoputera adalah dok- 
ter spesialis yang sukses. Pen- 
galaman 15 tahun di luar negeri, 
membuat kariernya di Indonesia 
bersinar. Graha Medika adalah tem- 
pat prakteknya, dan kini berpindah 
di Rumah Sakit Siloam Kebun Je- 
ruk. Satu hari praktek, Janto bisa 
didatangi seratus pasien. Pejabat, 
militer sering menjadi pasiennya. 

Prestasi membahagiakan ini, 
pasti dapat membuat siapa pun 
untuk berbangga diri, namun me- 
lalui gereja ayah 3 orang anak ini 
diubahkan. Bagaimana Janto yang 
adalah seorang dokter spesialis, kini 
dipercayakan untuk menggembal- 
akan jemaat ribuan orang di GBI 
PRJ? Apakah profesinya berganti? 
Bagaimana mungkin hal ini terjadi? 

Panggilan 

Peralihan hidup seseorang sering- 
kali tidak terpikirkan sejak awal, na- 
mun kadang peralihan itu terjadi di 
tengah bahkan di ujung perjalanan. 
Pria kelahiran 23 Mei 1961 ini men- 
galami hal senada, yang mengubah 
hidupnya semakin penuh nilai dan 
menomorsatukan Tuhan. 

Dua puluh tahun lalu, Janto bu- 
kan seorang Kristen. Saat itu Janto 
tidak percaya agama, apalagi Kris- 
ten. "Saya paling benci," akunya. 
Kenyataan telah mengubah kakek 
4 orang cucu ini untuk menemukan 
keputusan berbeda. "Saya melihat 
pasien yang hanya percaya Ye- 
sus sembuh. Dua pasien penyakit 
kanker sembuh total, otentik ada 
buktinya. Satu orang pasien gagal 
ginjal sama sekali tidak ada hara- 
pan, tetapi akghirnya sembuh to- 
tal karena percaya. Tiga kasus ini 
mengubah paradigma saya, dan ini 
menjadi titik tolak buat saya," ke- 
nang Janto. 

Pertemuan Janto dengan fakta di 
atas, mendorong dirinya ingin men- 
genal Pribadi Agung itu. Melalui aja- 
kan teman, Janto mulai mengun- 
jungi gereja dan melihat apa yang 
dilakukan di dalamnya. Mulai dari 


gereja yang teduh/senyap hingga 
yang penuh sorak-sorai. "Saat saya 
datang di gereja pimpinan Pdt. Niko 
Njotorahardjo, puji-pujian penuh 
sorak-sorai. Pandangan saya, ini ge- 
reja pasar, dan saya tidak akan mau 
lagi menginjak gereja itu. Namun di 
situlah saya dijamah Tuhan," kisah 
Janto sambil tersenyum. 

"Melalui khotbah Pdt. Niko yang 
selalu diisi dengan bernyanyi, saya 
sekonyong-konyong mengeluarkan 
air mata. Saya seperti mendapat 
Rp 500 miliar, itulah pertama kali 
saya menemukan damai sejahtera. 
Seperti ada sesuatu yang lepas me- 
nyentuh hidup saya, penuh keda- 
maian dari khotbah yang disampai- 
kan," tambah Janto. Sejak saat itu, 
Janto semakin setia dan taat untuk 
menjadi jemaat Tuhan yang benar, 
hingga dipercayakan melayani dan 
beranjak menjadi gembala jemaat, 
sekarang ini. 

Terutama 

Meski tetap menjalankan profesi 
sebagai seorang dokter, Janto bisa 
menunaikan tanggung jawabnya se- 
bagai gembala jemaat, bahkan se- 
bagai suami-ayah-dan kakek dalam 
keluarga dijalaninya secara seim- 
bang dan penuh sukacita. Bagaima- 
na Janto mampu membagi waktu 
untuk menjalankan peran-peran 
penting ini? 

"Kalau tahu prioritas, hidup ini mu- 
dah," jawab Janto pasti. "Menomor- 
satukan Tuhan. Lakukan tanggung 
jawab dengan sukacita. Menapak 
dengan iman, lakukan Firman Tu- 
han, maka janji Tuhan pasti terjadi," 
tambah Janto memberi konfirmasi 
tentang prioritasnya. 

Di balik tugas penggembalaan 
dan tanggung jawab lain yang tak 
mudah, ada kunci penting yang 
dipakai Janto untuk mengerjakan 
semua tanggung jawabnya. "Setiap 
pagi pukul 04.00, saya bangun. 
Pukul 04.45 di gereja memuji dan 
menyembah Tuhan 1 jam. Setelah 
itu mengurai Firman Tuhan. Selesai 


06.30, jika Selasa kita berkumpul, 
rundingkan problem sampai pukul 
08.00 Kemudian ke tempat prak- 
tek, kerja sampai malam. Waktu 
untuk keluarga kurang, maka Sab- 
tu sepanjang hari untuk keluarga". 
Demikian Janto memenej waktunya 
sepanjang hari. 

Menurut Janto, dia mencontoh Pdt 
Niko, pimpinan gembala. "Saya mengi- 
kuti Pdt. Niko cukup lama. Saya tidak 
mudah mengikuti seseorang, namun 
melihat kisah hidup, buah pelayanan- 
nya yang membuat saya taat pada be- 
liau. Beliau rendah hati, taat pada Fir- 
man Tuhan. Kehidupannya dari jatuh 
miskin, taat dan tidak bicara uang. 
Hubungan intim dengan Tuhan yang 
benar itu yang saya dapatkan untuk 
diikuti," urai pemilik moto: "memberi 
yang terbaik untuk Tuhan" ini berbinar. 

Kunci 

"Letak kekuatan gereja adalah doa 
pagi," cetus Janto berkobar. Doa pagi 
membutuhkan keinginan yang besar 
dari seseorang untuk mau melaku- 
kannya, karena sulit. Membayar 
harga, mematikan daging, hanya 
bisa dilakukan ketika seseorang mau 
benar-benar disiplin untuk melaku- 
kannya. Memberi waktu utama ke- 
pada Tuhan dalam doa, memuji dan 
mendengarkan firman-Nya dalam 
kesatuan umat, dapat ditemukan 
melalui doa pagi. "Penyakit terberat 
manusia adalah mematikan daging 
sendiri. Doa fajar, mencari Bapa itu 
tidak gampang karena ada harga 
yang harus dibayar luar biasa. Rajin, 
maka daging kita dapat dikuasai," 
himbau Janto penuh semangat. 

Apa yang dilakukan Janto didukung 
oleh jemaat, ini menghasilkan multi- 
pikasi pertumbuhan jemaat. Dari tiga 
ratusan jemaat, kini mencapai dua 
belasan ribu orang, dengan 4 kali 
jam ibadah minggu, dan sekali di hari 
Rabu. Kesetiaan dua ratusan jemaat 
dan pelayan setiap pagi datang ber- 
doa, bahkan di Sabtu pagi bisa men- 
capai enam ratusan orang, yang mau 
berdoa untuk kemajuan gereja. Hal 



ini membangun pertumbuhan ro- 
hani, kesehatian, dan semangat ge- 
reja untuk melayani. 

Penggembalaan dijalankan den- 
gan kasih, namun tetap ada reward 
and punishment. Pelayan tidak akan 
naik mimbar jika tidak mengikuti 
persiapan dengan benar. Inilah di- 
siplin yang diterapkan Janto 
untuk kemajuan dan kesung- 
guhan dalam melayani, se- 
hingga urapan Tuhan terjadi. 

"Dokter itu pintar-pintar, 
pendidikan tinggi namun se- 
berapa pintar dan hebatnya 
seorang dokter, tetap terba- 
tas. Buktinya masih banyak 
penyakit yang tidak bisa 
disembuhkan. Himbaun 
saya kepada seluru kolega, 
bersandarlah pada Tuhan, 

Jangan bermegah pada ja- 
batan," pesan Janto. 

^ Lidya 



kunjungi: www.waskitapublishing.blogspot.com 

Bisa didapatkan di toko-toko buku, kolportage gereja, atau pesan langsung melalui email: 
waskitapublishing@gmail.com; sms / call ke 081 2-270-24-870. Info terbitan Waskita 
Publishing yad.dan bila ingin menjadi agen email : waskitapublishing@gmail.com 
Pembayaran dapat ditransfer ke rekening Bank BCA cabang KSTubun Jakarta 
No. Rekening: 5260-333-706 atas nama PT. Landas Waskita 



REFORMATA 






24 


EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


|ire/ormaja| 



J Kini tayang, 1 jam lebih awal! 

m Senin - Jumat 22.00WIB 
di O Channel 


Cahaya Bagi Negeri 


SEMINAR ALKITAB 


ii 


DO/1 B/4P A KAMI 


99 




Pembicara : Pdt. Dr. Erastus Sabdono 




tS < v 


DOA BAPA KAMI merupakan sebuah formula kehidupan yang seharusnya menjadi 
dasar bagi kehidupan manusia yang diciptakan oleh Allah. Ternyata pula, 
seharusnya Adam dan Hawa sudah memulai gaya hidup seperti formula 
kehidupan yang termuat dalam DOA BAPA KAMI. 

Dalam DOA BAPA KAMI tersimpan mutiara kehidupan yang tiada tara nilainya. 
Melalui seminar Alkitab berseri ini pengertian kita akan menjadi takjub terhadap 

hikmat-Nya yang luar biasa. 



Pertemuan ini akan berseri dalam beberapa minggu. 

Diadakan setiap Sabtu pukul 16.00 mulai 19 FEBRUARI 2011 


Tempat : 

Panin Hall-Bank Panin Lt. 4 
Jl. Jend. Sudirman Jakarta Selatan 


Mengajak saudara-saudara sekalian yang hadir agar tidak terlambat 
supaya mendapatkan pemahaman yang utuh. 


Informasi :Hub. Sekpus 021-56954546 


REFORMATA 



EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


25 


53 — 


Resensi Buku 


F ENOMENA yang berkembang di 
kalangan Kristen beberapa ta- 
hun terakhir adalah ziarah ke tanah 
suci Yerusalem. Namun sayang zi- 
arah yang dimaksud seringkali tidak 
jauh beda dengan plesiran biasa. 
Yang didapat tak lebih dari sekadar 
tahu nama dan tempat atau sedikit 
latar belakangnya saja. 

Bagaimana kisah, kondisi dan 
konteks iman yang membentuk si- 
tus tersebut kerap terlupa atau ti- 
dak tersentuh sama sekali. 

Karena itulah dibutuhkan buku 
panduan untuk kebutuhan terse- 
but. "Jalan Tuhan" buku karya N. T 
Wright, seorang teolog yang meng- 
khususkan pada bidang Perjanjian 
Baru setidaknya dapat dijadikan 
referensi. Berbeda dengan buku 
lain yang hanya menjelaskan ten- 
tang tempat dan nama situs secara 
geografis saja - Wright mengulas 


Spiritualitas Ziarah 


Judul Buku 

: Jalan Tuhan Panduan Untuk Ziarah Geografis 


dan Spiritual 

Penulis 

: Tom Wright 

Penerbit 

: Waskita Publishing 

Cetakan 

: 1 

Tahun 

: 2010 


latar belakang tidak hanya secara 
geografis tapi juga latar belakang 
iman, termasuk kaitan peristiwa 
dengan situs tersebut. 

Wright sangat mementingkan 
aspek spiritual dalam ziarah. Den- 
gan bukunya ini dia mengantarkan 
Anda memasuki seluruh perjalanan 
ziarah dengan sangat imajinatif 
dan menantang. Tidak hanya itu, 


Wright juga membubuhkan reflek- 
sinya sendiri terhadap-situs-situs 
tersebut yang tentunya akan mem- 
perkaya makna. Belum lagi sikap 
kritisnya terhadap sikap umat yang 
sering salah memperlakukan situs- 
situs tersebut secara mistis, menun- 
jukkan kepastian posisi iman Wright. 

Buku yang disusun dari kumpu- 
lan khotbah untuk mempersiapkan 


umat sebelum berziarah 
ini, niscaya akan mem- 
buka wawasan spiri- 
tual, membantu per- 
tumbuhan iman anda 
dengan cara menelusuri 
situs-situs bersejarah 
kristiani secara imaji- 
natif. 

jsl S lawi 




CAHAYA ANUGERAH ALLAH SANGAT BERKILAU 
KENDATI DOSA MANUSIA BEGITU PEKAT 


MICHAEL WILCOCK 


Paradoks Hukum dan 
Pemeliharaan Allah 


Judul Buku 

: Seri Pemahaman dan Penerapan Amanat Alkitab 
Masa Kini Kitab Hakim-hakim 

Penulis 

: Michael Wilcock 

Penerbit 

: Yayasan Komunikasi Bina Kasih 

Tebal buku 

: 276 Halaman 


M EMBACA kitab Ha- 
kim-hakim orang 
akan dipuaskan dengan 
cerita-cerita menarik 
tentang tokoh-tokoh 
populer Alkitab yang 
sudah tidak asing lagi, 
dan umumnya sudah 
didengar sejak duduk 
di bangku sekolah min- 
ggu. Anda tentu san- 
gat hafal bagaimana 
kisah Deborah dengan 
Barak, Yefta yang kerap 


salah memahami kehendak Allah, atau 
Gideon yang selalu minta tanda pada 
Tuhan, juga Simson Si Kuat yang tun- 
duk oleh kecantikan wanita. 

Namun demikian apakah kitab Ha- 
kim-hakim hanya menyuguhkan cerita 
belaka? Tentu saja tidak demikian, jika 
Anda ingin mengenal dengan lebih 
baik apa saja yang terkandung dalam 
kitab Hakim-hakim, buku "Seri Pema- 
haman dan Penerapan Amanat Alkitab 
Masa Kini (PPAAMK) - Hakim-hakim" 
dapat dijadikan refrensi bagi petualan- 
gan Anda. 


Cerita yang ada dalam kitab Hakim- 
hakim bukanlah cerita biasa. Michael 
Wilcock penulis "Seri Pemahaman dan 
Penerapan Amanat Alkitab Masa Kini: 
Kitab Hakim-hakim" ini, menunjukkan 
bahwa dalam kitab Hakim-hakim ter- 
simpan mutiara di balik cerita. Dengan 
pola cerita yang kerap berulang-ulang 
- ditandai dengan seringnya umat Al- 
lah berpaling dari pada-Nya, sehingga 
Allah menghukum, lalu umat pun 
berseru mohon belas kasihan Allah 
dan Allah kembali menolong mereka - 
menunjukkan penegasan pada hal ter- 


tentu, seperti ketaatan dan hukuman 
atas kesalahan. 

Dalam PPAAMK Hakim-hakim ini, 
Anda akan menemui betapa bebal dan 
pekatnya hati dan dosa manusia yang 
sering mengandalkan keputusan send- 
iri, dan betapa setianya Allah meme- 
lihara umat-Nya, sekalipun dalam ke- 
bebalan umat yang sombong dengan 
mengandalkan keputusan mereka 
sendiri. Ironisnya, mereka yang be- 
bal dengan mengandalkan keputusan 
sendiri adalah orang pilihan Allah, 
Hamba Allah dan utusan Allah yang 
dikhususkan dalam tugas pelayanan 
tertentu. 

Membaca buku ini niscaya akan 
kembali menyegarkan, mencerahkan 
bahkan mencelikkan Anda tentang 
karya Allah dalam paradoks keadilan 
dan kasih serta pemeliharaan-Nya. Di 
balik dosa yang hitam pekat, tanpa 
menafikan aspek hukum, Allah dengan 
anugerah-Nya tetap setia memelihara 
dan membela. Buku ini akan menjadi 
cermin, bagi para pelayan dan Hamba 
Tuhan, merefleksikan apa yang sudah 
dikenakan dan kembali mengingatkan 
pada jalur yang sebenarnya. ^Slawi 


HADAPI TANTANGAN MASA KINI ! Tajamban nalar Anda dalam memahami isi Alkitab - Segarkan komitmen Anda untuk menerapkan amanatnya 



Seri Seminar The Bible Speaks Today 



Seminar Pembinaan Jemaat untuk memahami lebih dalam maksud Allah 
dan menerapkan amanatnya lebih tepat di bumi Indonesia saat ini! 

Seri seminar lainnya: 

Sabtu, 16 April 2011, 09.00-17.00 Seminar Kitab Yohanes 
Sabtu, 7 Mei 2011, 09.00-17.00 Seminar Khotbah di Bukit 

Rabu, 29 Juni 2011, 09.00-17.00 Seminar Kitab II Timotius , 

* Lokasi: di antara halte Cempaka Tengah & RS Islam (koridor 2) 

** Keringanan: diskon 40% untuk mahasiswa, diskon 25% untuk peserta yang mendaftar minimal 3 x seminar 
(keringanan ini tidak berlaku untuk pembayaran di hari H). Biaya termasuk buku, makan siang, dan sertifikat 


YKBK 

Bina Kasih 

penerbit bermisi, 
mandiri, tepercaya 


Kunjungi stand Bina Kasih di Indonesia Christian Retail Expo2011 @ Mali of Indonesia 8-1 I April 201 I 


Di setiap se^ 

b Rp 1.000.000 


Jangan lewatkan kesempatan berharga ini: 

Sabtu, 26 Maret 201 I Pukul 09.00-14.00 

Seminar Kitab Hakim-hakim 

Bagaimana bersikap kristiani di tengah ancaman 
kebobrokan moral dan kacaunya kepemimpinan bangsa 
- bercermin pada kitab Hakim-hakim. 

Di YAPKI Jl. Letjen Suprapto 28, Cempaka Putih, Jakarta *(4209586). Biaya Rp 60.000** 



Dosen PL, 
Penulis Media Massa 


“ BRUTAL ! Kental dengan kekerasan. Misalnya, perang antar suku hingga salah satu suku Israel lenyap...” 
Demikian kesan Pdt. Yonky Karman saat menilik atmosfir kitab Hakim-hakim, u Hukum Taurat yang 
harusnya menjadi pemersatu justru dilupakan oleh bangsa Israel masa itu. Masing-masing suku bertindak 
apa yang benar menurut pandangannya sendiri.” Bukankah ini mirip dengan situasi bangsa kita saat ini: 
masing-masing merasa benar menurut pandangannya sendiri. Jadi, apa amanat kitab ini bagi kita? 

Pendaftaran: Yanita 021-4209586; Arman 08158-063-263; seminar_bst@penerbitbinakasih.com 


Liputan 


Pendeta Ditembak di Depan Gereja 


CRCS 

Negara yang Membingungkan 


S EORANG pendeta asal Brasil 
terluka parah dalam sebuah 
insiden penembakan pada Minggu 
(20/2) di depan gereja di kota Cam- 
po Grande, Rio de Janeiro, Brazil. 
Hegnaldo da Silva Viana, 44 ta- 
hun, meninggal setelah dua butir 
timah panas menembus lehernya. 
Seorang saksi melaporkan, sebe- 
lum insiden penembakan terjadi, 
seorang pria tak dikenal tampak 
sedang berdebat dengan pendeta, 
seperti dirilis ChristianPost (21/2). 

Rosa Maria Batista da Silva, 
52 , bibi Pendeta Viana terlihat 
sangat terpukul setelah melihat 
kekejian tersebut. "Itu adalah 
adegan yang paling mengerikan 
yang pernah saya lihat dalam 
hidup," kata Rosa yang dari balkon 
melihat keponakannya tergele- 
tak dengan genangan darah. 


Menurut sumber, tersangka penem- 
bak pendeta tersebut tinggal di dekat 
lingkungan Evangelical Community 
Church of God, tempat di mana Vi- 
ana melayani selama empat tahun. 
Usai Natal 2010 lalu, pria tersebut 
dilaporkan mengeluh kepada pen- 
deta karena merasa terganggu. 
Kesaksian sumber yang enggan 
menyebut identitasnya, kepada 
ChristianPost mengatakan, pada 
saat itu tersangka juga mengancam 
akan membunuh Viana. 

Karena itulah Pendeta Viana lan- 
tas melaporkan ancaman terse- 
but kepada polisi setempat. 
Kasus ini sedang dalam penyelidikan 
oleh Divisi Pembunuhan di Barra da 
Tijuca, dan dalam waktu dekat akan 
segera diajukan ke persidangan. 

& Slawi 


SELASA (1/0/11) berlangsung 
diskusi dan peluncuran laporan ta- 
hunan kehidupan beragama di In- 
donesia sepanjang tahun 2010 lalu. 
Acara ini diadakan oleh CRCS, di 
kampus UGM, di Jl Sahardjo Jakar- 
ta. Ada tiga pembicara, yakni Yuni 
Chuzaifa (KOMNAS Perempuan), 
Slamet Effendi Yusuf (Ketua PBNU), 
dan Franky Budi Hardiman (STF Dri- 
yakara). 

Laporan tahunan ini dikeluarkan 
untuk ketiga kalinya oleh CRCS, 
yang mencatat dan menganalisis 
peristiwa-peristiwa di seputar ke- 
hidupan beragama di Indonesia 
sepanjang tahun 2010. Masalah 
rumah ibadah, kekerasan, seksu- 
alitas dan perempuan, prospek RUU 
KUB, dan agama dalam pemilukada. 


Slamet Effendi Yusuf, dalam 
menanggapi catatan bahwa "tidak 
satu pun orang Kristen menen- 
tang pembentukkan rumah iba- 
dat" menandaskan bahwa catatan 
itu harus disempurnakan. Sebab 
berdasarkan informasi yang diteri- 
manya, di daerah seperti Jayapura 
maupun Kupang-NTT, ada juga 
hambatan pendirian mesjid oleh ke- 
lompok mayoritas di sana. 

Yuni Chuzaifa mengkritisi perda 
yang mendeskreditkan perempuan. 
Contoh, kaum perempuan yang se- 
bagian besar harus bekerja malam 
di Tangerang, namun dengan adan- 
ya PERDA prostitusi, maka ini mem- 
beri dampak buruk bagi mereka. 
Peraturan yang mewajibkan kaum 
perempuan berjilbab, dan masih 


banyak perlakukan yang menjadikan 
wanita sebagai objek ketidakadilan. 
Yuni dengan tegas menolak adanya 
viktimisasi terhadap perempuan. 

Selanjutnya Franky Budi Hardi- 
man memberi pengamatan yang 
tajam terhadap masyarakat kini, se- 
bagai masyarakat oral (tradisi oral). 
Sehingga pemberitaan media harus 
dilakukan dengan benar, akurat, dan 
tuntas, agar tidak menjadi bias. 

Franky juga melihat adanya am- 
bivalensi sikap dari negara, sehing- 
ga masyarakat menjadi binggung. 
Ketika terjadi kekerasan terha- 
dap umat beragama di Indonesia, 
negara seakan bersikap sekuler- 
liberal, membiarkan semua terjadi 
begitu saja. Namun ketika terjadi 
penodaan terhadap agama, negara 
seakan over acting sebagai negara 
teokrasi. 

^Lidya 


REFORMATA 











26 


EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


Ungkapan Hati 





Zainal Abidin, Dosen UPH 

Mengubah Dukacita 
Menjadi Sukacita 


P ENYAKIT kanker masih 
menakutkan karena belum 
ditemukan obatnya hingga kini. 
Penyakit ini cepat menjalar ke 
seluruh tubuh dan mengancam 
kehidupan. Dan hal ini juga yang 
dialami Zainal Abidin Partao 
Napitupulu, dosen ilmu komunikasi 
di Universitas Pelita Harapan (UPH), 
Tangerang, Banten. Awalnya Zainal 
menderita penyakit sariawan yang 
berkepanjangan sejak 2006 hingga 
tahun 2010 didiagnosa sebagai 
kanker lidah, pada stadium tiga! 

Bagaimana perasaan Zainal 
Abidin menghadapi penyakit 
kanker lidah yang sudah sangat 
mengkhawatirkan itu? Bagaimana 
dia bertahan dan melewati rasa 
sakit yang tak tertahankan itu? Apa 
saja yang telah dia lakukan untuk 
sembuh? 

Vonis dokter 

Tahun 2010 merupakan saat 
yang sangat berat dirasakan Zainal 
dan keluarga. Bulan Februari, 
dengan kondisi mulut yang sedang 
sariawan, dia merasa susah untuk 
makan dan minum. Akhirnya Zainal 
ke dokter ahli bedah mulut. Setelah 
diperiksa, dokter mengungkapkan, 
"Gigi Bapak hancur, karena tidak 
diobati, mengakibatkan iritasi pada 
lidah. Bapak, positif kena kanker 
lidah stadium 3. Selain itu, di dada 
ada daging yang tumbuh," ucap 
dokter. 

Kenyataan ini diterima Zainal, 
dengan menjalani seluruh saran 
dokter. Magnetic Resonance 
Imaging (MRI), CT-Scan, Ultra- 
sonografi (USG), Rontgen, semua 
diikuti Zainal demi memperoleh 
kesembuhan. Zainal menjalani 
kemoterapi selama tiga kali se- 
minggu. Namun kanker malah 
membesar. 

Kondisi tubuh Zainal semakin hari 
semakin melemah, untuk berjalan 


harus dibopong Siti Napisa, istrinya. 
Bahkan makan pun harus disuapi. 
Bahkan ayah dari dua anak ini 
harus berhenti dari pekerjaan 
sejak Maret 2010, karena harus 
kontrol ke rumah sakit setiap 
waktu. Kondisi ini mengakibatkan, 
Zainal dan keluarga benar-benar 
mengalami kondisi keuangan yang 
sangat sulit. 

"Sejak sakit, kami makan 
dari berhutang. Kesedihan saya 
ketika istri bertanya: kita akan 
makan apa? dan bagaimana uang 
sekolah anak-anak," urai Zainal 
mengenang masa sulit itu. Kondisi 
pelik itu, tetap harus ditelannya 
dengan terus mempersiapkan 
istri dan kedua anaknya. Mereka 
harus dapat menerima risiko ter- 
buruk sekalipun, jika Zainal tidak 
tertolong. 

Dengan sikap pasrah dan percaya 
penuh tim medis, Zai-nal menjalani 
operasi guna mengangkat lidah 
dan daging yang ada di dadanya. 
Dokter me-mutuskan operasi 
dilakukan 12 Mei 2010. Walau 
kemungkinan berhasil sangat tipis, 
namun Zainal tetap berharap: "Jika 
mati, saya bertemu Tuhan. Itu 
hanya tidur panjang. Saya sudah 
membayangkan akan segera ke 
sorga," kenang Zainal pasrah. Tiga 
hari sebelum hari operasi, saudara 
kandung Zainal datang bersama 
tim doa, menyarankan Zainal agar 
tidak melakukan operasi, melainkan 
berdoa dan memercayakan sakitnya 
hanya kepada Tuhan. 

Secercah harapan 

Zainal selalu punya pengha- 
rapan akan bisa sembuh, dan 
selalu berusaha melakukan apa pun 
untuk itu. Dia pun tidak keberatan 
untuk menuruti niat baik saudara 
kandungnya dan tim doa yang 
datang untuk mendoakan dirinya. 

Setiap pertanyaan dari saudara, 


dan tim doa dijawab Zainal dengan 
baik. Ajakan untuk membuka 
Alkitab, berdoa, dan bernyanyi 
memuji Tuhan pun diikuti Zainal, 
layaknya seorang anak sekolah yang 
sedang belajar. Setelah pelayanan 
itu, Zainal berani memutuskan 
untuk tidak dioperasi dan bertekad 
membaca Alkitab dan berdoa. 

Sejak pelayanan itu, Zainal 
melepaskan seluruh obat dokter 
dan menggantikan dengan mem- 
baca Alkitab pagi, siang, dan 
malam. Sejak saat itu, Zainal dapat 
menikmati makanan dan dapat 
berdiri. "Secara rohani saya sudah 
sembuh. Lidah masih ada sariawan, 
namun kini bisa makan bahkan main 
tenis. Begitu merasa dekat dengan 
Tuhan, spirit/stamina/semangat 
itu bertambah. Kalau bingung dan 
ragu, badan seperti habis dikemo ," 
tutur Zainal dengan wajah berbinar. 

Perubahan 

Pria kelahiran Solo, Jawa Tengah 
1 Maret 1961 ini kini terlihat lebih 
sehat. Profesi sebagai dosen di 
UPH kembali dia jalani. Dia juga 
memberi ceramah, bahkan senang 
menyemangati orang sakit. 

Warga GPIB Syaloom Depok ini, 
semakin menyadari hidupnya sebagai 
anugerah Tuhan. Tak heran, jika 
semangat ini mendorongnya 
untuk menawarkan diri sebagai 
pembicara tanpa memikirkan 
bayaran. Zainal meyakini ke- 
mampuannya dalam bidang 
komunikasi, sehingga tepat 
untuk dapat memberikan semi- 
nar seperti: "Komunikasi 
dalam Bisnis" dan 
"Komunikasi da- 
lam Keluarga" 
minimal di ge- 
rejanya sendiri. 

Perubahan lain 
juga yang terjadi, 
semangat 


untuk selalu menyampaikan Firman 
Tuhan di awal seluruh pelajaran dan 
obrolan dengan siapa pun. Aktivitas 
rohani menjadi kesukaannya sebab 
dilakukan dengan sepenuh hati. 
Semua perubahan ini pun terjadi 
pada istri dan kedua anaknya. "Tuhan 
benar-benar menghidupkan mereka 
dalam kehidupan baru yang 
berkemenangan," kata 
Zainal. 

Dukacita 
mendatangkan 
suka-cita, itulah 
makna di balik 
sakit yang dialami 
dosen yang suka 
membaca ini. Zai- 
nal memberi tips 
sederhana untuk 
mereka yang 
sakit: Pertama, jika 
ada gejala kelainan 


dalam tu-buh, segera menghadap 
pada Tuhan. Kedua, ikuti medis, 
tapi harus bergan-tung pada Tuhan 
terus, karena Tuhan yang bisa 
me-lakukan. Terus berdoa. Ketiga, 
Markus 11: 24 jadi pegangan, kalau 
ada dosa minta diampuni. Marah 
dendam dimaafkan. 

"Tuhan itu ada. Jangan hanya 
meminta, namun lakukan juga 
kewajiban kita," cetus Zainal 
menyikapi kehidupannya. Dia 
meyakinkan, bahwa dalam ke-sulitan, 
Tuhan pasti menolong. Tuhan punya 
cara yang ajaib untuk menolong 
setiap orang yang percaya pada-Nya. 
Sakit, sehat, kaya, miskin, susah, 
senang, semua adalah dinamika 
kehidupan untuk tetap mengingat 
Tuhan ada dan berkarya. 

j^Lidya 



R-Pditm-yp Or^ng Pprne^n^ 
Jalur Titik Temu S«?ala Usia 
Sarana Informasi A Musik 


Jin. Mawar Nn.2 

Tentena 94663 Kab, Poso Prov, SULTENG 
Telp. 0458 21305 HP 081341338833 


RADIO SVALLOM 
FM 90,2 MHZTOBELO 

(Halmahera Utara J 

The voice of Transformatlon 

Mledia Paling Lepit untuk 
sarana Promosi LPsaha 
anda di Kabupaten 
Halmahera Utara 


dari iSnTflSfWZl? M 


i i Gn-cja/VflFttMn/tl-Hmba Tuhan 
Hari Pulau Jawa yang inqin 
menua dahan Maya™ r di K^l» 

TGHELO^PU L AU HALMAHERA, 
hnmis-iap menjadi mitra anda 

H uh u nyi Kiim i ; 

\mm SYMLOM FM MHZ TUitLO 

1 l.li i pr II LflI mag SLilk pn H * 2 WARI TOB EL9 i H a I h lU i k UT* r-a 1 
impCiik f 139 24 }26 22 14 1 , SM 5 U BI 1 U4 094.081 141DQC5ti 



■P iv^ml -ftlfrjWft 

Mm 



REFORMATA 









EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


27 


Iire/ormata] 



Pdt. Bigman Sirait 


Khotbah Populer 

Kristen Tetapi Bukan 
Pengikut Kristus 


K RISTEN sering hanya men- 
jadi sekadar identitas bagi se- 
seorang. Maka setiap kita perlu 
bertanya pada diri sendiri: Apakah 
kita Kristen orang yang terhormat 
menjadi pengikut Kristus? Pengi- 
kut Kristus harus punya suatu gaya 
hidup kristiani, yang sesuai den- 
gan kehendak Kristus, gaya hidup 
yang memberi kita identitas bahwa 
kita adalah pengikut Kristus, bu- 
kan pengikut dunia. Identitas yang 
jelas, bisa dikenal semua orang. 
Dalam Kisah Para Rasul 11: 26 diki- 
sahkan tentang kehidupan orang- 
orang Kristen yang dianggap, unik, 
aneh di tengah-tengah masyarakat 
kafir, pemuja banyak tuhan (polit- 
eisme). Bagi warga Antiokhia saat 
itu, orang-orang Kristen itu lain, 
tidak masuk akal. Orang Kristen 
dianggap aneh dan bodoh. Orang- 
orang Kristen tampak terlalu sopan 
di tengah kehidupan yang sangat 
vulgar dan borjuis 
Ketika kita berani menyebut diri 
sebagai orang Kristen, tugas dan 
tanggung jawab kita untuk menjadi 
orang terhormat, menjadi pengikut 
Kristus yang sekaligus menghorma- 
ti gaya hidup Kristen. Gaya hidup 
kristiani sesuai dengan ketetapan- 
ketetapan Kristus, bukan keteta- 
pan gereja, golongan, tetapi harus 
mengacu jauh ke dalam kebenaran 
firman. Karena kita pengikut Kris- 
tus, ikuti saja jejak-Nya. Karena 
kita pengikut Kritus, ikuti saja yang 
dilakukan-Nya. Kristen harus mem- 
punyai spirit yang sangat kuat. 
Kekristenan membuat kita menjadi 
orang yang siap hidup berbeda 
dengan yang bukan Kristen, dalam 


kualitas iman dan moral. 

Anda tidak perlu membuktikan 
sebagai orang Kristen yang baik 
dengan cara, misalnya, memegang 
tampuk kekuasaan lalu mengenda- 
likan orang lain. Anda tidak perlu 
menyebut diri Kristen yang baik 
dengan memaksa orang lain me- 
nyebut Anda baik. Supaya disebut 
orang Kristen yang baik, Anda tidak 
perlu membayar 
kiri kanan. Siap 
berbeda dengan 
orang yang bukan 
Kristen, bukan den- 
gan cara seperti itu. 

Tetapi seperti kata 
Roma 12: 2, kita 
berubah sehingga 
tidak sama dengan 
dunia ini. Berubah 
karena pembaruan 
budi yang diker- 
jakan Roh Kudus. 

Berubah sehingga 
kita mengerti apa 
yang menjadi ke- 
hendak Allah. 

Siapkah Saudara 
menjadi tidak sama dengan dunia 
ini? Siap berbeda untuk menunjuk- 
kan kualitas iman, kualitas moral? 
Sebagai orang Kristen omongan 
kita harus bisa dipegang. Jangan 
seperti orang lain yang omongan- 
nya tidak bisa dipegang. Kita me- 
mang beda. Sebab bagaimanapun 
kualitas iman kita adalah kualitas 
iman yang mengacu pada seman- 
gat gairah untuk mengekspresikan 
cinta kasih, bukan membalas den- 
dam. Semangat kita bukan sekadar 
untuk menjadi yang paling banyak, 


sehingga paling berkuasa, tetapi 
paling banyak membagi berkat dan 
cinta kasih. Sehingga setiap orang 
Kristen, sekalipun berbeda di ten- 
gah-tengah gelombang jaman yang 
materialistis, mampu mengenda- 
likan diri dari hawa nafsu sehingga 
tidak menghalalkan segala cara 
untuk cari uang. Ia menjadi orang 
yang hormat dan sungkan, tidak 


mengatasnamakan agama untuk 
mencari uang, tidak menjual pend- 
eritaan orang lain demi uang. 

Orang Kristen adalah orang yang 
sadar akan komitmennya menjadi 
murid Kristus, dan siap menerima 
segala konsekuensi yang akan 
muncul. Kita tidak boleh berubah di 
tengah jalan. Ketika Anda menjadi 
seorang Kristen, maka itulah komit- 
men yang harus disadari sepenuh- 
nya, bahwa menjadi pengikut Kris- 
tus itu memang begitu risikonya. 
Kita musti hidup sungguh-sungguh, 


hidup sepadan dengan apa yang 
dituntut-Nya. 

Komitmen melayani Tuhan 

Seorang Kristen harus setia ke- 
pada komitmennya untuk mau me- 
layani Tuhan. Seorang Kristen harus 
setia untuk mau menyatakan komit- 
mennya mengikut jejak Kristus. 

Kristen tidak mengimingi orang 
lain dengan hal-hal 
yang bersifat duni- 
awi, tetapi bagai- 
mana kejujuran ba- 
tin kita, gaya hidup 
kita, karya nyata 
kita, supaya orang 
lain tahu siapa kita, 
dan akhirnya mer- 
eka juga berkata, 
"Aku pun mau jadi 
pengikut Kristus". 
Adakah hal-hal se- 
perti itu yang ter- 
jadi? Atau justru 
umpatan yang kita 
dapat? 

Sering dalam per- 
jalanan hidup, kita 
tidak setia dengan komitmen awal 
kita. Saat dalam kesusahan, dekat 
sekali dengan Tuhan, hidup penuh 
kejujuran, apa adanya. Waktu pu- 
nya uang sedikit, kita mulai neko- 
neko. Punya banyak uang, larilah 
segalanya. Perilaku berubah total, 
karena sudah menjadi liar karena 
uang. Omongan kita tidak bisa lagi 
dipegang, tidak lagi jujur, karena 
sudah gila karena uang. 

Kita semua bisa jatuh ke dalam 
jurang yang sama. Kita bisa men- 
galami perubahan dari kemajuan 


menuju kehancuran. Perubahan 
yang bukan ke positif, tetapi nega- 
tif. Kita berubah: dulu baik, seka- 
rang tidak baik. Padahal kekriste- 
nan seharusnya perubahan dari 
yang tidak baik menjadi baik. Tetapi 
rupanya realita jaman, daya tarik 
alam semesta ini sangat kuat, se- 
hingga banyak orang yang gelap 
mata terhadap glamour kehidupan, 
akhirnya menyangkali kejujuran 
iman. Mungkin demi mobil, rumah, 
jabatan, jodoh, atau kenikmatan 
yang mungkin tidak pernah dia mi- 
liki. Ini berbahaya. 

Ketika menyebut diri sebagai 
seorang Kristen apakah Anda sadar 
dengan semua itu? Atau sekadar 
karena lahir dalam keluarga Kris- 
ten? Identitas di KTP? Maka perlu 
kejujuran untuk memeriksa diri 
dengan baik, di mana kita berada, 
dan bagaimana seharusnya kita 
hidup. Berhentilah sejenak, me- 
mikir ulang: adakah saya sungguh- 
sungguh mengikuti Kristus, sehing- 
ga saya berani menyebut diri saya 
Kristen? Adakah saya betul-betul 
hidup menjadi berkat sehingga 
orang-orang akhirnya tahu siapa 
itu pengikut Kristus, karena melihat 
hidup saya? 

Karena itu berdoalah. Jangan 
menjadi seorang Kristen yang be- 
lum menjadi Kristen. Jangan men- 
gaku Kristen namun belum menjadi 
pengikut Kristus. Berhenti sejenak 
dan berdoa: Kiranya hari ini Tuhan, 
aku menjadi seorang Kristen yang 
Kristen, Kristen yang mengikut 
Kristus. ❖ 

(Diringkas dari kaset khot- 
bah oleh Hans P. Tan) 



BGA (Baca Gali Alkitab) Bersama “Santapan Harian’ 


1 * 


Lukas 13:10-17 

Jangan munafik 


Tujuan orang beribadah tentu untuk menyembah Tuhan dan me- 
layani-Nya. Demikian juga gereja hadir untuk orang-orang beribadah 
kepada-Nya dan mengalami perjumpaan yang bermakna. Adalah aneh 
kalau ada pemimpin gereja yang tidak senang jemaatnya mengalami 
jamahan Allah. Hal itu ternyata terjadi pada zaman Yesus. 

Apa saja yang Anda baca? 

1. Apa yang terjadi dengan perempuan yang dirasuk roh ketika ia 
berjumpa dengan Tuhan Yesus di suatu rumah ibadat (11-13)? 

2. Mengapa kepala rumah ibadat marah melihat peristiwa penyem 
buhan itu (14)? 

3. Apa prinsip yang Tuhan Yesus ajarkan di sini (16)? 

Apa pesan yang Anda dapat? 

1. Mengapa Tuhan Yesus menyembuhkan orang di hari Sabat? 

2. Karakter negatif apakah yang tidak pantas kita teladani dari pe 
mimpin rumah ibadat (ay. 14 band. ay. 15)? 

3. Bagaimana sikap kita seharusnya terhadap sesama umat Tuhan 
yang sedang masih hidup di bawah kendali kuasa jahat? 

Apa respons Anda? 

1. Tahukah Anda orang di gereja Anda yang sedang mengalami ma 
salah karena pekerjaan Iblis? Pernahkah Anda berdoa baginya 
atau mengusahakan pertolongan atasnya? 

2. Bagaimana Anda dan gereja Anda dapat meneladani Tuhan Yesus 
menolong orang yang harus ditolong? 

(ditulis oleh Hans Wuysang; Bandingkan hasil renungan 
Anda dengan SH 2 Maret 2011 Jangan munafik) 


K ITA tentu sepakat bahwa se- 
gala peraturan agama dibuat 
untuk membuat peribadatan 
menjadi tertib. Peraturan agama, 
salah satunya berfungsi untuk 
mengatur kehidupan umat agar 
tercipta suasana saling men- 
gasihi dan saling menghargai. 
Maka kalau peraturan agama 
membuat manusia menjadi tidak 
manusiawi, masihkah dapat kita 
sebut sebagai peraturan agama? 
Ini jelas harus kita pertanyakan. 

Bagi Tuhan Yesus, pertolongan 
atas orang yang telah dirasuk 
setan selama 18 tahun adalah 
sesuatu yang mendesak. Sabat 
dan rumah ibadat tidak boleh 
menjadi penghalang. Bukankah 
Sabat justru diberikan Allah un- 
tuk kebutuhan manusia (Mrk. 
2:27). Seharusnya ada ruang di 
hari Sabat untuk memberi per- 
tolongan bagi mereka yang sakit 
atau yang membutuhkan uluran 


tangan. Ketaatan atas Sabat bu- 
kan berarti meniadakan belas 
kasihan atas sesama. Keduanya 
harus disandingkan. Jadi, per- 
tolongan yang Yesus berikan di 
hari Sabat dilandasi kasih kepa- 
da Allah dan manusia. 

Berbeda dengan pemimpin 
rumah ibadat. Tampaknya ia 
mengasihi Allah, ternyata ia 
mengabaikan sesama. Sebagai 
pemimpin rumah ibadat, seha- 
rusnya ia bersyukur bila kebaikan 
Allah dinyatakan kepada orang 
yang dirasuk setan itu. Namun 
sebaliknyalah yang terjadi. Ia 
malah bersungut serta menyulut 
amarah jemaat ketika melihat 
orang itu mengalami pemulihan 
total. Padahal ia sendiri pun 
sering melanggar Sabat dengan 
menggiring ternaknya untuk 
memberi mereka makan dan mi- 
num (15). Maka di hari Sabat itu, 
Yesus menyatakan kehendak Al- 


lah yang sejati. Ia memulihkan 
orang yang dirasuk setan sekal- 
igus membongkar kemunafikan 
dalam diri pemimpin rumah 
ibadat. 

Ironis, orang yang seharus- 
nya mengarahkan pelaksanaan 
peraturan agama, justru me- 
mutarbalikkannya. Peraturan 
agama hanya ia tujukan bagi 
orang lain, dan bukan bagi dir- 
inya juga. Kita pun bisa terje- 
bak ke dalam kesalahan yang 
sama sehingga kita hanya bisa 
melihat kesalahan orang lain, 
padahal kesalahan kita jauh 
lebih buruk. Kiranya Tuhan 
menolong kita untuk tidak mu- 
nafik. 

(Ditulis oleh Pdt Eiyarman 
Sarumaha, diambil dari re- 
nungan tanggai 2 Maret 201 1 
di Santapan Harian edisi Ma- 
ret- April 2011 terbitan P PA) 


Baca Gali Alkitab 

1- 31 Maret 2011 

1. Lukas 13:1-9 

2. Lukas 13:10-17 

3. Lukas 13:18-21 

4. Lukas 13:22-35 

5. Lukas 14:1-11 

6. Mazmur 9:12-21 

7. Lukas 14:12-24 

8. Lukas 14:25-35 

9. Lukas 15:1-10 

10. Lukas 15:11-32 

11. Lukas 16:1-18 

12. Lukas 16:19-31 

13. Mazmur 10 

14. Lukas 17:1-10 

15. Lukas 17:11-19 

16. Lukas 17:20-37 

17. Lukas 18:1-8 

18. Lukas 18:9-14 

19. Lukas 18:15-17 

20. Mazmur 11 

21. Lukas 18:18-30 

22. Lukas 18:31-34 

23. Lukas 18:35-43 

24. Lukas 19:1-10 

25. Lukas 19:11-27 

26. Lukas 19:28-40 

27. Mazmur 12 

28. Lukas 19:41-48 

29. Lukas 20:1-8 

30. Lukas 20:9-19 

31. Lukas 20:20-26 


REFORMATA 







28 


Mata Hati 


EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


iRE/QRMAT^ 


BICARA TANPA 
TINDAKAN NYATA 

Pdt. Bigman Sirait 



A DA istilah yang sering kita 
dengar, yaitu NATO. Ini bukan 
soal Amerika, tetapi lebih kepada 
singkatan "No Action Talk Only" 
Maklum Indonesia adalah gudang 
kreatif soal singkat-menyingkat. 
Termasuk menyingkat cara men- 
gumpulkan uang. Tak perlu lama, 
dalam sekejap, miliaran rupiah 
bisa ada di saku. Ya, korupsi telah 
memungkin munculnya orang 
kaya baru di republik ini. Ada juga 
menyingkat karier, dengan cara 
menggkannya. Artinya, jika orang- 
tua pejabat, itu berarti , atau 
anggota keluarga lainnya, juga 
pejabat. Belum lagi yang paling 
ngetrend, yaitu menyingkat tang- 
gung jawab. Asal sudah bicara, 
pidato, instruksi, maka selesailah 
tugas, tanggung jawab sudah di- 
penuhi. Bahwa di lapangan perso- 
alan sama sekali belum tersentuh, 
itu soal orang lain. Dan tanggung 
jawab pun disingkatkan, tak perlu 
pundak memikul. Lempar, selesai, 
dan kemudian menutupnya dengan 
pidato lagi, saya memperhatikan 
dengan seksama dan sudah mem- 
berikan instruksi. Jadi, saya hebat. 
Semua dikomentari, berarti semua 
sudah dikerjakan. Hebat kan? 

Itulah realita ketika moral su- 
dah menipis atau mungkin sudah 
tak tersisa. Pemimpin seperti ini 
sangat memalukan dan pasti men- 
ciptakan perpecahan. Paling tidak 
antara yang idealis dan punya 
prinsip, dengan para penjilat yang 
mempertahankan posisi. Tak bisa 
dibayangkan bagaimana kemajuan 
akan diraih. Tapi sekali lagi itu pun 
sudah dipidatokan, jadi artinya, 
ya sudah maju. Jika tak bisa me- 
lihatnya, ya salah sendiri, kenapa 
melihat dengan mata. Lihatlah 
dengan imajinasi, semua tampak 
jelas bahwa saya baik, hebat, dan 
kita sudah maju sekali. Ironis, tapi 
itulah kenyataannya. Dan, menjadi 
semakin ironis ketika dunia suci 
yang bernama agama ternyata ter- 
jangkit penyakit yang sama. Atau 
malah adalah sumber utama. 

Adalah para ahli taurat, pe- 
mimpin agama, yang katanya pal- 
ing mengerti kehendak Allah, atau 
kaum Farisi yang selalu merasa 


paling suci, yang dikritik oleh Tuhan 
Yesus. Dalam Matius 23: 3, Yesus 
mengatakan, "Dengarkan apa yang 
mereka ajarkan tetapi jangan tiru 
apa yang mereka lakukan". Para pe- 
mimpin agama ini ternyata sangat 
getol berbicara, tetapi tidak dalam 
melakukan. Hebatnya, mereka ber- 
kata benar namun bertindak nyele- 
neh. Sebuah fakta yang menyakit- 
kan bukan? Terjadi di lingkungan 
yang selalu merasa suci. Tapi coba 
bandingkan, ahli Taurat yang ber- 
kata benar tetapi ber- 
buat tidak benar, dengan 
pemimpin agama masa 
kini, yang berkata tidak 
benar dan juga berbuat 
tidak benar. Bukankah ini 
lebih parah? 

Tapi sekali lagi, itulah 
kenyataannya. Sema- 
kin hari, gereja sema- 
kin tebal berbalutkan 
kepalsuan. Ada orang 
yang selalu berbicara 
tentang kemiskinan agar 
mendapatkan dukungan 
menolong yang miskin. 

Dana berdatangan, kare- 
na belas kasihan men- 
dengar cerita atau foto 
yang mengeksploitasi ke- 
miskinan. Yang menjadi 
ironi adalah, dana besar 
tak sepenuhnya sampai 
pada yang berhak karena 
tersunat oleh yang men- 
gumpulkan. Benar apa 
yang mereka katakan, "mari bantu 
orang miskin". Tapi sungguh tidak 
benar yang mereka lakukan, karena 
mengambil keuntungan dari orang 
miskin. Pemimpin berbaju agama 
ini dengan teganya menari di atas 
derita, dan memperkaya diri le- 
wat kemiskinan orang lain. Lalu 
yang lainnya, bermain dengan 
cara yang berbeda tapi ujungnya 
sama. Dia berteriak lantang, beri- 
kanlah persembahanmu. Kemba- 
likan sepersepuluh uangmu yang 
adalah milik Tuhan. Dan kemu- 
dian menebar janji bagaikan poli- 
tisi murahan, kamu akan mendapat 
berkali-kali lipat. Janji yang juga 
layaknya money game. Perpuluhan 
dikumpulkan, tidak pernah kembali 


kepada Tuhan, melainkan kepada 
sang pemimpin sendiri. Dompet- 
nya terus semakin menebal, dan 
mukanya juga menebal, bahkan 
sangat tebal, sehingga berkata: Tu- 
han sangat memberkati kehidupan 
saya karena pelayanan yang saya 
lakukan menyenangkan Tuhan. Ini 
sudah lebih parah lagi. Dia menye- 
but sepersepuluh uang kita adalah 
uang Tuhan, jelas ini plesetan. Bu- 
kan sepersepuluh, tetapi seratus 
persen harta benda kita adalah mi- 


lik Tuhan. Mengembalikan perpu- 
luhan pun dipelesetkan. Untuk diri 
sendiri, padahal seharusnya untuk 
rumah Tuhan, yaitu (hamba Tuhan, 
gedung ibadah, janda miskin, bah- 
kan orang asing, bukan Kristen), itu 
diatur dalam kitab Ulangan yang 
tak pernah dibaca, karena pasti 
merugikan si pengkhotbah yang 
rakus uang. 

Mengajar tak benar dan bertindak 
lebih tak benar lagi, itulah yang ter- 
jadi. Jemaat yang seharusnya dilay- 
ani dengan benar, malah dirampok 
tanpa sadar. Gaya hidup pemimpin 
agama semakin glamour, bagai jet 
set kelas atas. Di tengah kemiskin 
mereka tak segan berhamburan 
kemewahan. Azas kepatutan seb- 


agai etika Standard saja diabaikan, 
apalagi dari sorot Alkitab pusat ke- 
benaran. Dengan mata telanjang 
kita melihat semuanya. Sayangnya 
lebih banyak jemaat yang masa 
bodoh terhadap fakta ini. Sehingga 
khotbah yang tak dilakukan men- 
gakibatkan pengabaian pada orang- 
orang miskin. Orang miskin, orang 
asing, semakin jauh dari sentuhan 
gereja. Jika diteruskan kisah ini akan 
semakin menyakitkan. Seperti kepe- 
milikan gedung gereja yang ternyata 
menjadi asset pribadi 
sang pemimpin. Kalau- 
pun atas nama gereja, 
ternyata notarial diwar- 
nai dengan dominasi 
garis keluarga. Ah, lihai 
sekali. Ternyata "orang 
licin" itu bukan cuma 
penipu jahat, yang bi- 
asa makan korban, dan 
masuk, keluar, penjara. 

Yang ini lebih 
mengerikan karena suk- 
ses menipu, tetap suci, 
dan tak pernah men- 
ginap di penjara. Bah- 
kan ke penjara seakan 
orang suci mengingat- 
kan para napi, padahal 
di dalam, yang tersem- 
bunyi sangat menjijik- 
kan. Lapis kehidupan 
pemimpin yang hanya 
bicara tak melakukan 
semakin hari semakin 
panjang. Kemunafikan 
telah dianggap sebagai sebuah ju- 
rus pamungkas yang perlu didalami 
demi menggapai sukses yang tinggi. 

Peringatan Alkitab bahwa semua 
akan berakhir di hadapan hakim 
agung, yaitu Tuhan yang suci tak 
dihiraukan. Bahkan gilanya, sering 
mereka khotbahkan, dan dijadikan 
sumpah untuk meyakinkan bahwa 
mereka benar. Edan, tapi memang 
itulah fakta dosa, semakin nikmat 
maka dosa semakin menggila. Hati 
nurani mati, suara tinggal suara, 
jangan pernah menunggu tindakan 
yang nyata dari mereka. Mereka 
hanya bertindak untuk hal yang 
berkaitan dengan keuntungan diri. 
Pemimpin agama, pemimpin politik, 
semakin hari semakin panjang baris 


pendusatanya. Kebohongan sudah 
dianggap biasa, bahkan sudah se- 
harusnya. Alasannya sederhana 
saja, yang penting untuk kebaikan 
bersama. Padahal faktanya kebo- 
hongan hanya menjadi baik bagi 
yang berbohong, itupun jika me- 
mang ada kebaikannya. Tapi yang 
pasti kebohongan tak pernah ada 
nilai baiknya. 

Untuk membagun harapan akan 
masa depan, sangat dibutuhkan 
kejujuran. Katakan "ya" untuk "ya" 
dan "tidak" untuk "tidak". Jangan 
lebih, jangan kurang, agar tidak 
mengecewakan dan menimbulkan 
kemarahan. Dan, apa yang di- 
katakan harus diwujudkan, itulah 
tanggung jawab yang benar. Seribu 
perkataan bisa terbuang percuma, 
tetapi satu tindakan nyata akan 
sangat berdaya guna dalam men- 
ciptakan perubahan. Orang akan 
belajar banyak dari sebuah perbua- 
tan, tetapi akan kecewa lama akibat 
pembohongan. Anjing adalah bina- 
tang yang dianggap setia. Kesetiaan 
anjing sangat teruji dan dikagumi 
manusia. Sementara kesetiaan 
dalam ucapan adalah melakukan 
apa yang dikatakan. Alangkah ter- 
hormatnya jika dikenal sebagai 
orang yang setia terhadap perkata- 
an, dan selalu bertangung jawab 
atasnya. Jangan lupa anjing juga 
dikenal demikian, sekalipun anjing 
hanyalah binatang. Karena itu akan 
sangat ironis bukan, jika perkataan 
kita tak bisa dipercaya. Karena itu 
adalah malapetaka, mengingat kita 
kalah bertanding kesetiaan dengan 
anjing. Dengan kata lain, anjing 
lebih terhormat dalam kesetiaan- 
nya. jika sampai anjing di atas kita, 
dan kita di bawah binatang ini, apa 
sebutan yang cocok buat kita. 

Semoga itu hanya mimpi buruk, 
bahwa kita bukan binatang, apa- 
lagi kalah dengan binatang. Ah, 
jauhlah hal itu. Karena itu, jika 
masih manusia, apalagi pemimpin, 
berlakulah sebagaimana mestinya. 
Lakukan apa yang Anda katakan. 
Jalankan apa yang Anda khotbah- 
kan. Semoga kita bisa menjadi 
manusia berharga yang dipercaya. 
Pemimpin yang berkata dan bertin- 
dak. ❖ 



PELAYANAN RADIO 


BERSAMA PDT. BIGMAN SIRAIT PELAYANAN TELEVISI 


1. JAKARTA, REK FM, 96,30 FM 
(In±visim CH.210, vetsite WAW.radicpel itakasih.cari) 
(SENIN MALAM, Pkl. 20.00-21.00 WIB) 

(JUMAT PAGI, Pkl. 05.00 - 05.30 WIB) 

2. JAKARTA, IVG.radio.C3ig 

(SELASA PAGI, Pkl. 09.00-09.30 WIB) 

(KAMIS MALAM, PKL. 18.30-19.00 WIB) 

3. SEMARANG, Radio Keryxcn 107.6 FM 
(SENIN-RABU-JUMAT, Pkl. 13.00 - 13.30 WIB) 

4. KARANG ANYAR, Radio Suara Sicn Rsrdara 1314 AM 

(SABTU PAGI, Pkl. 10.00 - 10.30 WIB) 

5. MALANG JATIM, Radio SciLagracia 97,4 FM 
( SELASA PAGI Pkl. 06.00-06.30 WIB) 

6. P. SIASTAR, Radio Budaya Simalungun, 102 FM 

(SELASA & KAMIS, Pkl. 16.00-16.30 WIB) 

7. P. SIANTAR, Radio Suara Kidung Kebenaran 87.8FM 

( SELASA &JUMAT Pkl. 19.30-20.30 WIB, MINGGU PM. 13.00-14.00WIB) 

8. SIDIKALANS, Radio Swara Berkat, 103,2 FM 
(SABTU PAGI, Pkl. 05.00 - 05.30 WIB) 

9. DOLOK SANGGUL-SUMUT, Radio Balita Batak 90.8 FM 
(SENIN-SABTU PM. 10.30-11.00 WIB, MINGGU PM. 13.00-14.00 WIB) 

10. GLMNG STICLI, Dian Mardrri, 100,5 FM 
(SABTU MALAM, Pkl. 21.00-21.30 WIB) 

11. SAMARINDA, One Vfay/Suara Kasih, 95, 20 FM 
( MINGGU, Pkl 22.00-22.30 WITA) 

12. AMBCN MALUKU, Radio Sangkakala 96.8 FM 
(SENIN-RABU-KAMIS-JUMAT, Pkl 05.30-06.00 WITA) 

13. AMBCN MALUKU, Radio Titasomi 96 FM 
(MINGGU, Pkl 18.30-19.00 WITA 

14. TOBELO-HALMAHERA HARA, Radio S^alion 90.2 M tz EM 
(MINGGU, Pkl. 14.30-15.00 WITA) 

15. CAYAEURA, Swaranusa Bahagia, AM 1170 Khz 
(KAMIS PAGI, Pkl 10.00-10.30 WITA) 

16. MANADO- MALALAYANG, Radio CWS 89.40 FM 

( MINGGU Pkl 10.00-10.30 WITA & SENIN, Pkl 12.00-12.30 WITA) 

17. MINAHASA - SCIDT, Mo Anugerah Langawan 107. 2fm 

( SENIN-MINGGU Pkl 06.00-06.30 WITA ) 


18. MANOKWARI - PAEUA, Radio Matca 102.6 ftn 
(MINGGU PM 06.00-06.30 WIT) 

B. IVAKADO, Swara GLta Citra Sunter I&sih,90,2 FM 
( SENIN -SABTU, Pkl 08.05-08.35 WITA) 

20. MANADO, ROM2FM 102FM 
( MINGGU PAGI, Pkl 07.00 WITA) 

2L MAKASSAR, Radio Cristy, 808 AM 
(SENIN MALAM, Pkl. 22.30 - 23.00 WITA) 

22. TN -Tn. R=rtio Charitas 103. 3 FM 
(SENIN s/d SABTU, Pkl. 18.00 - 18.30 WIB) 

3. PALU, REdio Prcskureo, 105,8 FM 
(SELASA SORE, Pkl. 15.00 - 15.30 WIT) 

3. TFNIFNA-FCSO, Radio langgadcpi, 101,2 FM 
(MINGGU SORE, Pkl 17.00-17.30 WITA) 

3. SUMBA- NTT, Suara R3xjaarc£an, 90, 30 FM 
(SENIN s/d MINGGU MALAM, Pkl 20.00-20.30 WITA 
3. SOE-NTT, Radio Msrcy 90.4 EM 

(SETIAP HARI Pkl. 05.00-05.30 PAGI, Pkl. 12.00- 
12.30 SIANG DAN Pkl. 22.00-22.30 WITA MALAM ) 

27. JAKARTA- Radio Tona 702 AM 
(MINGGU PAGI PM 07.0007.30 WIT) 

( MINGGU SORE PM 19.00-19.30 WIT) 

28. BITUNG, Radio Suara Naviri, 92.2 FM 
(SELASA - JUMATSORE, Pkl. 21.00 WIT) 

29. KUALA KAPUAS-KALTIM, Radio Bahtera Hayat, 91.4 FM 

30. KUALA KURUN-KALTENG, Radio Sartika FM 
(MINGGU PAGI, Pkl. 08.00-08.30 WIT) 

31. TASIKMALAYA- JABAR, Radio Nafiri 96.2FM 
(SENIN SORE, Pkl. 15.00-15.30 WIB) 

32. PATI-JATENG, Radio Mitra Immanuel 107.5FM 
(MINGGU-SABTU, Pkl. 13.00-13.30 WIB) 

o A HD1I1/11 3. PROGRAM KASET 

2. PROGRAM BUKU 

(Buku 1) Teropong Kehidupan 
(Buku 2) Gerejamu, Gerejaku, Gereja Kita 

e-mail : pama_yayasan@yahoo.com Website: www.yapama.com 



PAMA 


Seluruh Hasil keuntungan 
penjualan buku & kaset 
dipakai untuk biaya pelayanan 
PAAAA &MIKA 

Bagi Anda yang merasa diberkati 
dan ingin mendukung pelayanan 
PAMA 

(Yayasan Pelayanan MediaAntiokhia), 

dapat mengirimkan dukungan 
langsung ke: 

Account: a.n. 

Yayasan. Pelayanan Media 
Antiokhia BCA kcp Sunter No: 
4193024800 


Tersedia 50 Vol Kaset Khotbah 


Indovision: 

Mulai 1 Agustus 
Program Live 

Channel 95 pindah ke Channel 70 
Kamis Malam Pkl 19.30 WIB dan 
Minggu Siang Pkl. 12.30 WIB 


Kabelvision: Family Channel 

Setiap Hari Rabu & SABTU : 

Pagi Pkl. 06.00 WIB, Siang Pkl.12.00 
dan Malam Pkl. 19.00 WIB 



«re/ormata 


ownload & dengarkan 
podcast (mp3) 

Khotbah Populer 
Pdt. Bigman Sirait 
di www.reformata.com 




iUirUKlViAlA 









EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


29 


|;re/ormata| 


Konsultasi Keluarga 



Bimantoro 


Bapak Konselor yang terhormat. Saya ingin meminta saran tentang 
kondisi pernikahan kami yang sudah 8 tahun. Suami saya seorang ham- 
ba Tuhan dan kami dikaruniai dua putri: yang sulung 7 tahun, dan yang 
kedua 4 tahun. 

Saya tahu, sebagai hamba Tuhan ada kewajiban yang harus dikerjakan 
oleh suami saya, tetapi saya merasa suami saya saat ini "kepo" (semua 
urusan mau dipegang), dan seringkah tidak lagi memperdulikan urusan 
keluarga. Hal ini paling parah di setahun belakangan ini di mana dia 
sering keluar kota, dan kalau di Surabaya (tempat domisili kami pun), 
dia lebih banyak di luar rumah. Tidak ada hari yang dia sediakan untuk 
keluarga secara khusus. Memang setiap Sabtu masih makan bersama di 
luar tapi itu pun cuma sejam dua jam kemudian dia harus pergi. 

Saya lelah hidup seperti ini, rasanya saya ditinggalkan seorang diri 
mengurus anak-anak, tapi mau mengeluh kok sepertinya tidak pantas. 
Tolong sarannya. 

AL 

Surabaya 


I BU AL yang terkasih, me- 
mang tidak mudah menjadi 
pendamping hamba Tuhan, apa- 
lagi yang perannya sangat dibu- 
tuhkan. Sebuah kondisi yang 
mungkin bertentangan dengan 
keinginan untuk tetap memiliki 
waktu pribadi bersama keluar- 
ga, dan rasanya sulit menahan 
kesibukan suami apalagi dia se- 
dang melakukan sesuatu un- 
tuk pelayanan. Kondisi ini jika 


terjadi secara terus-menerus, 
apalagi membayangkan peran 
suami yang semakin penting di 
gerejanya, tentunya akan mem- 
buat kita merasa lelah, kecewa 
dan mungkin putus harapan akan 
terciptanya keseimbangan antara 
pelayanan dan keluarga. 

Dalam kondisi yang dilematis 
ini, mari kita pikirkan apa yang 
bisa kita kerjakan supaya mas- 
ing-masing pihak dalam keluar- 


Suami Sibuk, 
Istri Merana 


ga tetap bisa merasa damai se- 
jahtera atas apa yang dikerjakan 
pihak lainnya. 

Pertanyaan utama adalah, 
apakah Ibu pernah mengajak 
suami untuk berdiskusi tentang 
keberatan yang Ibu miliki? Jika 
Ibu tidak pernah mengungkap- 
kan hal ini maka suami akan me- 
miliki pengertian kalau ibu "OK" 
dengan kesibukan dia. Apalagi 
dia melihat bahwa urusan rumah 
dan anak-anak bisa diatur dengan 
baik tanpa campur tangan suami. 

Ibu perlu mewaspadai bahwa 
berdiskusi tentunya berbeda 
dengan mengeluh tanpa alasan. 
Alasan pertama adalah mencoba 
mengingatkan tentang penting- 
nya peran seorang ayah dalam 
tumbuh kembang anak. Kalau 
melihat Firman Tuhan peran Ayah 
bagi anak sangat penting (lihat 
Ulangan 6 : 4 dst) dalam mem- 
perkenalkan TUHAN pada anak- 
anak. Yang kedua, selain 
anak-anak ada yang lebih pent- 
ing yaitu relasi ibu dan suami di 
mana masing-masing pihak beru- 
paya untuk mengenali kebutuhan 
pasangan dan mencoba untuk 
memprioritaskan relasi suami istri 
di tengah kesibukan yang tidak 
terhindarkan. Firman Tuhan 
dalam Kejadian 2 : 24 menunjuk- 


kan bahwa relasi suami bahkan 
lebih utama dari relasi dengan 
orang tua di mana suami men- 
jadi satu daging dengan istrinya 
menunjukkan keintiman yang se- 
lalu harus dibangun dalam segala 
hal seperti sexual intimacy, recre- 
ational intimacy, fisical intimacy 
dan lain sebaginya. 

Ketiga, coba Ibu renungkan be- 
berapa kenyataan sebagai beri- 
kut: 

1. Ada suami yang sibuk di luar 
rumah memang karena tidak ada 
orang lain yang bisa mengerjakan 
tugas tersebut. 

2. Ada suami yang sibuk di luar 
rumah karena memiliki kebutu- 
han akan pengakuan yang mung- 
kin berlebihan sehingga sulit 
mengendalikan diri dan membuat 
prioritas 

3. Ada juga yang sibuk di 
luar rumah karena menghindari 
hubungan dan komunikasi den- 
gan istri yang kerap kali berma- 
salah (muncul pertengkaran) 
dalam berbagai hal. 

Dan mungkin masih banyak lagi 
kemungkinan yang lain, tetapi 
dari tiga kemungkinan apakah 
Ibu bisa melihat masuk dalam 
kemungkinan yang mana suami 
Ibu. 

Dari hal-hal tersebut di atas, 


apakah mungkin Ibu bisa men- 
gajak suami berdiskusi dengan 
mencari momen yang tepat ke- 
tika ada waktu untuk bicara ber- 
dua secara tenang. 

Kiranya Tuhan menolong Ibu.* 



Jejak 


Joachim dari Fiore, Teolog 

Memetakan Sejarah 
Tiga Jaman 


O RANG bilang masa sekarang 
adalah "Jaman Roh Kudus". 
Kemudian masa Perjanjian Baru 
(PB) kerap disebut sebagai "Jaman 
Anak" dan masa Perjanjian Lama 
(PL) adalah jaman Allah Bapa. 

Setelah dibagi sedemikian rupa 
kemudian orang menafsirkan sep- 
erti apa yang mereka inginkan. 

Kendati tidak sepenuhnya te- 
pat, namun pandangan seperti ini 
sering digunakan - bukan lagi kon- 
sumsi mahasiswa teologi, tapi su- 
dah masuk ke gereja dan menjadi 
konsumsi umat. Siapa sebenarnya 
pencetus pertama pembagian sep- 
erti ini? 

Joachim dari Fiore, teolog pendiri 
ordo monastik ini disebut-sebut se- 
bagai pencetus pertama apa yang 
dikenal "sejarah trinitarian". Menu- 
rut teolog kelahiran 30 Maret 1202 
yang juga dikenal dengan nama 
Joachim Flora ini, "Jaman Allah 
Bapa" adalah jaman orang-orang 
yang menikah yang hidup menurut 
hukum Taurat. Kemudian "Jaman 
Anak" adalah jaman rohaniawan 
dan jaman berdasarkan anugerah. 
Menurut Joachim masa ini berlang- 
sung 42 generasi yang setiap gen- 
erasinya selama 30 tahun. 

Selanjutnya "jaman Roh Kudus" 
adalah jaman baru, jaman biar- 
awan bermenung dan hidup dalam 
kebebasan pengertian rohani. Ja- 
man ini menurut Joachim akan di- 


tandai dengan pergantian pemimpin 
gereja-gereja yang korup dengan 
pemimpin baru dengan kerohanian 
yang mantap. 

Joachim dari Fiore adalah pe- 
mikir apokaliptik yang sangat pent- 
ing dari keseluruhan periode abad 
pertengahan, dan mungkin setelah 
Yohanes, pemikir apokaliptik yang 
paling penting di sepanjang sejarah 
kekristenan. 

Setelah pertobatannya Joachim 
berkomitmen untuk hidup mem- 
biara selama bertahun-tahun di 
Cistercian Biara Sambucina dekat 
Luzzi, Calabria dan menjadi kepala 
biara di Corazzo pada 1177. Dalam 
periode ini aktivitas Joachim tak 
jauh berbeda dari para biarawan 
lain yakni bergumul dengan kitab 
suci. Namun demikian, teolog yang 
lahir di Calabria, Itali ini mengalami 
kesulitan menafsirkan kitab Wahyu. 
Keterbatasannya terhadap penger- 
tian simbol membuatnya tidak be- 
rani menafsirkan kitab tersebut. Se- 
lama berbulan-bulan Joachim tetap 
menggumulkan kitab ini hingga tiba 
pada kesimpulan menyerah, tidak 
mungkin menafsirkan kitab ini. 

Kendati demikian ada sesuatu 
yang berbeda dirasakan Joachim 
saat ia bangun di suatu pagi saat 
Paskah. Tradisi mengatakan ia ter- 
bangun sebagai orang baru, yang 
diberi pengertian rohani atau dalam 
bahasa Latin dikenal dengan "spiri- 


tualis intelligentia" pemahaman 
spiritual tentang makna Kitab Wa- 
hyu. 

Hikmat dari Allah itulah yang 
kemudian membuka wawasan 
Joachim, memampukannya menulis 
tafsiran dari kitab Wahyu, salah satu 
buku tafsir yang paling penting yang 
pernah ditulis. 

Teori tiga jaman atau "sejarah 
trinitarian" di atas adalah bagian 
besar explorasi tafsirnya dari kitab 
Wahyu. 





SWEET SOUND DF THE ROCK 
MANIMG THE LIFE Bi BETTER 



W0.1 0 MTiz 


VISI dan MISI: 

MENJANGKAU YANG TIDAK TERJANGKAU DAN 
DIBAWA PADA YESUS f RC ACU, UNREACH PEOPLE) 

MEMBERI HARAPAN BARU BAGI YANG 
KEHILANGAN HARAPAN DENGAN 
MENGHADIRKAN FIRMAN TUIIAN SEE AG Al 
SOLUSI fHIS WORLD IS ANSWER) 

GB1 Matawai-STT Lantai 2. 

Jl. Kcdclui No. 1 1 Matawiii- Wuingiipu 
Tip, 0387-61708, 61106 t n*. 0387-62052 


"Sejarah trinitarian" kemudian di- 
urai Joachim secara mantap dalam 
tiga buku besarnya yakni Concordia 
Novi et Veteris Testamenti (keselar- 
asan Perjanjian Lama dan Perjan- 
jian Baru); Expositio in Apocalypsim 
(eksposisi kitab wahyu); dan Psal- 
terium Decem Chordarum (kecapi 
Sepuluh Dawai). Ketiga karya be- 
sarnya ini umumnya diterima oleh 
pemimpin gereja dan didukung ber- 
turut-turt oleh tiga paus. Uniknya 
buah pikir akibat "spiritualis intel- 
ligentia" yang diterima Joachim 
ini justru menginspirasi beberapa 
gerakan-gerakan sempalan main- 
stream untuk mereformasi gereja 
dan menjadikan teori Joachim se- 
bagai pembenaran atas apa yang 
dilakukan. ^ S/awi 


RABIO 


yl yff. ftZSi. 


Dengarkan acara kami: 


r t'awm-a Memuji menyembah Tuhan di pagi han 

Lr - sry ueria ^ os oo . wlt * 


Biro Cristy 


Konseling mefciiui udara bersama para 
Hamhtf Tuhan pk. 2 T 00 - 22-30 wita 


Si m pon i Malam Merenungkan Firman Tulian dan 
Bingkisan Lagu - lagu Rohani 
pk. 22.30 - 00-00 wira 
sedap hari Senin malam pk. 22.30 wita 
bersama MH. pigman Sir&it 


Cristy , 


Pesat Informal Pelayanan" 


Kantor/Studio Radio Cristy 

Jl. Manggis Nu. i 6 Makasar Sulawesi Sulatari 
Telp. (0411) 85? n 3, 870715 Fa*.: (04H) 835000 
E - maii : cristyup@ir jdosat . neud 


^ a m i ft. a i r u rt t u £ a n d a . 


REFORMATA 








EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


30 


|jRE/QRMAi^ 


WE ARE ONE OF THE LEADING CONTRACTORS, CONSULTANTS AND SUPPLIERS 
IN THE PROFESSIONAL SOUND, AV, CINEMA, LED AND CINEMA INDUSTRIES 




Our Services: 

Consultation 
System Design 
Installation 

Servicing of Professional Sound 
and Cinema Systems 
IT/AV Integration and Networking Systems 
Professional Sound System 


Our Product Line: 

ISEXO # g: j: ADAM 

PROFESSIONAL AUDIO 


www.nexo.fr 


IMEUTRVIC 


myLU kbc TASCAM 

# TEAC PROFESSIONAL 


ld 

FUYI 


)RDL 


□PTDT5CH 

Let your ideas shine 


>r mu$ ic 


k&ivi sTands^' 


LINQ LABS 


E&E INDONESIA 

KOMPLEK AGUNG SEDAYU, BLOK N-3 Harco Mangga Dua, Jakarta 10730, Indonesia 
Email: info@eneindonesia.com Web: www.eneindonesia.com Tel : (021) 612-7536 Fax : (021) 612-7538 


Best Services 

Best working solution possible 
Satisfaction of Customers 

THE PROFESSIONAL SOUND SPECIALIST foras long as the building stands 


Doakan dan Hadirilah Kebaktian Seri ;■» 

Gereja Reformasi Indonesia 

“7 Kemungkinan 
Tokoh dalam 

Penyaliban” • 

Pdt. Bigman Sirait 

Setelah ‘7 Kata Penuh Kuasa ’, ‘7 Fakta Seputar 
Salib’, ‘7 Alasan Mengapa Yesus Disalibkan’, dan 
‘7 Gelar Yesus dalam Penyaliban’, kini GRI 
mempersembahkan khotbah seri Jumat Agung dengan 
tema ‘7 Kemungkinan Tokoh dalam Penyaliban’. 

Minggu, 13, 20, 27 Maret, 3, 10, 17 April 2011 


Pk. 07.30 & 10.00 WIB Pk. 17.00 WIB 

Twin Plaza - Ruang Visual Office Tower Lt. 2 Pacific Place (SCBD) - Ruang Mediterania Lt. P1 


r. 


Letjen. S. Parman Kav. 93-94, Slipi - Jakarta Barat Jl. Jend. Sudirman Kav. 52-53, Jakarta Selatan 

Puncak Jumat Agung dan Perjamuan Kudus 

Jumat, 22 April 2011, Pk. 10.00 WIB 

Twin Plaza - Ballroom 

Jl. Letjen. S. Parman Kav. 93-94, Slipi - Jakarta Barat 

INFO: (021) 3100023, 3924229, SMS 0856 92 333 222 


GEREJA REFORMASI INDONESIA 
INDONESIAN REFORMED CHURCH 


REFORMATA 









|ire/ormata| 


EDISI 137 Tahun IX 1-31 Maret 201 1 


S 


MINI 


Untuk pemasangan iklan, 
silakan hubungi Bagian Iklan : 

Jl. Salemba Raya No 24, Jakarta Pusat 
Tip. (021)3924229, Fax:(021) 3148543 
HP:081 1991 086, 70053700 


Tarip iklan baris : Rp.6.000, -/baris 
( 1 baris=30 karakter, min 3 baris ) 
Tarip iklan 1 Kolom : Rp. 2.500, -/mm 

( Minimal 30 mm) 
Tarip iklan umum BW : Rp. 3.000, -/mmk 
Tarip iklan umum FC : Rp. 3.500, -/mmk 


ALKITAB ELEKTRONIK 


DANA TUNAI 


KONSULTASI 


KONSULTAN 


TOUR 


Jasa instali alkitab/bible sama khs 
& versi Ingkp di hp,tb & laptcp. 
hub: Mar anathaGadget , MTA P2/ 
09-10 Sms: 021-93216178 


BUKU 


Gratis tk 'tesikahlSfebi Isa Disalib?" 
Surati ke FO B0X 6892 Jkt-13068, 
www. the-good- way.com, 
www . answe ring- islam . org , 
www.yabina.org, www.sabda.org, 
www .bar dtotimur.org, E -mai 1 
apostolic . iiidcnesia@grnail . ocm 


BIRO BANGUNAN 


Dptkan pinjaman tunai tanpa 
agunan dr Bank int'l u/ ~ksp natal & 
kda lairr^a dr 5-200 jt, Bisa di cndl 
s/d 5 thn, proses cpt syarat ringan 
, foto ocpy ktp & kartu kredit Hub: 
Ruth Eliana 085883487537 


EKSPEDISI 


PT. Cmega Cargo, exp jnm Jkt- 
Bdg pp/lhr, inprt dr slrh negara 
fcsr spesial Sin-Jkt (laut/udara) , Jkt - 
Sin (udara) Ihr. Hub: 021-6294452/ 
72, 6294331 (Sherly/Cintya) . 


Syalom bagi yg membutuhkan 
konseling 24 jamHi): 0856.7891377, 
08170017377, 021-71311737 bagi yg 
tdk manpu kami bisa menghubungi 
kebali. 


KERJA SAMA 


Ingin membuka bimbingan belajar? 
Khusus ibu rumah tangga, dapat 
kerja di rumah. Min. SMA/D3. 
Eksakta. 25-35 th. Hub. BIMBEL 
ERGOMATICS Ph. 626-6769 


KONSULTASI 


Anda punya masalah dngan pajak 
pribadi, pajak perusahaan (SPT masa 
PPN,PPh, Badan) Hub Simon : 021- 
99.111.435 atau 0815.1881.791. 


KASET 


Miliki kaset khotbah Fdt. Bigran 
Sirait, H±>. Indah telp 021- 3924229 


LES PRIVAT 


TK, SD, SMP, SMU, AUTIS,DHEXIA, 
SLOWLERNESS.Hub: 021.80799242, 
08121947191, 082111358512 


PEMBICARA 


Holyland I srael + Mesir + Yordania 
11 Hari 11 -21 April 2011 Rit. 
Michael Gideon Rembet (021) - 
6320688/081317315728 



femi. meladeni jisl-beli, 
tikar tabah, Service, relai 


alat-alat rrusik & seund systan 
bagai nerdc dagan haicp spesial 


Mitranadua Cipta Graha Design & 
Build Architecture (Ex/in) 
rmh, ruko ,krtr, Gb 3D, RAB .Hub: 
021-32426704,0812-8219781, 
Email: mitranadua@yahoo.com 


KONSULTASI 


Beda gereja, beda keyakinan dan kesulitan 
apapun Hub: Konsultan cat. sipil 021- 
4506223/08161691455,081289386633 
almt: Jl. Kecak no.6 klp Gdg, Jkt 14240 


Ingin msruLai bisnis tapi tirbk tahu 
merrulainya? Ingin Eranchise kan 
usaha Anda?Ingin wiraswasta kecil- 
ked. lan?Hub . PROVERB CONSULTING 
Ph. 626-6769 1$). 0817-910-1990 


Bagi yg membutuhkan pembicara/ 
pengkotbah u/ KKR/ PD/ Iba- 
dah, inter dencminasi, silahkan hub 
di: 08567891377, 08170017377, 
021-71311737. 


Jl. Bungur Besar 17 No. 25 
Jakarta Pusat 

Jkt 10610, Telp. 021-4203829, 
7075.1610 

HP. 0816.852622, 0816.1164468 


New Look Furnieenter 


Jl. I \my\m A^iiri K7, ruKy Juksuiu 

5-ip. W2 mi, 7M2 



w wu' g riic i f n rni tu re . l o in 



Hub kami segera : 081 70808576 / 081 280680003. 
Melayani delivery : www.kaosnewspirit.com 


Cara order : 


1. Lihat produk di www.kaosnewspirit.com 

2. SMS ke 08170808576 (reformata, nama anda, alamat lengkap, 
kode produk, ukuran, quantity) 

3. Transfer ke BCA / Mandiri sesuai konfirmasi balik dari kami 

4. Barang dikirim via ekspedisi 

Jadi berkat di kota Anda dengan menjadi RESEILER kaos rohani 
cukup dengan modal awal 1 juta !!! 


tmraDODCDEDGOOJD 



HOLYLAND TOUR 


MESIR TURKY 

ISRAEL 

PALESTINA JORDAN 

28 Mar ■ 05 Apr (9H) /18-26 Apr 
(9H) / 25 Apr ■ 3 May (9H) /9-17 
May (9H) / 23 May - 3 Jun (9H) 

Ev. Billy Lantang (Anugerah Ministry), Pdt. 
Frans Kristanto (Gereja Bethel Indonesia), 
Pdt. Samuel Jack Barbier STh (GTI Tibe- 
rias), Pdt. Orwel S. Gulo, MTh (Sungai 
Yordan), Pdt. Purim Marbun, M.Div, MTh 
(GBI Taman Anggrek), Ev. Anna Josefien 
Rompis SE (Menara Doa Graha GBI) 



RACLE 


tour and travel 


Harga Bersaing 
Kualitas Terjamin 

□0GD0 

DGGtfoog^^ 



Setiap perjalanan Rohani 
bersama Miracle Tour, 
kami berikan Free ! 

Album Photo kenangan IPt 

dengan design Exclusive. glj mm 


MIRACLE TOUR & TRAVEL 
Jl. Sunter Hijau Raya, 

Blk E2 No. 12, Jak-Ut 14350 
Tel. +62 21 658 37 497(Hunting) 
Fax +62 21 651 7931 
Email: Holyland@miracletour.net, 
www.miracletour.net 


Hotline: 

+ 62 812 8336 5000 
+6221 3305 99 96-97 

Agent Bandung 
Batununggal Indah V no. 92 
Tel. +62 22 91 1 36380 
Mobile +62 81 2 236 841 0 



Terus Maju Memimpin... 

Kini REFORAAATA hadir setiap hari 
dengan berita terkini 

Klik: www.refor 




REFORMATA 





























TABLOID 




PRIME & FIRST NEW WORLD 


Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Kantor Cabang Prime & First : 

021 - 3500135/6 MALANG 0341-4345427 MEDAN 061-7322662 BANDUNG 022-2031610 

Email : pfmail@pfnewworld.com www.pfnewworld.com . i. 


Penting Untuk ANDA ketahui 

P encernaan adalah bagian tubuh yang 
pertama terekspos oleh dunia luar melalui 
makanan karena itu tak dipungkiri Kesehatan 
Saluran Cerna adalah Cerminan Kesehatan Tubuh 
Kita 


Colostrum HereMo 1000 mg, layak jadi pilihan 

Anda : 

• Nutrisi penting untuk meningkatkan kualitas 
kesehatan saluran cerna, agar tubuh lebih 
tahan terhadap gangguan penyakit akibat 
toksin, bakteri, jamurdan virus 

• 100% Murni dari sumber colostrum Bovine 
(sapi) yangterjamin kualitasnya. 

• Dengan Kandungan IgG hingga 22% Kandungan 
IgG ini tidak ditemukan pada produk lain yang 
sejenis. 

• Diproduksi melalui proses pasteurisasi 
dengan kontrol kualitas yang ketat, sehingga 
menjamin kuantitas dan kualitas IgG di 
dalamnya. 

• Dapat dikonsumsi oleh siapa pun mulai dari 
balita sampai lanjut usia 

• Potensial meningkatkan penyerapan nutrisi 
(vitamin, mineral dllj| dari makanan/food 
supplement s/d 50% 

• Tersedia dalam kemasan praktis dan higienis 
dapat dikonsumsi kapan dan dimana saja. 


90% toksin, 
bakteri, jamur 
dan virus yang 
menyerang 
tubuh kita 
masuk 
melalui 
saluran cerna 

~Dr. Stephen Blake Jr~ 

Di Indonesia.... 

4 dari 100.000 penduduk meninggal karena KANKER LAMBUNG 
6 dari 100.000 penduduk meninggal karenaTUKAK LAMBUNG 
11 dari 100.000 penduduk meninggal karena KANKER 
17 dari 100.i 

(Berdasarkan data DepartementofMeasurementand Health Information, WHOtahun 2004) 


ANUS 


HereMo * 



Toko Buku Immanuel 


terlengkap untuk buku, 
audio-video, gift rohani, 

berbagai perlengkapan gereja 
dan sekolah minggu. 

Jl. Proklamasi no. 76, Jakarta Pusat 

(021)3900 790 

www. immanuelboo ksto re.com 




Dan kata-kata dalam sebuah buku 


iunan r>erDicara... 

Ribuan buku yang ada di Toko Buku Immanuel 
menyediakan jalan bagi Anda 
untuk mendengar suara Tuhan. 


Jakarta Utara 


Wisma Gading Permai 
Menara C No. 30 
Bulevar -Kelapa Gading 
(021)45841779 


Jakarta Selatan 

Jl. Sultan Iskandar Muda No. 88D 
Arteri Pondok Indah 
(021)7207171 


Jakarta Barat 

Jl. Tanjung Duren Raya No.95 
Tanjung Duren 
(021)5630463 


Surabaya 

Jl. Pregolan No. 27 
(031)5345850 
o Batu-Malang 
C Jl. Diponegoro No. 1 27 

(U (0341)595 745 

Manado 

fU Jl. Sam Ratulangi No. 1 01 

U (0431)861 540 


Bandung 

JI.Jend.A.YaniNo.267 
(022)720 7288